<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.200 Meter</title><description>Gunung Semeru masih berada dalam status Level III (Siaga) &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/14/340/3229950/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-luncurkan-abu-vulkanik-1-200-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/14/340/3229950/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-luncurkan-abu-vulkanik-1-200-meter"/><item><title>Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.200 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/14/340/3229950/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-luncurkan-abu-vulkanik-1-200-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/14/340/3229950/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-luncurkan-abu-vulkanik-1-200-meter</guid><pubDate>Selasa 14 Juli 2026 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/14/340/3229950/gunung_semeru_erupsi-QA2s_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru mengalami erupsi, 14 Juli 2026. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/14/340/3229950/gunung_semeru_erupsi-QA2s_large.jpeg</image><title>Gunung Semeru mengalami erupsi, 14 Juli 2026. </title></images><description>JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 06:51 WIB. PVMBG mencatat tinggi kolom abu erupsi pagi ini teramati &amp;plusmn; 1.200 meter di atas puncak (&amp;plusmn; 4.876 m di atas permukaan laut).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi &amp;plusmn; 1 menit 43 detik,&amp;rdquo; tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
PVMBG memastikan bahwa saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah, puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; ungkap PVMBG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
PVMBG juga meminta masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 06:51 WIB. PVMBG mencatat tinggi kolom abu erupsi pagi ini teramati &amp;plusmn; 1.200 meter di atas puncak (&amp;plusmn; 4.876 m di atas permukaan laut).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi &amp;plusmn; 1 menit 43 detik,&amp;rdquo; tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
PVMBG memastikan bahwa saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah, puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; ungkap PVMBG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
PVMBG juga meminta masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
