<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Pertama Sekolah, SDN di Jagakarsa Diancam Bom Lewat WhatsApp</title><description>Ancaman bom menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama masuk sekolah usai libur panjang, Senin (13/7/2026). Ancaman tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp saat siswa dan guru tengah mengikuti upacara bendera.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229765/hari-pertama-sekolah-sdn-di-jagakarsa-diancam-bom-lewat-whatsapp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229765/hari-pertama-sekolah-sdn-di-jagakarsa-diancam-bom-lewat-whatsapp"/><item><title>Hari Pertama Sekolah, SDN di Jagakarsa Diancam Bom Lewat WhatsApp</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229765/hari-pertama-sekolah-sdn-di-jagakarsa-diancam-bom-lewat-whatsapp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229765/hari-pertama-sekolah-sdn-di-jagakarsa-diancam-bom-lewat-whatsapp</guid><pubDate>Senin 13 Juli 2026 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/13/338/3229765/sdn_srengseng_sawah_15_diteror_bom-Ry8C_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/13/338/3229765/sdn_srengseng_sawah_15_diteror_bom-Ry8C_large.jpg</image><title>SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ancaman bom menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama masuk sekolah usai libur panjang, Senin (13/7/2026). Ancaman tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp saat siswa dan guru tengah mengikuti upacara bendera.&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporannya pukul 07.30 WIB. Memang ancamannya dikirim lewat WhatsApp saat semua sedang upacara. Setelah upacara selesai, baru pesan itu dilihat. Kami bersama camat dan lurah langsung menuju lokasi,&amp;quot; kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, saat dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Nurma menjelaskan, pesan ancaman bom dikirim melalui WhatsApp secara pribadi kepada seorang guru dan petugas tata usaha (TU). Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera mendatangi sekolah dan mengevakuasi seluruh siswa serta tenaga pendidik ke luar area sekolah sebagai langkah antisipasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak sudah dievakuasi. Kami arahkan keluar dari lingkungan sekolah terlebih dahulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror kemudian melakukan penyisiran di seluruh area sekolah. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan adanya bahan peledak maupun benda mencurigakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasilnya nihil, tetapi penyisiran masih terus dilakukan,&amp;quot; tutup Nurma.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ancaman bom menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama masuk sekolah usai libur panjang, Senin (13/7/2026). Ancaman tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp saat siswa dan guru tengah mengikuti upacara bendera.&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporannya pukul 07.30 WIB. Memang ancamannya dikirim lewat WhatsApp saat semua sedang upacara. Setelah upacara selesai, baru pesan itu dilihat. Kami bersama camat dan lurah langsung menuju lokasi,&amp;quot; kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, saat dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Nurma menjelaskan, pesan ancaman bom dikirim melalui WhatsApp secara pribadi kepada seorang guru dan petugas tata usaha (TU). Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera mendatangi sekolah dan mengevakuasi seluruh siswa serta tenaga pendidik ke luar area sekolah sebagai langkah antisipasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak sudah dievakuasi. Kami arahkan keluar dari lingkungan sekolah terlebih dahulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror kemudian melakukan penyisiran di seluruh area sekolah. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan adanya bahan peledak maupun benda mencurigakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasilnya nihil, tetapi penyisiran masih terus dilakukan,&amp;quot; tutup Nurma.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
