<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Dahsyat Venezuela Hancurkan 58 Ribu Lebih Bangunan, Tewaskan Setidaknya 1.719 Orang</title><description>Ribuan korban gempa dilaporkan masih hilang dan upaya pencarian masih dilakukan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/01/18/3227392/gempa-dahsyat-venezuela-hancurkan-58-ribu-lebih-bangunan-tewaskan-setidaknya-1-719-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/01/18/3227392/gempa-dahsyat-venezuela-hancurkan-58-ribu-lebih-bangunan-tewaskan-setidaknya-1-719-orang"/><item><title>Gempa Dahsyat Venezuela Hancurkan 58 Ribu Lebih Bangunan, Tewaskan Setidaknya 1.719 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/01/18/3227392/gempa-dahsyat-venezuela-hancurkan-58-ribu-lebih-bangunan-tewaskan-setidaknya-1-719-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/01/18/3227392/gempa-dahsyat-venezuela-hancurkan-58-ribu-lebih-bangunan-tewaskan-setidaknya-1-719-orang</guid><pubDate>Rabu 01 Juli 2026 01:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/30/18/3227392/bangunan_yang_runtuh_akibat_gempa_di_venezuela-q9xH_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Bangunan yang runtuh akibat gempa di Venezuela. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/30/18/3227392/bangunan_yang_runtuh_akibat_gempa_di_venezuela-q9xH_large.png</image><title>Bangunan yang runtuh akibat gempa di Venezuela. </title></images><description>CARACAS - Dua gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela pekan lalu merusak atau menghancurkan lebih dari 58.000 bangunan, menurut penilaian awal data satelit yang diterbitkan oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA.&#13;
&#13;
Laporan terbaru menyebutkan 1.719 orang tewas dan puluhan ribu lainnya masih hilang setelah gempa berkekuatan M7,2 dan M7,5 melanda Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di seluruh wilayah yang terkena dampak&amp;quot; berdasarkan data radar satelit yang dikumpulkan pada 25 Juni, sehari setelah gempa, menurut peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Oregon State University, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
Kedua peneliti tersebut mengutip data dari satelit pencitraan radar resolusi tinggi Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah penilaian awal yang cepat. Ini mencerminkan perubahan permukaan yang tiba-tiba dan konsisten dengan kerusakan,&amp;quot; tulis para peneliti, menambahkan bahwa angka tersebut hanya boleh dibaca sebagai indikator dan belum diverifikasi di lapangan.&#13;
&#13;
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan pada Senin, (29/6/2026) bahwa 855 bangunan telah rusak, termasuk 189 &amp;quot;runtuh total.&amp;quot;&#13;
&#13;
NASA mengatakan bahwa satelitnya &amp;quot;memberikan dukungan penting, menangkap citra dan data untuk membantu tim di lapangan menilai dampak dan memandu upaya penanggulangan.&amp;quot;&#13;
</description><content:encoded>CARACAS - Dua gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela pekan lalu merusak atau menghancurkan lebih dari 58.000 bangunan, menurut penilaian awal data satelit yang diterbitkan oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA.&#13;
&#13;
Laporan terbaru menyebutkan 1.719 orang tewas dan puluhan ribu lainnya masih hilang setelah gempa berkekuatan M7,2 dan M7,5 melanda Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di seluruh wilayah yang terkena dampak&amp;quot; berdasarkan data radar satelit yang dikumpulkan pada 25 Juni, sehari setelah gempa, menurut peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Oregon State University, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
Kedua peneliti tersebut mengutip data dari satelit pencitraan radar resolusi tinggi Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah penilaian awal yang cepat. Ini mencerminkan perubahan permukaan yang tiba-tiba dan konsisten dengan kerusakan,&amp;quot; tulis para peneliti, menambahkan bahwa angka tersebut hanya boleh dibaca sebagai indikator dan belum diverifikasi di lapangan.&#13;
&#13;
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan pada Senin, (29/6/2026) bahwa 855 bangunan telah rusak, termasuk 189 &amp;quot;runtuh total.&amp;quot;&#13;
&#13;
NASA mengatakan bahwa satelitnya &amp;quot;memberikan dukungan penting, menangkap citra dan data untuk membantu tim di lapangan menilai dampak dan memandu upaya penanggulangan.&amp;quot;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
