<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BGN Kaji Wacana Anak dari Keluarga Mampu Tak Lagi Jadi Penerima MBG</title><description>Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono buka suara soal wacana efisiensi jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam rencana tersebut, anak-anak dari keluarga mampu atau yang masuk kategori Desil 8-10 tidak lagi menjadi penerima manfaat seperti sebelumnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/17/337/3230784/bgn-kaji-wacana-anak-dari-keluarga-mampu-tak-lagi-jadi-penerima-mbg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/17/337/3230784/bgn-kaji-wacana-anak-dari-keluarga-mampu-tak-lagi-jadi-penerima-mbg"/><item><title>BGN Kaji Wacana Anak dari Keluarga Mampu Tak Lagi Jadi Penerima MBG</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/17/337/3230784/bgn-kaji-wacana-anak-dari-keluarga-mampu-tak-lagi-jadi-penerima-mbg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/17/337/3230784/bgn-kaji-wacana-anak-dari-keluarga-mampu-tak-lagi-jadi-penerima-mbg</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2026 22:10 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/17/337/3230784/wakil_bgn-TvxO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Mayjen TNI (Purn) Trenggono (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/17/337/3230784/wakil_bgn-TvxO_large.jpg</image><title>Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Mayjen TNI (Purn) Trenggono (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono buka suara soal wacana efisiensi jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam rencana tersebut, anak-anak dari keluarga mampu atau yang masuk kategori Desil 8-10 tidak lagi menjadi penerima manfaat seperti sebelumnya.&#13;
&#13;
Trenggono membenarkan adanya wacana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan itu masih dalam tahap kajian di BGN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya itu masih kita lagi kaji lagi. Memang sudah ada wacana, tapi masih kita kaji lagi,&amp;quot; kata Trenggono usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu kajian yang dilakukan, kata dia, adalah melakukan penataan terhadap sekolah-sekolah penerima manfaat. Namun, ia belum dapat menjelaskan lebih lanjut karena proses kajian masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya gitu (pendataan sekolahnya). Nanti semua ini masih kita adakan pengkajian dulu. Nanti udah selesai nanti akan disampaikan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Saat disinggung mengenai lama proses kajian tersebut, Trenggono memastikan hasilnya ditargetkan selesai dalam waktu maksimal satu bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya kan tadi udah disampaikan udah diberikan waktu maksimal 1 bulan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono buka suara soal wacana efisiensi jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam rencana tersebut, anak-anak dari keluarga mampu atau yang masuk kategori Desil 8-10 tidak lagi menjadi penerima manfaat seperti sebelumnya.&#13;
&#13;
Trenggono membenarkan adanya wacana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan itu masih dalam tahap kajian di BGN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya itu masih kita lagi kaji lagi. Memang sudah ada wacana, tapi masih kita kaji lagi,&amp;quot; kata Trenggono usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu kajian yang dilakukan, kata dia, adalah melakukan penataan terhadap sekolah-sekolah penerima manfaat. Namun, ia belum dapat menjelaskan lebih lanjut karena proses kajian masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya gitu (pendataan sekolahnya). Nanti semua ini masih kita adakan pengkajian dulu. Nanti udah selesai nanti akan disampaikan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Saat disinggung mengenai lama proses kajian tersebut, Trenggono memastikan hasilnya ditargetkan selesai dalam waktu maksimal satu bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya kan tadi udah disampaikan udah diberikan waktu maksimal 1 bulan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
