<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang Polisi Gugur, 2 Lainnya Hilang dalam Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng</title><description>Polres Katingan masih melakukan pencarian Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana yang belum dapat ditemukan usai penggerebekan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/03/340/3227953/seorang-polisi-gugur-2-lainnya-hilang-dalam-penggerebekan-bandar-narkoba-di-kalteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/03/340/3227953/seorang-polisi-gugur-2-lainnya-hilang-dalam-penggerebekan-bandar-narkoba-di-kalteng"/><item><title>Seorang Polisi Gugur, 2 Lainnya Hilang dalam Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/03/340/3227953/seorang-polisi-gugur-2-lainnya-hilang-dalam-penggerebekan-bandar-narkoba-di-kalteng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/03/340/3227953/seorang-polisi-gugur-2-lainnya-hilang-dalam-penggerebekan-bandar-narkoba-di-kalteng</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2026 08:59 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/03/340/3227953/ilustrasi-T3QA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/03/340/3227953/ilustrasi-T3QA_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Satu orang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dan dua lainnya dilaporkan hilang usai melakukan penggerebekan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Aipda Yudhie Perdana Putra gugur karena diserang oleh bandar narkoba, sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana belum diketahui keberadaannya usai penggerebekan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepolisian juga masih melakukan pencarian terhadap dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang belum diketahui keberadaannya,&amp;quot; kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Kamis (2/7/2026).&#13;
&#13;
Eko mengungkapkan, operasi pemberantasan narkoba tersebut berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 malam hingga Kamis, 2 Juli dini hari. Personel menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.&#13;
&#13;
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok.&#13;
&#13;
Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang. Berdasarkan laporan kepolisian, massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan.&#13;
&#13;
Eko menegaskan setiap operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia memastikan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penanganan kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,&amp;quot; tutup Eko.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Satu orang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dan dua lainnya dilaporkan hilang usai melakukan penggerebekan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Aipda Yudhie Perdana Putra gugur karena diserang oleh bandar narkoba, sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana belum diketahui keberadaannya usai penggerebekan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepolisian juga masih melakukan pencarian terhadap dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang belum diketahui keberadaannya,&amp;quot; kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Kamis (2/7/2026).&#13;
&#13;
Eko mengungkapkan, operasi pemberantasan narkoba tersebut berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 malam hingga Kamis, 2 Juli dini hari. Personel menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.&#13;
&#13;
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok.&#13;
&#13;
Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang. Berdasarkan laporan kepolisian, massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan.&#13;
&#13;
Eko menegaskan setiap operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia memastikan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penanganan kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,&amp;quot; tutup Eko.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
