<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekeringan Landa Cibarusah Bekasi, Ratusan Warga Terdampak</title><description>Kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/28/338/3227056/kekeringan-landa-cibarusah-bekasi-ratusan-warga-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/28/338/3227056/kekeringan-landa-cibarusah-bekasi-ratusan-warga-terdampak"/><item><title>Kekeringan Landa Cibarusah Bekasi, Ratusan Warga Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/28/338/3227056/kekeringan-landa-cibarusah-bekasi-ratusan-warga-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/28/338/3227056/kekeringan-landa-cibarusah-bekasi-ratusan-warga-terdampak</guid><pubDate>Minggu 28 Juni 2026 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/28/338/3227056/kekeringan-xhEO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kekeringan di Cibarusah Bekasi (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/28/338/3227056/kekeringan-xhEO_large.jpg</image><title>Kekeringan di Cibarusah Bekasi (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kekeringan dipicu musim kemarau yang menyebabkan debit sumber air bersih yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari terus menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak,&amp;quot; kata Muhari, Minggu (28/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan aparat desa untuk mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.&#13;
&#13;
BNPB mengimbau pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk kekeringan, yang berpotensi terjadi seiring dinamika cuaca dan musim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak, memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan potensi bahaya atau kondisi darurat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kekeringan dipicu musim kemarau yang menyebabkan debit sumber air bersih yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari terus menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak,&amp;quot; kata Muhari, Minggu (28/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan aparat desa untuk mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.&#13;
&#13;
BNPB mengimbau pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk kekeringan, yang berpotensi terjadi seiring dinamika cuaca dan musim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak, memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan potensi bahaya atau kondisi darurat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
