<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Polisi Tewas saat Gerebek Narkoba, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sungai</title><description>Sebanyak tiga personel kepolisian tewas terkait dengan peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, pada Rabu 1 Juli 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/05/340/3228316/3-polisi-tewas-saat-gerebek-narkoba-aiptu-sumaryanto-ditemukan-tak-bernyawa-di-pinggir-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/05/340/3228316/3-polisi-tewas-saat-gerebek-narkoba-aiptu-sumaryanto-ditemukan-tak-bernyawa-di-pinggir-sungai"/><item><title>3 Polisi Tewas saat Gerebek Narkoba, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sungai</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/05/340/3228316/3-polisi-tewas-saat-gerebek-narkoba-aiptu-sumaryanto-ditemukan-tak-bernyawa-di-pinggir-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/05/340/3228316/3-polisi-tewas-saat-gerebek-narkoba-aiptu-sumaryanto-ditemukan-tak-bernyawa-di-pinggir-sungai</guid><pubDate>Minggu 05 Juli 2026 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/05/340/3228316/polri-EnOG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi Jenazah  Aiptu Sumaryanto/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/05/340/3228316/polri-EnOG_large.jpg</image><title>Evakuasi Jenazah  Aiptu Sumaryanto/ist</title></images><description>JAKARTA - Satu personel kepolisian Polres Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) Aiptu Sumaryanto ditemukan tewas&amp;nbsp;di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Minggu (5/7/2026).&#13;
&#13;
Aiptu Sumaryanto diketahui ikut dalam peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, pada Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Telah ditemukannya 1 jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto,&amp;quot; kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Jakarta.&#13;
&#13;
Setelah dilakukan pencarian dan ditemukan, personel kepolisian yang gugur akibat bandar narkoba melakukan perlawanan itu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palangkaraya.&amp;nbsp;&amp;quot;Mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara, Palangkaraya,&amp;quot; ujar Eko.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebanyak tiga personel kepolisian tewas terkait dengan peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, pada Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
Ketiganya adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto.&#13;
&#13;
Kronologi Kejadian&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.&#13;
&#13;
Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan tik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,&amp;quot; ujar Eko.&#13;
&#13;
Situasi semakin memanas lantaran massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Satu personel kepolisian Polres Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) Aiptu Sumaryanto ditemukan tewas&amp;nbsp;di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Minggu (5/7/2026).&#13;
&#13;
Aiptu Sumaryanto diketahui ikut dalam peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, pada Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Telah ditemukannya 1 jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto,&amp;quot; kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Jakarta.&#13;
&#13;
Setelah dilakukan pencarian dan ditemukan, personel kepolisian yang gugur akibat bandar narkoba melakukan perlawanan itu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palangkaraya.&amp;nbsp;&amp;quot;Mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara, Palangkaraya,&amp;quot; ujar Eko.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebanyak tiga personel kepolisian tewas terkait dengan peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, pada Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
Ketiganya adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto.&#13;
&#13;
Kronologi Kejadian&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.&#13;
&#13;
Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan tik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,&amp;quot; ujar Eko.&#13;
&#13;
Situasi semakin memanas lantaran massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
