<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, 9 Orang Tewas dan 6 Terluka</title><description>Bom sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, meledak pada Minggu 31 Mei 2026. Polda Papua menyampaikan, akibat ledakan itu sembilan orang tewas dan enam lainnya terluka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230539/bom-perang-dunia-ii-meledak-di-biak-numfor-9-orang-tewas-dan-6-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230539/bom-perang-dunia-ii-meledak-di-biak-numfor-9-orang-tewas-dan-6-terluka"/><item><title>Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, 9 Orang Tewas dan 6 Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230539/bom-perang-dunia-ii-meledak-di-biak-numfor-9-orang-tewas-dan-6-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/16/340/3230539/bom-perang-dunia-ii-meledak-di-biak-numfor-9-orang-tewas-dan-6-terluka</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2026 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/16/340/3230539/polda_papua-oGeW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito (Foto: Riyan Rizki/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/16/340/3230539/polda_papua-oGeW_large.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito (Foto: Riyan Rizki/Okezone)</title></images><description>BIAK - Bom sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, meledak pada Minggu 31 Mei 2026. Polda Papua menyampaikan, akibat ledakan itu sembilan orang tewas dan enam lainnya terluka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan perkembangan terbaru kasus ledakan tersebut, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan proses penyelidikan membutuhkan waktu karena melibatkan bahan peledak dan identifikasi korban yang harus dilakukan secara ilmiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa korban pada awalnya belum dapat diidentifikasi, namun berkat kerja keras Tim DVI Polda Papua seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Sementara Penata I Tim DVI Polda Papua Hamzah Chusaeni menjelaskan identifikasi terhadap korban yang tidak dapat dikenali secara visual dilakukan melalui pemeriksaan DNA. Tim DVI mengambil tiga sampel DNA pembanding dari keluarga korban dan 10 sampel jaringan tubuh korban.&#13;
&#13;
Sampel tersebut kemudian dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta untuk diperiksa secara ilmiah. Dari hasil pemeriksaan itu, seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan jenazahnya diserahkan kepada keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui pemeriksaan DNA tersebut, seluruh korban yang sebelumnya belum dapat dipastikan identitasnya akhirnya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,&amp;quot; ungkap Hamzah.&#13;
&#13;
Diketahui, ledakan itu terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, pada Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIT.&#13;
</description><content:encoded>BIAK - Bom sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, meledak pada Minggu 31 Mei 2026. Polda Papua menyampaikan, akibat ledakan itu sembilan orang tewas dan enam lainnya terluka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan perkembangan terbaru kasus ledakan tersebut, Kamis (16/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan proses penyelidikan membutuhkan waktu karena melibatkan bahan peledak dan identifikasi korban yang harus dilakukan secara ilmiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa korban pada awalnya belum dapat diidentifikasi, namun berkat kerja keras Tim DVI Polda Papua seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Sementara Penata I Tim DVI Polda Papua Hamzah Chusaeni menjelaskan identifikasi terhadap korban yang tidak dapat dikenali secara visual dilakukan melalui pemeriksaan DNA. Tim DVI mengambil tiga sampel DNA pembanding dari keluarga korban dan 10 sampel jaringan tubuh korban.&#13;
&#13;
Sampel tersebut kemudian dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta untuk diperiksa secara ilmiah. Dari hasil pemeriksaan itu, seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan jenazahnya diserahkan kepada keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui pemeriksaan DNA tersebut, seluruh korban yang sebelumnya belum dapat dipastikan identitasnya akhirnya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,&amp;quot; ungkap Hamzah.&#13;
&#13;
Diketahui, ledakan itu terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, pada Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIT.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
