<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Ojol dan Taksi Online Demo di Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup</title><description>Pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online yang tergabung dalam Gerakan Ojol Indonesia Bersatu (GOIB) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026) siang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/02/338/3227832/ratusan-ojol-dan-taksi-online-demo-di-monas-jalan-medan-merdeka-selatan-ditutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/02/338/3227832/ratusan-ojol-dan-taksi-online-demo-di-monas-jalan-medan-merdeka-selatan-ditutup"/><item><title>Ratusan Ojol dan Taksi Online Demo di Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/02/338/3227832/ratusan-ojol-dan-taksi-online-demo-di-monas-jalan-medan-merdeka-selatan-ditutup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/02/338/3227832/ratusan-ojol-dan-taksi-online-demo-di-monas-jalan-medan-merdeka-selatan-ditutup</guid><pubDate>Kamis 02 Juli 2026 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/02/338/3227832/ojol-0PRw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo ojol di Monas, Jakarta (Foto: Yuwantoro Winduajie/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/02/338/3227832/ojol-0PRw_large.jpg</image><title>Demo ojol di Monas, Jakarta (Foto: Yuwantoro Winduajie/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online yang tergabung dalam Gerakan Ojol Indonesia Bersatu (GOIB) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026) siang.&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, massa aksi datang menggunakan sepeda motor dan mobil. Kendaraan para peserta aksi, terutama mobil, tampak diparkir memanjang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan.&#13;
&#13;
Kehadiran ratusan pengemudi roda dua dan roda empat dalam demonstrasi tersebut membuat Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup total, khususnya dari arah MH Thamrin menuju Gambir. Sementara dari arah sebaliknya terpantau normal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, massa terpantau membawa satu unit mobil komando yang digunakan sebagai pusat orasi. Sebagian besar peserta terlihat mengenakan atribut dan jaket berwarna hijau khas pengemudi transportasi daring.&#13;
&#13;
Aparat kepolisian tampak berjaga dengan membuat blokade dan barisan pengamanan di depan massa aksi. Dari atas mobil komando, para peserta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.&#13;
&#13;
Dalam aksinya, massa mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Lembaran Negara atas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Mereka juga menuntut agar potongan aplikasi sebesar 8 persen diberlakukan untuk seluruh layanan transportasi daring.&#13;
&#13;
Massa turut menyampaikan bahwa potongan 8 persen pada kenyataannya belum berlaku di lapangan. &amp;quot;Bicaranya (potongan) 8 persen tapi lebih-lebih potongannya. Jangan ngasih pejabat aja, rakyat juga butuh makan,&amp;quot; kata salah satu orator.&#13;
&#13;
Selain itu, massa meminta pemerintah menjamin ketersediaan bahan bakar Pertalite yang dinilai semakin sulit diperoleh di lapangan. Mereka juga mendesak hadirnya regulasi tarif untuk layanan pengantaran barang dan makanan serta penerapan skema perhitungan potongan 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator sesuai Kepmenhub Nomor 667 Tahun 2022.&#13;
&#13;
Di tengah aksi, orator juga menyampaikan keinginan massa untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. &amp;quot;Kita di sini mau bertemu Pak Prabowo. Kalau enggak boleh masuk, apa kita jalan kaki ke Istana?&amp;quot; kata orator dari atas mobil komando.&#13;
&#13;
Massa sempat berencana bergerak menuju Istana Negara. Namun, blokade aparat di Jalan Medan Merdeka Selatan membuat mereka tertahan di lokasi aksi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online yang tergabung dalam Gerakan Ojol Indonesia Bersatu (GOIB) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026) siang.&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, massa aksi datang menggunakan sepeda motor dan mobil. Kendaraan para peserta aksi, terutama mobil, tampak diparkir memanjang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan.&#13;
&#13;
Kehadiran ratusan pengemudi roda dua dan roda empat dalam demonstrasi tersebut membuat Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup total, khususnya dari arah MH Thamrin menuju Gambir. Sementara dari arah sebaliknya terpantau normal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, massa terpantau membawa satu unit mobil komando yang digunakan sebagai pusat orasi. Sebagian besar peserta terlihat mengenakan atribut dan jaket berwarna hijau khas pengemudi transportasi daring.&#13;
&#13;
Aparat kepolisian tampak berjaga dengan membuat blokade dan barisan pengamanan di depan massa aksi. Dari atas mobil komando, para peserta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.&#13;
&#13;
Dalam aksinya, massa mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Lembaran Negara atas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Mereka juga menuntut agar potongan aplikasi sebesar 8 persen diberlakukan untuk seluruh layanan transportasi daring.&#13;
&#13;
Massa turut menyampaikan bahwa potongan 8 persen pada kenyataannya belum berlaku di lapangan. &amp;quot;Bicaranya (potongan) 8 persen tapi lebih-lebih potongannya. Jangan ngasih pejabat aja, rakyat juga butuh makan,&amp;quot; kata salah satu orator.&#13;
&#13;
Selain itu, massa meminta pemerintah menjamin ketersediaan bahan bakar Pertalite yang dinilai semakin sulit diperoleh di lapangan. Mereka juga mendesak hadirnya regulasi tarif untuk layanan pengantaran barang dan makanan serta penerapan skema perhitungan potongan 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator sesuai Kepmenhub Nomor 667 Tahun 2022.&#13;
&#13;
Di tengah aksi, orator juga menyampaikan keinginan massa untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. &amp;quot;Kita di sini mau bertemu Pak Prabowo. Kalau enggak boleh masuk, apa kita jalan kaki ke Istana?&amp;quot; kata orator dari atas mobil komando.&#13;
&#13;
Massa sempat berencana bergerak menuju Istana Negara. Namun, blokade aparat di Jalan Medan Merdeka Selatan membuat mereka tertahan di lokasi aksi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
