<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri LH Pastikan Transisi Energi Tak Korbankan Lingkungan dan Pekerja</title><description>Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjalankan transisi energi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan hidup, pelestarian ekosistem, serta perlindungan terhadap pekerja yang terdampak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/25/337/3226522/menteri-lh-pastikan-transisi-energi-tak-korbankan-lingkungan-dan-pekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/25/337/3226522/menteri-lh-pastikan-transisi-energi-tak-korbankan-lingkungan-dan-pekerja"/><item><title>Menteri LH Pastikan Transisi Energi Tak Korbankan Lingkungan dan Pekerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/25/337/3226522/menteri-lh-pastikan-transisi-energi-tak-korbankan-lingkungan-dan-pekerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/25/337/3226522/menteri-lh-pastikan-transisi-energi-tak-korbankan-lingkungan-dan-pekerja</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2026 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/25/337/3226522/menteri_lh_moh_jumhur_hidayat-9XyZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat dan Sekjen PBB Antonio Guterres (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/25/337/3226522/menteri_lh_moh_jumhur_hidayat-9XyZ_large.jpg</image><title> Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat dan Sekjen PBB Antonio Guterres (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjalankan transisi energi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan hidup, pelestarian ekosistem, serta perlindungan terhadap pekerja yang terdampak.&#13;
&#13;
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur Hidayat, dalam forum Global Electrification and Transition Energy Summit (GETES) 2026 di London, Inggris.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi Indonesia, transformasi ke depan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kami memastikan bahwa setiap langkah pengembangan yang diambil tetap mengedepankan standar lingkungan yang ketat agar selaras dengan komitmen iklim nasional serta memastikan perlindungan bagi pekerja terdampak,&amp;quot; ujar Jumhur, Kamis (25/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam sesi High-Level Ministerial and CEO Dialogue, Jumhur menegaskan, Indonesia memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim global sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, hutan tropis, lahan gambut, dan ekosistem mangrove yang luas menjadi aset penting Indonesia dalam menjaga keseimbangan iklim global. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, transisi energi, perlindungan sumber daya alam, dan perlindungan tenaga kerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Arah pembangunan Indonesia bertumpu pada harmonisasi antara akselerasi ekonomi dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komitmen Indonesia tersebut sejalan dengan seruan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ant&amp;oacute;nio Guterres, yang menekankan pentingnya percepatan transisi energi global yang adil, inklusif, dan tidak meninggalkan negara mana pun.&#13;
&#13;
Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku industri energi, Guterres menegaskan bahwa transisi energi harus mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja baru dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Jumhur menyatakan Indonesia siap mengimplementasikan pendekatan transisi energi yang terintegrasi dengan perlindungan lingkungan hidup.&#13;
&#13;
&amp;quot;Prioritas kami adalah memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan tetap terintegrasi dengan pedoman lingkungan yang kuat. Pendekatan ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk menjaga konsistensi antara pertumbuhan ekonomi dan target pelestarian lingkungan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjalankan transisi energi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan hidup, pelestarian ekosistem, serta perlindungan terhadap pekerja yang terdampak.&#13;
&#13;
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur Hidayat, dalam forum Global Electrification and Transition Energy Summit (GETES) 2026 di London, Inggris.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi Indonesia, transformasi ke depan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kami memastikan bahwa setiap langkah pengembangan yang diambil tetap mengedepankan standar lingkungan yang ketat agar selaras dengan komitmen iklim nasional serta memastikan perlindungan bagi pekerja terdampak,&amp;quot; ujar Jumhur, Kamis (25/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam sesi High-Level Ministerial and CEO Dialogue, Jumhur menegaskan, Indonesia memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim global sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, hutan tropis, lahan gambut, dan ekosistem mangrove yang luas menjadi aset penting Indonesia dalam menjaga keseimbangan iklim global. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, transisi energi, perlindungan sumber daya alam, dan perlindungan tenaga kerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Arah pembangunan Indonesia bertumpu pada harmonisasi antara akselerasi ekonomi dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komitmen Indonesia tersebut sejalan dengan seruan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ant&amp;oacute;nio Guterres, yang menekankan pentingnya percepatan transisi energi global yang adil, inklusif, dan tidak meninggalkan negara mana pun.&#13;
&#13;
Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku industri energi, Guterres menegaskan bahwa transisi energi harus mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja baru dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Jumhur menyatakan Indonesia siap mengimplementasikan pendekatan transisi energi yang terintegrasi dengan perlindungan lingkungan hidup.&#13;
&#13;
&amp;quot;Prioritas kami adalah memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan tetap terintegrasi dengan pedoman lingkungan yang kuat. Pendekatan ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk menjaga konsistensi antara pertumbuhan ekonomi dan target pelestarian lingkungan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
