<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Kebakaran TPA Jatiwaringin, BPBD Tangerang: Titik Api Tersisa 30 Persen</title><description>Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih terus dilakukan hingga memasuki hari kesembilan, Rabu (8/7/2026).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/08/338/3228898/update-kebakaran-tpa-jatiwaringin-bpbd-tangerang-titik-api-tersisa-30-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/08/338/3228898/update-kebakaran-tpa-jatiwaringin-bpbd-tangerang-titik-api-tersisa-30-persen"/><item><title>Update Kebakaran TPA Jatiwaringin, BPBD Tangerang: Titik Api Tersisa 30 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/08/338/3228898/update-kebakaran-tpa-jatiwaringin-bpbd-tangerang-titik-api-tersisa-30-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/08/338/3228898/update-kebakaran-tpa-jatiwaringin-bpbd-tangerang-titik-api-tersisa-30-persen</guid><pubDate>Rabu 08 Juli 2026 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/08/338/3228898/kebakaran_tpa_jatiwaringin-GK9C_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di TPA Jatiwaringin (foto: BPBD)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/08/338/3228898/kebakaran_tpa_jatiwaringin-GK9C_large.JPG</image><title>Kebakaran di TPA Jatiwaringin (foto: BPBD)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih terus dilakukan hingga memasuki hari kesembilan, Rabu (8/7/2026).&#13;
&#13;
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memperkirakan masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area seluas 15 hektare yang sebelumnya terbakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memasuki hari ke-9, hasil sampai hari ini sekitar 30 persen lagi dari 15 hektare yang terbakar,&amp;quot; kata Taufik kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, petugas terus berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi munculnya api baru dari dalam tumpukan sampah.&#13;
&#13;
Taufik menjelaskan, kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Tumpukan sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun menghasilkan gas metana sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Petugas harus mengurai gunungan sampah menggunakan alat berat agar titik api di bagian dalam lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang struktur sampah dengan gambut ini berbeda. Kalau gambut memang sulit juga, tapi lebih berat TPA, sampah TPA yang menggunung, bukan sekadar sampah, tetapi yang sudah menggunung puluhan tahun karena mengandung gas metana,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hingga kini, pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode, yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Pemadaman) dengan tiga metode. Yang pertama dari darat oleh pemadam kebakaran. Kemudian dari BNPB menggunakan helikopter water bombing. Jumlahnya secara bertahap meningkat, mulai dari satu, dua, hingga sekarang empat unit. Namun, yang beroperasi hari ini tiga unit karena satu unit digunakan untuk kegiatan lain,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih terus dilakukan hingga memasuki hari kesembilan, Rabu (8/7/2026).&#13;
&#13;
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memperkirakan masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area seluas 15 hektare yang sebelumnya terbakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memasuki hari ke-9, hasil sampai hari ini sekitar 30 persen lagi dari 15 hektare yang terbakar,&amp;quot; kata Taufik kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, petugas terus berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi munculnya api baru dari dalam tumpukan sampah.&#13;
&#13;
Taufik menjelaskan, kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Tumpukan sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun menghasilkan gas metana sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Petugas harus mengurai gunungan sampah menggunakan alat berat agar titik api di bagian dalam lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang struktur sampah dengan gambut ini berbeda. Kalau gambut memang sulit juga, tapi lebih berat TPA, sampah TPA yang menggunung, bukan sekadar sampah, tetapi yang sudah menggunung puluhan tahun karena mengandung gas metana,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hingga kini, pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode, yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Pemadaman) dengan tiga metode. Yang pertama dari darat oleh pemadam kebakaran. Kemudian dari BNPB menggunakan helikopter water bombing. Jumlahnya secara bertahap meningkat, mulai dari satu, dua, hingga sekarang empat unit. Namun, yang beroperasi hari ini tiga unit karena satu unit digunakan untuk kegiatan lain,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
