<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragedi 3 Polisi Tewas saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng, Begini Kronologi Lengkapnya!</title><description>Situasi semakin memanas lantaran massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/06/340/3228359/tragedi-3-polisi-tewas-saat-gerebek-bandar-narkoba-di-kalteng-begini-kronologi-lengkapnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/06/340/3228359/tragedi-3-polisi-tewas-saat-gerebek-bandar-narkoba-di-kalteng-begini-kronologi-lengkapnya"/><item><title>Tragedi 3 Polisi Tewas saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng, Begini Kronologi Lengkapnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/06/340/3228359/tragedi-3-polisi-tewas-saat-gerebek-bandar-narkoba-di-kalteng-begini-kronologi-lengkapnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/06/340/3228359/tragedi-3-polisi-tewas-saat-gerebek-bandar-narkoba-di-kalteng-begini-kronologi-lengkapnya</guid><pubDate>Senin 06 Juli 2026 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/05/340/3228359/polri-srtv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi Jenazah Polisi yang Tewas saat Gerebek Narkoba</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/05/340/3228359/polri-srtv_large.jpg</image><title>Evakuasi Jenazah Polisi yang Tewas saat Gerebek Narkoba</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan kronologi 3 polisi tewas dalam peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, pada Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
Korban tewas adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto yang jasadnya baru ditemukan di pinggir sungai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awalnya, Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei,&amp;rdquo; ujar Eko Minggu (7/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan titik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Situasi semakin memanas lantaran massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel.&#13;
&#13;
Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan kronologi 3 polisi tewas dalam peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, pada Rabu 1 Juli 2026.&#13;
&#13;
Korban tewas adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto yang jasadnya baru ditemukan di pinggir sungai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awalnya, Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei,&amp;rdquo; ujar Eko Minggu (7/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan titik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Situasi semakin memanas lantaran massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel.&#13;
&#13;
Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
