<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Kritik Konten BEM Psikologi UI soal Homoseksual, Kampus Diminta Perkuat Pendidikan Karakter</title><description>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M. Cholil Nafis, mengkritik konten kajian yang diunggah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) bertajuk &quot;Homoseksual Bukan Penyimpangan&quot;. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/04/337/3228247/mui-kritik-konten-bem-psikologi-ui-soal-homoseksual-kampus-diminta-perkuat-pendidikan-karakter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/04/337/3228247/mui-kritik-konten-bem-psikologi-ui-soal-homoseksual-kampus-diminta-perkuat-pendidikan-karakter"/><item><title>MUI Kritik Konten BEM Psikologi UI soal Homoseksual, Kampus Diminta Perkuat Pendidikan Karakter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/04/337/3228247/mui-kritik-konten-bem-psikologi-ui-soal-homoseksual-kampus-diminta-perkuat-pendidikan-karakter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/04/337/3228247/mui-kritik-konten-bem-psikologi-ui-soal-homoseksual-kampus-diminta-perkuat-pendidikan-karakter</guid><pubDate>Sabtu 04 Juli 2026 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/04/337/3228247/mui-otv3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Umum MUI, KH M. Cholil Nafis (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/04/337/3228247/mui-otv3_large.jpg</image><title>Wakil Ketua Umum MUI, KH M. Cholil Nafis (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M. Cholil Nafis, mengkritik konten kajian yang diunggah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) bertajuk &amp;quot;Homoseksual Bukan Penyimpangan&amp;quot;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan spiritual.&#13;
&#13;
Cholil mengatakan, predikat UI sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia membawa tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;quot;UI sebagai kampus terbaik di Indonesia harus memastikan mahasiswa memiliki mental dan karakter yang baik. Tidak cukup hanya mengasah intelektualitasnya, tetapi juga harus mengajarkan mental dan spiritual,&amp;quot; kata Cholil, Sabtu (4/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tugas perguruan tinggi tidak berhenti pada pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan juga mencakup pembentukan kepribadian mahasiswa secara utuh. Karena itu, ia menilai kampus memiliki tanggung jawab moral agar proses pendidikan berjalan seiring dengan pembinaan karakter.&#13;
&#13;
Cholil menilai munculnya narasi mengenai isu homoseksual dari organisasi kemahasiswaan menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter di lingkungan kampus. Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, UI dinilai perlu menjadi teladan dalam mencetak generasi yang matang secara intelektual sekaligus memiliki fondasi moral yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rais Syuriah PBNU itu menambahkan, kecerdasan akademik tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diimbangi dengan kematangan mental dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa pendidikan yang mengabaikan pembentukan karakter berpotensi melahirkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi kurang memiliki pegangan terhadap nilai-nilai agama dan norma sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;UI berkewajiban selain mengajarkan ilmu juga mendidik karakter mahasiswa agar tidak menjadi masalah di masa depan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Universitas Indonesia menegaskan materi kajian yang diproduksi organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Psikologi bukan merupakan sikap maupun pernyataan resmi institusi.&#13;
&#13;
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Dr. Erwin Agustian Panigoro, mengatakan materi yang dibuat organisasi kemahasiswaan berada di luar posisi resmi universitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perlu kami tegaskan bahwa materi kajian organisasi kemahasiswaan tidak mencerminkan posisi resmi institusi Universitas Indonesia,&amp;quot; ujar Erwin dalam keterangan tertulis Nomor PENG-308/UN2.HIP/HMI.03/2026 yang dirilis di Depok, Jumat (3/7/2026).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M. Cholil Nafis, mengkritik konten kajian yang diunggah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) bertajuk &amp;quot;Homoseksual Bukan Penyimpangan&amp;quot;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan spiritual.&#13;
&#13;
Cholil mengatakan, predikat UI sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia membawa tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;quot;UI sebagai kampus terbaik di Indonesia harus memastikan mahasiswa memiliki mental dan karakter yang baik. Tidak cukup hanya mengasah intelektualitasnya, tetapi juga harus mengajarkan mental dan spiritual,&amp;quot; kata Cholil, Sabtu (4/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tugas perguruan tinggi tidak berhenti pada pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan juga mencakup pembentukan kepribadian mahasiswa secara utuh. Karena itu, ia menilai kampus memiliki tanggung jawab moral agar proses pendidikan berjalan seiring dengan pembinaan karakter.&#13;
&#13;
Cholil menilai munculnya narasi mengenai isu homoseksual dari organisasi kemahasiswaan menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter di lingkungan kampus. Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, UI dinilai perlu menjadi teladan dalam mencetak generasi yang matang secara intelektual sekaligus memiliki fondasi moral yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rais Syuriah PBNU itu menambahkan, kecerdasan akademik tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diimbangi dengan kematangan mental dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa pendidikan yang mengabaikan pembentukan karakter berpotensi melahirkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi kurang memiliki pegangan terhadap nilai-nilai agama dan norma sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;UI berkewajiban selain mengajarkan ilmu juga mendidik karakter mahasiswa agar tidak menjadi masalah di masa depan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Universitas Indonesia menegaskan materi kajian yang diproduksi organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Psikologi bukan merupakan sikap maupun pernyataan resmi institusi.&#13;
&#13;
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Dr. Erwin Agustian Panigoro, mengatakan materi yang dibuat organisasi kemahasiswaan berada di luar posisi resmi universitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perlu kami tegaskan bahwa materi kajian organisasi kemahasiswaan tidak mencerminkan posisi resmi institusi Universitas Indonesia,&amp;quot; ujar Erwin dalam keterangan tertulis Nomor PENG-308/UN2.HIP/HMI.03/2026 yang dirilis di Depok, Jumat (3/7/2026).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
