<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar</title><description>Iran dan AS telah bertukar serangan menyusul dihantamnya kapal tanker berbendera Singapura pada Kamis, 25 Juni. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/29/18/3227120/laporan-media-iran-as-sepakat-hentikan-serangan-gelar-pertemuan-darurat-di-qatar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/29/18/3227120/laporan-media-iran-as-sepakat-hentikan-serangan-gelar-pertemuan-darurat-di-qatar"/><item><title>Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/29/18/3227120/laporan-media-iran-as-sepakat-hentikan-serangan-gelar-pertemuan-darurat-di-qatar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/29/18/3227120/laporan-media-iran-as-sepakat-hentikan-serangan-gelar-pertemuan-darurat-di-qatar</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2026 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/29/18/3227120/ilustrasi-fliV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/29/18/3227120/ilustrasi-fliV_large.jpg</image><title>ilustrasi.</title></images><description>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk menghentikan permusuhan baru keduanya dan akan bertemu di Qatar pada Selasa (30/6/2026) untuk membahas konflik terkait Selat Hormuz, demikian dilaporkan media. AS dan Iran sebelumnya kembali saling serang, untuk pertama kalinya sejak menyepakati nota kesepahaman yang menghentikan konflik pada 17 Juni.&#13;
&#13;
Menurut situs berita AS Axios, pertempuran yang kembali terjadi berakar dari perbedaan interpretasi nota kesepahaman (MOU) yang mengakhiri perang, khususnya ketentuan yang berkaitan dengan Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik,&amp;quot; kata seorang pejabat senior AS kepada Axios, menggunakan istilah militer untuk serangan dan penyerangan lainnya.&#13;
&#13;
Diwartakan TRT, berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Iran berjanji untuk melakukan upaya terbaiknya dalam memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial melalui selat tersebut, sementara AS setuju untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.&#13;
&#13;
Dalam pembicaraan di Swiss pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran sepakat untuk membangun saluran komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengoordinasikan lalu lintas maritim melalui jalur air tersebut.&#13;
&#13;
Namun, hingga Sabtu (27/6/2026), &amp;quot;saluran komunikasi langsung&amp;quot; tersebut masih belum beroperasi, bahkan ketika Iran kembali menegaskan bahwa kapal-kapal harus mengoordinasikan perjalanan mereka, menurut laporan tersebut.&#13;
&#13;
Pertemuan pada Selasa awalnya dijadwalkan di Swiss untuk membahas program nuklir Iran, tetapi eskalasi terbaru mendorong perubahan tempat ke Doha dan menggeser fokus ke Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Serangan Balasan&#13;
&#13;
Sebelumnya pada Minggu (28/6/2026), The Wall Street Journal melaporkan bahwa pembicaraan AS-Iran telah terhenti menyusul dimulainya kembali permusuhan antara kedua negara baru-baru ini.&#13;
&#13;
Teheran mengatakan pihaknya menyerang instalasi militer AS sebagai tanggapan atas serangan Amerika terhadap situs-situs Iran.&#13;
&#13;
Para pejabat AS mengatakan gelombang drone dan rudal Iran yang ditembakkan pada Sabtu malam gagal mengenai target yang dimaksud.&#13;
&#13;
Pertukaran akhir pekan tersebut menguji pemahaman awal AS-Iran yang dimaksudkan untuk menghentikan permusuhan selama 60 hari pembicaraan teknis.&#13;
&#13;
Tidak ada pihak yang secara terbuka memberi sinyal de-eskalasi.&#13;
</description><content:encoded>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk menghentikan permusuhan baru keduanya dan akan bertemu di Qatar pada Selasa (30/6/2026) untuk membahas konflik terkait Selat Hormuz, demikian dilaporkan media. AS dan Iran sebelumnya kembali saling serang, untuk pertama kalinya sejak menyepakati nota kesepahaman yang menghentikan konflik pada 17 Juni.&#13;
&#13;
Menurut situs berita AS Axios, pertempuran yang kembali terjadi berakar dari perbedaan interpretasi nota kesepahaman (MOU) yang mengakhiri perang, khususnya ketentuan yang berkaitan dengan Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik,&amp;quot; kata seorang pejabat senior AS kepada Axios, menggunakan istilah militer untuk serangan dan penyerangan lainnya.&#13;
&#13;
Diwartakan TRT, berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Iran berjanji untuk melakukan upaya terbaiknya dalam memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial melalui selat tersebut, sementara AS setuju untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.&#13;
&#13;
Dalam pembicaraan di Swiss pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran sepakat untuk membangun saluran komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengoordinasikan lalu lintas maritim melalui jalur air tersebut.&#13;
&#13;
Namun, hingga Sabtu (27/6/2026), &amp;quot;saluran komunikasi langsung&amp;quot; tersebut masih belum beroperasi, bahkan ketika Iran kembali menegaskan bahwa kapal-kapal harus mengoordinasikan perjalanan mereka, menurut laporan tersebut.&#13;
&#13;
Pertemuan pada Selasa awalnya dijadwalkan di Swiss untuk membahas program nuklir Iran, tetapi eskalasi terbaru mendorong perubahan tempat ke Doha dan menggeser fokus ke Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Serangan Balasan&#13;
&#13;
Sebelumnya pada Minggu (28/6/2026), The Wall Street Journal melaporkan bahwa pembicaraan AS-Iran telah terhenti menyusul dimulainya kembali permusuhan antara kedua negara baru-baru ini.&#13;
&#13;
Teheran mengatakan pihaknya menyerang instalasi militer AS sebagai tanggapan atas serangan Amerika terhadap situs-situs Iran.&#13;
&#13;
Para pejabat AS mengatakan gelombang drone dan rudal Iran yang ditembakkan pada Sabtu malam gagal mengenai target yang dimaksud.&#13;
&#13;
Pertukaran akhir pekan tersebut menguji pemahaman awal AS-Iran yang dimaksudkan untuk menghentikan permusuhan selama 60 hari pembicaraan teknis.&#13;
&#13;
Tidak ada pihak yang secara terbuka memberi sinyal de-eskalasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
