<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Peneror Bom di SDN Jaksel Ortu Siswa, Sempat Jemput Anak Usai Kirim Ancaman</title><description>Polisi mengungkap fakta baru terkait sosok MY (34), pelaku yang mengirimkan ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku ternyata merupakan orangtua dari salah satu siswa di sekolah tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229937/terungkap-peneror-bom-di-sdn-jaksel-ortu-siswa-sempat-jemput-anak-usai-kirim-ancaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229937/terungkap-peneror-bom-di-sdn-jaksel-ortu-siswa-sempat-jemput-anak-usai-kirim-ancaman"/><item><title>Terungkap! Peneror Bom di SDN Jaksel Ortu Siswa, Sempat Jemput Anak Usai Kirim Ancaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229937/terungkap-peneror-bom-di-sdn-jaksel-ortu-siswa-sempat-jemput-anak-usai-kirim-ancaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/13/338/3229937/terungkap-peneror-bom-di-sdn-jaksel-ortu-siswa-sempat-jemput-anak-usai-kirim-ancaman</guid><pubDate>Senin 13 Juli 2026 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/13/338/3229937/teror_bom-Yidj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teror bom di SDN Srengseng Sawah, Jakarta Selatan (Foto: Isra T/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/13/338/3229937/teror_bom-Yidj_large.jpg</image><title>Teror bom di SDN Srengseng Sawah, Jakarta Selatan (Foto: Isra T/Okezone) </title></images><description>JAKARTA - Polisi mengungkap fakta baru terkait sosok MY (34), pelaku yang mengirimkan ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku ternyata merupakan orangtua dari salah satu siswa di sekolah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut,&amp;quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin, Senin (13/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iman menerangkan, pelaku sempat menjemput anaknya usai mengirimkan pesan tersebut. Hingga kemudian para siswa di SDN tersebut dibubarkan dan diminta pulang setelah adanya ancaman teror bom.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan penyidikan sementara, pelaku berdalih hanya iseng saat melakukan ancaman teror bom tersebut. Meski begitu, polisi masih melakukan serangkaian pendalaman.&#13;
&#13;
Diketahui, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi tadi. Setelah penyisiran oleh Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.&#13;
&#13;
Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan pelaku. &amp;quot;Betul (dicek kejiwaan pelaku),&amp;quot; kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech, Senin.&#13;
&#13;
Tak hanya memeriksa kondisi psikologis, polisi juga akan menggunakan pendekatan ilmiah dalam proses penyidikan. Psikologi forensik akan dilibatkan bersamaan dengan metode scientific crime investigation guna mengurai seluruh fakta, mulai dari motif hingga kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan aksi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi mengungkap fakta baru terkait sosok MY (34), pelaku yang mengirimkan ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku ternyata merupakan orangtua dari salah satu siswa di sekolah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut,&amp;quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin, Senin (13/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iman menerangkan, pelaku sempat menjemput anaknya usai mengirimkan pesan tersebut. Hingga kemudian para siswa di SDN tersebut dibubarkan dan diminta pulang setelah adanya ancaman teror bom.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan penyidikan sementara, pelaku berdalih hanya iseng saat melakukan ancaman teror bom tersebut. Meski begitu, polisi masih melakukan serangkaian pendalaman.&#13;
&#13;
Diketahui, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi tadi. Setelah penyisiran oleh Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.&#13;
&#13;
Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan pelaku. &amp;quot;Betul (dicek kejiwaan pelaku),&amp;quot; kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech, Senin.&#13;
&#13;
Tak hanya memeriksa kondisi psikologis, polisi juga akan menggunakan pendekatan ilmiah dalam proses penyidikan. Psikologi forensik akan dilibatkan bersamaan dengan metode scientific crime investigation guna mengurai seluruh fakta, mulai dari motif hingga kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan aksi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
