<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Hamil Tewas Terkena Peluru Nyasar, TNI: Tembakan Berasal dari  KKB di Tiga Titik Berbeda!</title><description>Kepala Penerangan Koops Habema TNI Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/04/340/3228263/ibu-hamil-tewas-terkena-peluru-nyasar-tni-tembakan-berasal-dari-kkb-di-tiga-titik-berbeda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/04/340/3228263/ibu-hamil-tewas-terkena-peluru-nyasar-tni-tembakan-berasal-dari-kkb-di-tiga-titik-berbeda"/><item><title>Ibu Hamil Tewas Terkena Peluru Nyasar, TNI: Tembakan Berasal dari  KKB di Tiga Titik Berbeda!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/04/340/3228263/ibu-hamil-tewas-terkena-peluru-nyasar-tni-tembakan-berasal-dari-kkb-di-tiga-titik-berbeda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/04/340/3228263/ibu-hamil-tewas-terkena-peluru-nyasar-tni-tembakan-berasal-dari-kkb-di-tiga-titik-berbeda</guid><pubDate>Sabtu 04 Juli 2026 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/04/340/3228263/tni-kRwy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Penerangan Koops Habema TNI Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/04/340/3228263/tni-kRwy_large.jpg</image><title>Kepala Penerangan Koops Habema TNI Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna</title></images><description>TIMIKA - Koops TNI Habema berbelasungkawa &amp;nbsp;atas meninggalnya warga sipil Melkiana Dwitau dalam insiden gangguan tembakan di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Diketahui, korban meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Penerangan Koops Habema TNI Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan. Perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas Koops TNI Habema.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Letkol Wirya, Sabtu (4/7/2027).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Selama rangkaian kejadian tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan (stelling) sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Wirya melanjutkan, hasil analisis spasial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.&#13;
&#13;
Sementara itu, lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses analisis kejadian yang masih terus didalami bersama fakta-fakta lapangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peristiwa ini kata dia, menunjukkan bahwa penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Karena itu, Koops TNI Habema terus mengedepankan langkah-langkah yang terukur dan profesional agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Koops TNI Habema mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat akan terus menjadi komitmen Koops TNI Habema dalam setiap pelaksanaan tugas,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tutup Wirya.&#13;
</description><content:encoded>TIMIKA - Koops TNI Habema berbelasungkawa &amp;nbsp;atas meninggalnya warga sipil Melkiana Dwitau dalam insiden gangguan tembakan di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Diketahui, korban meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Penerangan Koops Habema TNI Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan. Perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas Koops TNI Habema.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Letkol Wirya, Sabtu (4/7/2027).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Selama rangkaian kejadian tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan (stelling) sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Wirya melanjutkan, hasil analisis spasial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.&#13;
&#13;
Sementara itu, lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses analisis kejadian yang masih terus didalami bersama fakta-fakta lapangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peristiwa ini kata dia, menunjukkan bahwa penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Karena itu, Koops TNI Habema terus mengedepankan langkah-langkah yang terukur dan profesional agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Koops TNI Habema mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat akan terus menjadi komitmen Koops TNI Habema dalam setiap pelaksanaan tugas,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tutup Wirya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
