<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ledakan Bom di MAN 3 Padang, Polisi Periksa 12 Saksi dari Guru hingga Satpam</title><description>Susmelawati menjelaskan, sejak awal kejadian, pihak kepolisian telah memeriksa 7 orang saksi. Saksi yang diperiksa mulai dari guru hingga petugas keamanan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230479/ledakan-bom-di-man-3-padang-polisi-periksa-12-saksi-dari-guru-hingga-satpam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230479/ledakan-bom-di-man-3-padang-polisi-periksa-12-saksi-dari-guru-hingga-satpam"/><item><title>Ledakan Bom di MAN 3 Padang, Polisi Periksa 12 Saksi dari Guru hingga Satpam</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230479/ledakan-bom-di-man-3-padang-polisi-periksa-12-saksi-dari-guru-hingga-satpam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230479/ledakan-bom-di-man-3-padang-polisi-periksa-12-saksi-dari-guru-hingga-satpam</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2026 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/16/340/3230479/viral-8ZYn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Periksa 12 Saksi dari Guru hingga Satpam</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/16/340/3230479/viral-8ZYn_large.jpg</image><title>Polisi Periksa 12 Saksi dari Guru hingga Satpam</title></images><description>JAKARTA - Polisi mengungkapkan perkembangan terkini terkait kasus pelajar berinisial R (17) membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 12 orang saksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini sudah menjadi 12 orang saksi yang sudah diperiksa,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
Susmelawati menjelaskan, sejak awal kejadian, pihak kepolisian telah memeriksa 7 orang saksi. Saksi yang diperiksa mulai dari guru hingga petugas keamanan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari pertama pemeriksaan berjalan sudah 7 orang, lebih kepada guru-guru, kepada satpam yang ada di lokasi,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia menerangkan, pelajar R menjadi korban bullying. Ia telah mendapatkan bully-an tersebut sejak ia duduk di kelas 2 SMA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena si anak dari duduk kelas 2 dia sudah di bully. Sekarang dia sudah kelas 3. Sejak pertama duduk di kelas 2, dia sudah di bully sama teman-teman kelasnya,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia menduga, bullyan yang diterima R menimbulkan masalah psikologis sehingga melakukan aksinya di sekolah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, ledakan terjadi pada Selasa (14/7) di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.&#13;
&#13;
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan ledakan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi memastikan ledakan yang sempat menggegerkan lingkungan sekolah itu berasal dari bom rakitan dengan daya ledak rendah atau low explosive.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi mengungkapkan perkembangan terkini terkait kasus pelajar berinisial R (17) membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 12 orang saksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini sudah menjadi 12 orang saksi yang sudah diperiksa,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
Susmelawati menjelaskan, sejak awal kejadian, pihak kepolisian telah memeriksa 7 orang saksi. Saksi yang diperiksa mulai dari guru hingga petugas keamanan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari pertama pemeriksaan berjalan sudah 7 orang, lebih kepada guru-guru, kepada satpam yang ada di lokasi,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia menerangkan, pelajar R menjadi korban bullying. Ia telah mendapatkan bully-an tersebut sejak ia duduk di kelas 2 SMA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena si anak dari duduk kelas 2 dia sudah di bully. Sekarang dia sudah kelas 3. Sejak pertama duduk di kelas 2, dia sudah di bully sama teman-teman kelasnya,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia menduga, bullyan yang diterima R menimbulkan masalah psikologis sehingga melakukan aksinya di sekolah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, ledakan terjadi pada Selasa (14/7) di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.&#13;
&#13;
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan ledakan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi memastikan ledakan yang sempat menggegerkan lingkungan sekolah itu berasal dari bom rakitan dengan daya ledak rendah atau low explosive.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
