<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miris! Sekolah Negeri di Tangsel Kekurangan Guru, Pegawai TU Ikut Ngajar di Kelas</title><description>Penyebab kekurangan tenaga pengajar itu antara lain karena banyak yang sudah mulai pensiun bahkan ada pula yang meninggal dunia hingga memicu kekosongan guru di sekolah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/30/338/3227342/miris-sekolah-negeri-di-tangsel-kekurangan-guru-pegawai-tu-ikut-ngajar-di-kelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/30/338/3227342/miris-sekolah-negeri-di-tangsel-kekurangan-guru-pegawai-tu-ikut-ngajar-di-kelas"/><item><title>Miris! Sekolah Negeri di Tangsel Kekurangan Guru, Pegawai TU Ikut Ngajar di Kelas</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/30/338/3227342/miris-sekolah-negeri-di-tangsel-kekurangan-guru-pegawai-tu-ikut-ngajar-di-kelas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/30/338/3227342/miris-sekolah-negeri-di-tangsel-kekurangan-guru-pegawai-tu-ikut-ngajar-di-kelas</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2026 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/30/338/3227342/viral-r9J8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Sekolah/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/30/338/3227342/viral-r9J8_large.jpg</image><title>Ilustrasi Sekolah/okezone</title></images><description>TANGSEL- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami kekurangan tenaga guru pada sekolah&amp;nbsp;negeri. Akibatnya, pegawai bagian Tata Usaha (TU) hingga guru BK (Bimbingan dan Konseling) ikut merangkap tugas mengajar di kelas.&#13;
&#13;
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni menerangkan, jumlah tenaga pengajar belum memadai dengan sebaran sekolah yang ada.&#13;
&#13;
Penyebab kekurangan tenaga pengajar itu antara lain karena banyak yang sudah mulai pensiun bahkan ada pula yang meninggal dunia hingga memicu kekosongan guru di sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlahnya belum ideal lah dengan kebutuhan, apalagi dengan rencana penambahan beberapa sekolah (negeri). Kita butuh tambahan guru,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (30/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi itu tak lepas dari penerapan kebijakan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Di mana, setiap instansi pusat-daerah&amp;nbsp; tak boleh lagi merekrut pegawai baru Non-ASN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini karena belum ada kebijakan dari pusat ya, kan kita tidak boleh menerima guru-guru di luar yang ASN ya. Jadi kita memberdayakan guru yang ada saja,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Meski begitu, Deden memastikan tiap sekolah tetap harus maksimal mengisi semua materi pelajaran di kelas hingga ada kebijakan baru dari pusat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimanapun tidak boleh ada kekosongan di dunia pendidikan kita. Maka kami menunggu kebijakan supaya memungkinkan, apapun mekanismenya, supaya kekosongan itu bisa segera terisi,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Sekolah yang kekurangan tenaga pengajar diantaranya berada &amp;nbsp;di Kecamatan Setu, kawasan Pondok Ranji, Ciputat. &amp;nbsp;Jumlah guru yang kurang memadai itu terus melebar ke sekolah negeri lainnya di Kota Tangsel, dari tingkat SD Negeri, SMP Negeri, hingga jenjang SMA Negeri.&#13;
</description><content:encoded>TANGSEL- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami kekurangan tenaga guru pada sekolah&amp;nbsp;negeri. Akibatnya, pegawai bagian Tata Usaha (TU) hingga guru BK (Bimbingan dan Konseling) ikut merangkap tugas mengajar di kelas.&#13;
&#13;
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni menerangkan, jumlah tenaga pengajar belum memadai dengan sebaran sekolah yang ada.&#13;
&#13;
Penyebab kekurangan tenaga pengajar itu antara lain karena banyak yang sudah mulai pensiun bahkan ada pula yang meninggal dunia hingga memicu kekosongan guru di sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlahnya belum ideal lah dengan kebutuhan, apalagi dengan rencana penambahan beberapa sekolah (negeri). Kita butuh tambahan guru,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (30/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi itu tak lepas dari penerapan kebijakan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Di mana, setiap instansi pusat-daerah&amp;nbsp; tak boleh lagi merekrut pegawai baru Non-ASN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini karena belum ada kebijakan dari pusat ya, kan kita tidak boleh menerima guru-guru di luar yang ASN ya. Jadi kita memberdayakan guru yang ada saja,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Meski begitu, Deden memastikan tiap sekolah tetap harus maksimal mengisi semua materi pelajaran di kelas hingga ada kebijakan baru dari pusat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimanapun tidak boleh ada kekosongan di dunia pendidikan kita. Maka kami menunggu kebijakan supaya memungkinkan, apapun mekanismenya, supaya kekosongan itu bisa segera terisi,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Sekolah yang kekurangan tenaga pengajar diantaranya berada &amp;nbsp;di Kecamatan Setu, kawasan Pondok Ranji, Ciputat. &amp;nbsp;Jumlah guru yang kurang memadai itu terus melebar ke sekolah negeri lainnya di Kota Tangsel, dari tingkat SD Negeri, SMP Negeri, hingga jenjang SMA Negeri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
