<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba, Pesan Kapolri ke Anak Buah: Tindak Tegas Bandar!</title><description>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengambil tindakan tegas, dan terukur terhadap bandar maupun gembong narkoba yang melawan penegakan hukum.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/03/337/3228039/1-polisi-gugur-saat-gerebek-narkoba-pesan-kapolri-ke-anak-buah-tindak-tegas-bandar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/03/337/3228039/1-polisi-gugur-saat-gerebek-narkoba-pesan-kapolri-ke-anak-buah-tindak-tegas-bandar"/><item><title>1 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba, Pesan Kapolri ke Anak Buah: Tindak Tegas Bandar!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/03/337/3228039/1-polisi-gugur-saat-gerebek-narkoba-pesan-kapolri-ke-anak-buah-tindak-tegas-bandar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/03/337/3228039/1-polisi-gugur-saat-gerebek-narkoba-pesan-kapolri-ke-anak-buah-tindak-tegas-bandar</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2026 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/03/337/3228039/kapolri_jenderal_listyo_sigit_prabowo-hBia_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/03/337/3228039/kapolri_jenderal_listyo_sigit_prabowo-hBia_large.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengambil tindakan tegas, dan terukur terhadap bandar maupun gembong narkoba yang melawan penegakan hukum.&#13;
&#13;
Instruksi tersebut disampaikan menyusul gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, saat melakukan penangkapan dan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lakukan tindakan tegas dan terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum, apalagi jika membahayakan jiwa petugas maupun masyarakat,&amp;quot; kata Sigit kepada Okezone di Jakarta, Jumat (3/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Sigit, tindakan tegas terhadap para bandar narkoba bertujuan melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya laten penyalahgunaan narkotika.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba yang dapat merusak generasi bangsa,&amp;quot; ujar Sigit.&#13;
&#13;
Selain itu, Sigit menegaskan Indonesia akan menghadapi bonus demografi sehingga generasi muda harus dijaga dari ancaman penyalahgunaan narkoba.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam menghadapi momentum bonus demografi, generasi bangsa harus betul-betul kita jaga bersama,&amp;quot; ucap Sigit.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kronologi kejadian&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.&#13;
&#13;
Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel kemudian diterjunkan dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok, dengan tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,&amp;quot; ujar Eko.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Situasi semakin memanas karena massa terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Eko mengatakan seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengambil tindakan tegas, dan terukur terhadap bandar maupun gembong narkoba yang melawan penegakan hukum.&#13;
&#13;
Instruksi tersebut disampaikan menyusul gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, saat melakukan penangkapan dan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lakukan tindakan tegas dan terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum, apalagi jika membahayakan jiwa petugas maupun masyarakat,&amp;quot; kata Sigit kepada Okezone di Jakarta, Jumat (3/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Sigit, tindakan tegas terhadap para bandar narkoba bertujuan melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya laten penyalahgunaan narkotika.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba yang dapat merusak generasi bangsa,&amp;quot; ujar Sigit.&#13;
&#13;
Selain itu, Sigit menegaskan Indonesia akan menghadapi bonus demografi sehingga generasi muda harus dijaga dari ancaman penyalahgunaan narkoba.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam menghadapi momentum bonus demografi, generasi bangsa harus betul-betul kita jaga bersama,&amp;quot; ucap Sigit.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kronologi kejadian&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.&#13;
&#13;
Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel kemudian diterjunkan dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok, dengan tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,&amp;quot; ujar Eko.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Situasi semakin memanas karena massa terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Eko mengatakan seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
