<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mensesneg: Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset hingga Rp4 Triliun</title><description>Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menambah anggaran riset nasional hingga Rp4 triliun sebagai upaya memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/28/337/3227062/mensesneg-presiden-prabowo-tambah-anggaran-riset-hingga-rp4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/28/337/3227062/mensesneg-presiden-prabowo-tambah-anggaran-riset-hingga-rp4-triliun"/><item><title> Mensesneg: Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset hingga Rp4 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/28/337/3227062/mensesneg-presiden-prabowo-tambah-anggaran-riset-hingga-rp4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/28/337/3227062/mensesneg-presiden-prabowo-tambah-anggaran-riset-hingga-rp4-triliun</guid><pubDate>Minggu 28 Juni 2026 22:09 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/28/337/3227062/mensesneg_prasetyo-4Byp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mensesneg Prasetyo (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/28/337/3227062/mensesneg_prasetyo-4Byp_large.jpg</image><title>Mensesneg Prasetyo (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menambah anggaran riset nasional hingga Rp4 triliun sebagai upaya memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah dong (ditambah anggaran riset). Kan di pertemuan yang sebelumnya waktu di Istana, beliau (Presiden Prabowo) sudah juga memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita sampai di angka Rp4 triliun,&amp;quot; kata Prasetyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Prasetyo, arahan Presiden tersebut telah ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, setelah itu sudah kemudian kita tindaklanjuti bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama dengan Bappenas dan BRIN, yang sekarang dipimpin oleh Prof. Arif Satria, mantan Rektor IPB, untuk menyatukan semua riset kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan pemerintah juga telah menyusun peta jalan (roadmap) riset nasional agar seluruh penelitian yang dilakukan memiliki arah dan berada dalam satu grand design.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peta jalan riset seperti tadi bukunya juga sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan semua harus dalam satu grand design,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Prasetyo menambahkan, pemerintah mendorong agar hasil riset tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan nasional.&#13;
&#13;
Beberapa bidang yang menjadi prioritas antara lain pengelolaan sampah melalui teknologi *waste to energy* serta riset peralihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) guna menekan impor dan beban subsidi energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya contoh riset tentang sampah, waste to energy, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke nanti menuju ke CNG. Nah riset-riset yang langsung berdampak pada penyelesaian masalah-masalah yang kita hadapi,&amp;quot; kata Prasetyo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menambah anggaran riset nasional hingga Rp4 triliun sebagai upaya memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah dong (ditambah anggaran riset). Kan di pertemuan yang sebelumnya waktu di Istana, beliau (Presiden Prabowo) sudah juga memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita sampai di angka Rp4 triliun,&amp;quot; kata Prasetyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Prasetyo, arahan Presiden tersebut telah ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, setelah itu sudah kemudian kita tindaklanjuti bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama dengan Bappenas dan BRIN, yang sekarang dipimpin oleh Prof. Arif Satria, mantan Rektor IPB, untuk menyatukan semua riset kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan pemerintah juga telah menyusun peta jalan (roadmap) riset nasional agar seluruh penelitian yang dilakukan memiliki arah dan berada dalam satu grand design.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peta jalan riset seperti tadi bukunya juga sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan semua harus dalam satu grand design,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Prasetyo menambahkan, pemerintah mendorong agar hasil riset tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan nasional.&#13;
&#13;
Beberapa bidang yang menjadi prioritas antara lain pengelolaan sampah melalui teknologi *waste to energy* serta riset peralihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) guna menekan impor dan beban subsidi energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya contoh riset tentang sampah, waste to energy, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke nanti menuju ke CNG. Nah riset-riset yang langsung berdampak pada penyelesaian masalah-masalah yang kita hadapi,&amp;quot; kata Prasetyo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
