<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor Putus Akses 1.507 Warga, Status Tanggap Darurat Ditetapkan di Nunukan</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa 7 Juli 2026 memutus akses 1.507 warga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/18/340/3230826/longsor-putus-akses-1-507-warga-status-tanggap-darurat-ditetapkan-di-nunukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/18/340/3230826/longsor-putus-akses-1-507-warga-status-tanggap-darurat-ditetapkan-di-nunukan"/><item><title>Longsor Putus Akses 1.507 Warga, Status Tanggap Darurat Ditetapkan di Nunukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/18/340/3230826/longsor-putus-akses-1-507-warga-status-tanggap-darurat-ditetapkan-di-nunukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/18/340/3230826/longsor-putus-akses-1-507-warga-status-tanggap-darurat-ditetapkan-di-nunukan</guid><pubDate>Sabtu 18 Juli 2026 08:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/18/340/3230826/longsor-OHNq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor di Nunukan (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/18/340/3230826/longsor-OHNq_large.jpg</image><title>Longsor di Nunukan (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa 7 Juli 2026 memutus akses 1.507 warga.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan terkini BNPB, tanah longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah dengan kondisi tanah labil. Material longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan sehingga mengisolasi 460 kepala keluarga atau 1.507 jiwa yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Krayan Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketiga belas desa tersebut meliputi Desa Long Pa&amp;rsquo;sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa&amp;rsquo; Dalan, Pa&amp;rsquo; Urang, Pa&amp;rsquo;tera, Pa&amp;rsquo; Sing, Long Pupung, Pa&amp;rsquo; Upan, Long Birar, Pa&amp;rsquo; Kaber, Pa&amp;rsquo; Amai, dan Pa&amp;rsquo; Ibang. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak,&amp;quot; ungkap BNPB dalam laporan resminya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala BNPB Suharyanto telah menginstruksikan jajaran Kedeputian Penanganan Darurat BNPB untuk memperkuat pendampingan dan dukungan kepada pemerintah daerah. Instruksi tersebut diberikan menyusul hasil kaji cepat yang menunjukkan dampak bencana semakin meluas dan terus dikoordinasikan antara BNPB dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami terus memantau perkembangan hasil kaji cepat di lapangan dan dalam kesempatan pertama saya perintahkan tim untuk menuju ke sana,&amp;rdquo; ungkap Suharyanto, dikutip Sabtu (18/7/2026).&#13;
&#13;
Selain memutus akses jalan, tanah longsor juga menyebabkan jembatan penghubung antara Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut menghambat distribusi logistik, pasokan bahan bakar minyak (BBM), serta mobilitas masyarakat. Kendaraan pengangkut BBM dari Desa Long Bawan menuju Desa Long Kayu pun belum dapat beroperasi.&#13;
&#13;
Gangguan juga terjadi pada layanan kelistrikan. Jika sebelumnya listrik dapat menyala hingga 12 jam setiap hari, kini pasokan listrik hanya dapat dinikmati selama empat jam, yakni mulai pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat akibat terganggunya distribusi BBM untuk pembangkit listrik.&#13;
&#13;
Sebagai langkah percepatan penanganan darurat, Bupati Nunukan telah menetapkan Keputusan Bupati Nunukan Nomor 478 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Tanah Longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Juli 2026, dan dapat diperpanjang sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.&#13;
&#13;
Suharyanto mengatakan saat ini kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak meliputi pasokan BBM untuk operasional pembangkit listrik, obat-obatan, susu balita, serta kebutuhan pokok seperti beras dan bahan pangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BNPB bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi sekaligus mempercepat upaya pemulihan akses menuju wilayah yang masih terisolasi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa 7 Juli 2026 memutus akses 1.507 warga.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan terkini BNPB, tanah longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah dengan kondisi tanah labil. Material longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan sehingga mengisolasi 460 kepala keluarga atau 1.507 jiwa yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Krayan Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketiga belas desa tersebut meliputi Desa Long Pa&amp;rsquo;sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa&amp;rsquo; Dalan, Pa&amp;rsquo; Urang, Pa&amp;rsquo;tera, Pa&amp;rsquo; Sing, Long Pupung, Pa&amp;rsquo; Upan, Long Birar, Pa&amp;rsquo; Kaber, Pa&amp;rsquo; Amai, dan Pa&amp;rsquo; Ibang. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak,&amp;quot; ungkap BNPB dalam laporan resminya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala BNPB Suharyanto telah menginstruksikan jajaran Kedeputian Penanganan Darurat BNPB untuk memperkuat pendampingan dan dukungan kepada pemerintah daerah. Instruksi tersebut diberikan menyusul hasil kaji cepat yang menunjukkan dampak bencana semakin meluas dan terus dikoordinasikan antara BNPB dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami terus memantau perkembangan hasil kaji cepat di lapangan dan dalam kesempatan pertama saya perintahkan tim untuk menuju ke sana,&amp;rdquo; ungkap Suharyanto, dikutip Sabtu (18/7/2026).&#13;
&#13;
Selain memutus akses jalan, tanah longsor juga menyebabkan jembatan penghubung antara Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut menghambat distribusi logistik, pasokan bahan bakar minyak (BBM), serta mobilitas masyarakat. Kendaraan pengangkut BBM dari Desa Long Bawan menuju Desa Long Kayu pun belum dapat beroperasi.&#13;
&#13;
Gangguan juga terjadi pada layanan kelistrikan. Jika sebelumnya listrik dapat menyala hingga 12 jam setiap hari, kini pasokan listrik hanya dapat dinikmati selama empat jam, yakni mulai pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat akibat terganggunya distribusi BBM untuk pembangkit listrik.&#13;
&#13;
Sebagai langkah percepatan penanganan darurat, Bupati Nunukan telah menetapkan Keputusan Bupati Nunukan Nomor 478 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Tanah Longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Juli 2026, dan dapat diperpanjang sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.&#13;
&#13;
Suharyanto mengatakan saat ini kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak meliputi pasokan BBM untuk operasional pembangkit listrik, obat-obatan, susu balita, serta kebutuhan pokok seperti beras dan bahan pangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BNPB bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi sekaligus mempercepat upaya pemulihan akses menuju wilayah yang masih terisolasi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
