<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Disebabkan Kekesalan pada Sekolah</title><description>Pelaku MY adalah orang tua salah satu siswa SDN Srengseng Sawah 15. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/338/3230389/polisi-teror-bom-sdn-srengseng-sawah-15-disebabkan-kekesalan-pada-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/16/338/3230389/polisi-teror-bom-sdn-srengseng-sawah-15-disebabkan-kekesalan-pada-sekolah"/><item><title>Polisi: Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Disebabkan Kekesalan pada Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/338/3230389/polisi-teror-bom-sdn-srengseng-sawah-15-disebabkan-kekesalan-pada-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/16/338/3230389/polisi-teror-bom-sdn-srengseng-sawah-15-disebabkan-kekesalan-pada-sekolah</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2026 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/16/338/3230389/sdn_srengseng_sawah_15_jaksel-8T3j_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/16/338/3230389/sdn_srengseng_sawah_15_jaksel-8T3j_large.jpg</image><title>SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan.</title></images><description>JAKARTA - Pelaku pengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengaku bahwa dia melakukan perbuatannya lantaran kesal terhadap pihak sekolah. Kepada polisi, MY mengatakan bahwa kekesalan ini dipicu oleh respons pihak sekolah terkait masalah seragam yang dia nilai tidak baik.&#13;
&#13;
Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo, pelaku MY mengaku pernah berkomunikasi dengan pihak sekolah perihal seragam anaknya yang juga bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15. Akan tetapi, pelaku mengaku respons sekolah tidak baik hingga berujung aksi teror bom.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kalau motif dari kejadian ini, dari keterangan tersangka, tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini,&amp;rdquo; kata Joko Adiwibowo, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
Joko mengatakan MY merasa tersinggung dengan jawaban pihak sekolah saat berkomunikasi dengannya mengenai masalah seragam tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi beberapa hari sebelum kejadian kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya (pihak sekolah), &amp;#39;Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,&amp;#39; gitu loh. Jadi kayaknya (pelaku) merasa tersinggung,&amp;quot; terang Joko.&#13;
&#13;
Saat ini, MY sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 600 dan/atau Pasal 601 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pada Senin (13/7/2026) pagi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku pengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengaku bahwa dia melakukan perbuatannya lantaran kesal terhadap pihak sekolah. Kepada polisi, MY mengatakan bahwa kekesalan ini dipicu oleh respons pihak sekolah terkait masalah seragam yang dia nilai tidak baik.&#13;
&#13;
Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo, pelaku MY mengaku pernah berkomunikasi dengan pihak sekolah perihal seragam anaknya yang juga bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15. Akan tetapi, pelaku mengaku respons sekolah tidak baik hingga berujung aksi teror bom.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kalau motif dari kejadian ini, dari keterangan tersangka, tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini,&amp;rdquo; kata Joko Adiwibowo, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
Joko mengatakan MY merasa tersinggung dengan jawaban pihak sekolah saat berkomunikasi dengannya mengenai masalah seragam tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi beberapa hari sebelum kejadian kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya (pihak sekolah), &amp;#39;Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,&amp;#39; gitu loh. Jadi kayaknya (pelaku) merasa tersinggung,&amp;quot; terang Joko.&#13;
&#13;
Saat ini, MY sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 600 dan/atau Pasal 601 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pada Senin (13/7/2026) pagi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
