<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Monitor Kasus Meninggalnya 3 Calon Manajer Kopdes saat Latsarmil</title><description>Presiden RI Prabowo Subianto memonitor langsung kasus meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 saat Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/26/337/3226702/prabowo-monitor-kasus-meninggalnya-3-calon-manajer-kopdes-saat-latsarmil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/26/337/3226702/prabowo-monitor-kasus-meninggalnya-3-calon-manajer-kopdes-saat-latsarmil"/><item><title>Prabowo Monitor Kasus Meninggalnya 3 Calon Manajer Kopdes saat Latsarmil</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/26/337/3226702/prabowo-monitor-kasus-meninggalnya-3-calon-manajer-kopdes-saat-latsarmil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/26/337/3226702/prabowo-monitor-kasus-meninggalnya-3-calon-manajer-kopdes-saat-latsarmil</guid><pubDate>Jum'at 26 Juni 2026 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/26/337/3226702/prabowo-kueL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/26/337/3226702/prabowo-kueL_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memonitor langsung kasus meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 saat Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).&#13;
&#13;
&amp;quot;(Presiden) monitor semua dong,&amp;quot; kata Mensesneg Prasetyo Hadi saat disinggung soal kasus meninggalnya tiga calon manajer Kopdes, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan Istana turut prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga calon manajer Kopdes tersebut. Prasetyo mengatakan evaluasi Latsarmil juga akan dilakukan bila memang ditemukan terjadi kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan dalam proses latihan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses kan kita lakukan. Kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Prasetyo mengatakan kasus ini tidak bisa disimpulkan terjadi karena proses pelatihan yang terlalu berat bagi seluruh peserta. &amp;quot;Ya belum dong, belum berat. Wong baru hari pertama, hari kedua,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memonitor langsung kasus meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 saat Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).&#13;
&#13;
&amp;quot;(Presiden) monitor semua dong,&amp;quot; kata Mensesneg Prasetyo Hadi saat disinggung soal kasus meninggalnya tiga calon manajer Kopdes, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan Istana turut prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga calon manajer Kopdes tersebut. Prasetyo mengatakan evaluasi Latsarmil juga akan dilakukan bila memang ditemukan terjadi kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan dalam proses latihan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses kan kita lakukan. Kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Prasetyo mengatakan kasus ini tidak bisa disimpulkan terjadi karena proses pelatihan yang terlalu berat bagi seluruh peserta. &amp;quot;Ya belum dong, belum berat. Wong baru hari pertama, hari kedua,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
