<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MPR: Tidak Ada Poin Pemakzulan Wapres di Balik Wacana Amandemen UUD 1945!</title><description>Muzani menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada satu pasal pun yang berkaitan dengan naskah draf amandemen. Sehingga, amandemen ini memang masih sebatas wacana saja.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/08/337/3229023/mpr-tidak-ada-poin-pemakzulan-wapres-di-balik-wacana-amandemen-uud-1945</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/08/337/3229023/mpr-tidak-ada-poin-pemakzulan-wapres-di-balik-wacana-amandemen-uud-1945"/><item><title>MPR: Tidak Ada Poin Pemakzulan Wapres di Balik Wacana Amandemen UUD 1945!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/08/337/3229023/mpr-tidak-ada-poin-pemakzulan-wapres-di-balik-wacana-amandemen-uud-1945</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/08/337/3229023/mpr-tidak-ada-poin-pemakzulan-wapres-di-balik-wacana-amandemen-uud-1945</guid><pubDate>Rabu 08 Juli 2026 23:36 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/08/337/3229023/mpr_ri-Q7kY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Ketua MPR RI Ahmad Muzani /Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/08/337/3229023/mpr_ri-Q7kY_large.jpg</image><title> Ketua MPR RI Ahmad Muzani /Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani membantah adanya isu yang menyebut wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, salah satunya untuk mengatur pemakzulan Wakil Presiden (Wapres).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kayaknya enggak ada sama sekali. Masih seperti yang dulu, enggak ada tuh. Itu isu isu yang enggak ada dasarnya, enggak ada, Enggak ada,&amp;quot; tegas Muzani saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Rabu (8/7/2026).&#13;
&#13;
Muzani menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada satu pasal pun yang berkaitan dengan naskah draf amandemen. Sehingga, amandemen ini memang masih sebatas wacana saja.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada belum ada satu pasal pun tentang naskah draf amendemen, belum ada sama sekali,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, kata dia, Presiden Prabowo Subianto telah mewanti-wanti terkait wacana amandemen UUD 1945 ini agar MPR harus berhati-hati. Dan yang terpenting adalah melibatkan semua unsur elemen masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan karena itu sekali lagi, MPR tidak menutup rapat tentang kemungkinan amendemen, meskipun kami juga tidak membuka lebar-lebar. Tapi tetap kami kami tetap dengarkan semua pandangan, aspirasi yang berkembang di sini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu tadi kami persoalan ini juga bagian dari yang kami diskusikan secara intens kepada Mahkamah Konstitusi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani membantah adanya isu yang menyebut wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, salah satunya untuk mengatur pemakzulan Wakil Presiden (Wapres).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kayaknya enggak ada sama sekali. Masih seperti yang dulu, enggak ada tuh. Itu isu isu yang enggak ada dasarnya, enggak ada, Enggak ada,&amp;quot; tegas Muzani saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Rabu (8/7/2026).&#13;
&#13;
Muzani menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada satu pasal pun yang berkaitan dengan naskah draf amandemen. Sehingga, amandemen ini memang masih sebatas wacana saja.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada belum ada satu pasal pun tentang naskah draf amendemen, belum ada sama sekali,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, kata dia, Presiden Prabowo Subianto telah mewanti-wanti terkait wacana amandemen UUD 1945 ini agar MPR harus berhati-hati. Dan yang terpenting adalah melibatkan semua unsur elemen masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan karena itu sekali lagi, MPR tidak menutup rapat tentang kemungkinan amendemen, meskipun kami juga tidak membuka lebar-lebar. Tapi tetap kami kami tetap dengarkan semua pandangan, aspirasi yang berkembang di sini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu tadi kami persoalan ini juga bagian dari yang kami diskusikan secara intens kepada Mahkamah Konstitusi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
