<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendagri Gembleng Ribuan Kepala Desa di UI Depok</title><description>Pemerintah juga menyiapkan pendampingan secara daring selama dua bulan agar ilmu yang diperoleh para kepala desa benar-benar diterapkan di wilayah masing-masing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230595/kemendagri-gembleng-ribuan-kepala-desa-di-ui-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230595/kemendagri-gembleng-ribuan-kepala-desa-di-ui-depok"/><item><title>Kemendagri Gembleng Ribuan Kepala Desa di UI Depok</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230595/kemendagri-gembleng-ribuan-kepala-desa-di-ui-depok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/16/337/3230595/kemendagri-gembleng-ribuan-kepala-desa-di-ui-depok</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2026 21:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/16/337/3230595/pemerintah-xGji_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemendagri Gembleng Ribuan Kepala Desa di UI Depok</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/16/337/3230595/pemerintah-xGji_large.jpg</image><title>Kemendagri Gembleng Ribuan Kepala Desa di UI Depok</title></images><description>DEPOK - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggembleng ribuan kepala desa di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.&amp;nbsp;Pemerintah juga menyiapkan pendampingan secara daring selama dua bulan agar ilmu yang diperoleh para kepala desa benar-benar diterapkan di wilayah masing-masing.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengatakan, Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II yang resmi ditutup ini menjadi bagian dari rangkaian program yang telah dimulai sejak akhir Juni lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini rangkaian akhir kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan Kedua. Ini satu kesatuan sebetulnya dengan Angkatan Pertama yang sudah dibuka 30 Juni yang lalu,&amp;quot; kata La Ode, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, antusiasme peserta selama mengikuti pembelajaran di UI sangat tinggi. Para kepala desa menganggap kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Antusiasme dari para peserta itu luar biasa. Mereka ada dari 32 provinsi. Alhamdulillah mereka merasa sebuah penghargaan, sebuah kehormatan mereka bisa dihadirkan oleh pemerintah pusat sebagai kepala desa hadir di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
La Ode menjelaskan, materi pelatihan tidak disusun secara umum. Sebelum program dimulai, Kemendagri bersama Universitas Indonesia melakukan survei, pemetaan, serta identifikasi kondisi desa untuk menyusun modul pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta.&#13;
&#13;
Berbagai materi diberikan berdasarkan potensi masing-masing desa, mulai dari pengembangan pariwisata dan ekowisata, digitalisasi pemerintahan desa, hingga sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka datang berdasarkan karakteristik potensi unggulan yang ada di desa dan daerahnya masing-masing. Sehingga bahan ajar yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan desa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemendagri juga memastikan proses pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Selama dua bulan ke depan, para kepala desa akan mendapatkan asistensi dan evaluasi secara daring untuk memastikan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika mereka pulang, kita lakukan asistensi kurang lebih dua bulan secara online. Kita pantau mereka, kita asistensi, kemudian kita evaluasi seberapa efektif hasil pembelajaran tadi. Lalu kita berikan guidance yang lebih aplikatif lagi,&amp;quot; ujar La Ode.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pendekatan berbasis pemetaan desa diharapkan membuat setiap materi lebih relevan sehingga mampu memperkuat kapasitas kepala desa dalam mengelola potensi wilayah, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pembangunan desa yang lebih efektif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Profiling desa dan karakteristik yang ada di desa masing-masing itu kita sesuaikan. Berdasarkan hasil survei dan wawancara di lapangan, lahirlah formula bahan ajar yang memang dirancang khusus untuk pembelajaran Kepala Desa Masuk Kampus,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>DEPOK - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggembleng ribuan kepala desa di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.&amp;nbsp;Pemerintah juga menyiapkan pendampingan secara daring selama dua bulan agar ilmu yang diperoleh para kepala desa benar-benar diterapkan di wilayah masing-masing.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengatakan, Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II yang resmi ditutup ini menjadi bagian dari rangkaian program yang telah dimulai sejak akhir Juni lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini rangkaian akhir kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan Kedua. Ini satu kesatuan sebetulnya dengan Angkatan Pertama yang sudah dibuka 30 Juni yang lalu,&amp;quot; kata La Ode, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, antusiasme peserta selama mengikuti pembelajaran di UI sangat tinggi. Para kepala desa menganggap kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Antusiasme dari para peserta itu luar biasa. Mereka ada dari 32 provinsi. Alhamdulillah mereka merasa sebuah penghargaan, sebuah kehormatan mereka bisa dihadirkan oleh pemerintah pusat sebagai kepala desa hadir di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
La Ode menjelaskan, materi pelatihan tidak disusun secara umum. Sebelum program dimulai, Kemendagri bersama Universitas Indonesia melakukan survei, pemetaan, serta identifikasi kondisi desa untuk menyusun modul pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta.&#13;
&#13;
Berbagai materi diberikan berdasarkan potensi masing-masing desa, mulai dari pengembangan pariwisata dan ekowisata, digitalisasi pemerintahan desa, hingga sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka datang berdasarkan karakteristik potensi unggulan yang ada di desa dan daerahnya masing-masing. Sehingga bahan ajar yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan desa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemendagri juga memastikan proses pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Selama dua bulan ke depan, para kepala desa akan mendapatkan asistensi dan evaluasi secara daring untuk memastikan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika mereka pulang, kita lakukan asistensi kurang lebih dua bulan secara online. Kita pantau mereka, kita asistensi, kemudian kita evaluasi seberapa efektif hasil pembelajaran tadi. Lalu kita berikan guidance yang lebih aplikatif lagi,&amp;quot; ujar La Ode.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pendekatan berbasis pemetaan desa diharapkan membuat setiap materi lebih relevan sehingga mampu memperkuat kapasitas kepala desa dalam mengelola potensi wilayah, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pembangunan desa yang lebih efektif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Profiling desa dan karakteristik yang ada di desa masing-masing itu kita sesuaikan. Berdasarkan hasil survei dan wawancara di lapangan, lahirlah formula bahan ajar yang memang dirancang khusus untuk pembelajaran Kepala Desa Masuk Kampus,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
