<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU: Islam Berkembang di Indonesia Lewat Pendekatan Damai dan Dialog dengan Budaya Lokal</title><description>Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia kepada dunia. Salah satunya melalui Program Beasiswa Peradaban.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230580/pbnu-islam-berkembang-di-indonesia-lewat-pendekatan-damai-dan-dialog-dengan-budaya-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230580/pbnu-islam-berkembang-di-indonesia-lewat-pendekatan-damai-dan-dialog-dengan-budaya-lokal"/><item><title>PBNU: Islam Berkembang di Indonesia Lewat Pendekatan Damai dan Dialog dengan Budaya Lokal</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230580/pbnu-islam-berkembang-di-indonesia-lewat-pendekatan-damai-dan-dialog-dengan-budaya-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230580/pbnu-islam-berkembang-di-indonesia-lewat-pendekatan-damai-dan-dialog-dengan-budaya-lokal</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2026 20:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/16/337/3230580/pbnu-FZrq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok PBNU</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/16/337/3230580/pbnu-FZrq_large.jpg</image><title>Foto: dok PBNU</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia kepada dunia. Salah satunya melalui Program Beasiswa Peradaban.&#13;
&#13;
Wasekjen PBNU, Ginanjar Sya&amp;#39;ban memperkenalkan sejarah, nilai-nilai, dan tradisi Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang tumbuh di tengah keberagaman budaya Nusantara kepada enam mahasiswa internasional.&#13;
&#13;
Enam mahasiswa tersebut berasal dari Afghanistan, Aljazair, Nigeria, Tanzania, Pakistan, dan Bangladesh. Mereka akan mengikuti Orientasi Penerima Beasiswa Peradaban &amp;nbsp;di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Islam berkembang di Indonesia melalui pendekatan damai dan dialog dengan budaya lokal sehingga melahirkan tradisi keagamaan yang moderat dan menghargai perbedaan,&amp;quot; ujarnya&amp;nbsp;di Gedung PBNU, Jakarta, dikutip, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
NU kata dia merupakan gerakan masyarakat yang berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah, mengedepankan sikap toleran, terbuka, dan membangun persaudaraan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai-nilai inilah yang kami harapkan dapat dipahami oleh para penerima beasiswa selama belajar di Indonesia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah menambahkan, bahwa Beasiswa Peradaban tidak hanya memberikan kesempatan belajar di Indonesia, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai keislaman Nahdlatul Ulama kepada para calon pemimpin dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk mengenal Indonesia, memahami tradisi keislaman Nahdlatul Ulama, serta kelak memperkenalkan pengalaman tersebut kepada masyarakat di negara masing-masing,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Perwakilan BAZNAS RI, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah, Farid Septian, mengatakan, pihaknya mengoptimalkan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Karena itu, kami mendukung berbagai program beasiswa, termasuk Beasiswa Peradaban dan program beasiswa bagi masyarakat Gaza melalui kerja sama dengan berbagai kementerian,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Farid, Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto dipilih sebagai kampus tujuan karena memiliki kapasitas akademik yang memadai sekaligus lingkungan yang kuat dalam pengembangan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama.&#13;
&#13;
Direktur NU Scholarship Muhammad Syauqillah menjelaskan, &amp;nbsp;bahwa NU Scholarship yang berdiri pada 2024 terus mengembangkan berbagai skema beasiswa, mulai dari Beasiswa Aktivis NU, program persiapan studi luar negeri jenjang magister dan doktor, Beasiswa Maroko, Beasiswa Peradaban, hingga program persiapan sarjana unggulan dan pelatihan kerja luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beasiswa Peradaban merupakan salah satu program strategis NU Scholarship. Kami ingin memperluas akses pendidikan, tidak hanya bagi kader NU, tetapi juga masyarakat yang lebih luas, termasuk mahasiswa internasional yang ingin mengenal Indonesia dan tradisi Islam moderat yang berkembang di sini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia kepada dunia. Salah satunya melalui Program Beasiswa Peradaban.&#13;
&#13;
Wasekjen PBNU, Ginanjar Sya&amp;#39;ban memperkenalkan sejarah, nilai-nilai, dan tradisi Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang tumbuh di tengah keberagaman budaya Nusantara kepada enam mahasiswa internasional.&#13;
&#13;
Enam mahasiswa tersebut berasal dari Afghanistan, Aljazair, Nigeria, Tanzania, Pakistan, dan Bangladesh. Mereka akan mengikuti Orientasi Penerima Beasiswa Peradaban &amp;nbsp;di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Islam berkembang di Indonesia melalui pendekatan damai dan dialog dengan budaya lokal sehingga melahirkan tradisi keagamaan yang moderat dan menghargai perbedaan,&amp;quot; ujarnya&amp;nbsp;di Gedung PBNU, Jakarta, dikutip, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
NU kata dia merupakan gerakan masyarakat yang berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah, mengedepankan sikap toleran, terbuka, dan membangun persaudaraan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai-nilai inilah yang kami harapkan dapat dipahami oleh para penerima beasiswa selama belajar di Indonesia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah menambahkan, bahwa Beasiswa Peradaban tidak hanya memberikan kesempatan belajar di Indonesia, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai keislaman Nahdlatul Ulama kepada para calon pemimpin dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk mengenal Indonesia, memahami tradisi keislaman Nahdlatul Ulama, serta kelak memperkenalkan pengalaman tersebut kepada masyarakat di negara masing-masing,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Perwakilan BAZNAS RI, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah, Farid Septian, mengatakan, pihaknya mengoptimalkan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Karena itu, kami mendukung berbagai program beasiswa, termasuk Beasiswa Peradaban dan program beasiswa bagi masyarakat Gaza melalui kerja sama dengan berbagai kementerian,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Farid, Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto dipilih sebagai kampus tujuan karena memiliki kapasitas akademik yang memadai sekaligus lingkungan yang kuat dalam pengembangan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama.&#13;
&#13;
Direktur NU Scholarship Muhammad Syauqillah menjelaskan, &amp;nbsp;bahwa NU Scholarship yang berdiri pada 2024 terus mengembangkan berbagai skema beasiswa, mulai dari Beasiswa Aktivis NU, program persiapan studi luar negeri jenjang magister dan doktor, Beasiswa Maroko, Beasiswa Peradaban, hingga program persiapan sarjana unggulan dan pelatihan kerja luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beasiswa Peradaban merupakan salah satu program strategis NU Scholarship. Kami ingin memperluas akses pendidikan, tidak hanya bagi kader NU, tetapi juga masyarakat yang lebih luas, termasuk mahasiswa internasional yang ingin mengenal Indonesia dan tradisi Islam moderat yang berkembang di sini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
