<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional</title><description>Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, di antaranya Cibinong, pada Sabtu 18 Juli 2026 malam, setelah beberapa hari wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/20/337/3231115/hujan-deras-guyur-bogor-saat-kemarau-bmkg-dipicu-gangguan-atmosfer-regional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/20/337/3231115/hujan-deras-guyur-bogor-saat-kemarau-bmkg-dipicu-gangguan-atmosfer-regional"/><item><title>Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/20/337/3231115/hujan-deras-guyur-bogor-saat-kemarau-bmkg-dipicu-gangguan-atmosfer-regional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/20/337/3231115/hujan-deras-guyur-bogor-saat-kemarau-bmkg-dipicu-gangguan-atmosfer-regional</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2026 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/20/337/3231115/hujan-g3Su_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hujan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/20/337/3231115/hujan-g3Su_large.jpg</image><title>Ilustrasi hujan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, di antaranya Cibinong, pada Sabtu 18 Juli 2026 malam, setelah beberapa hari wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena tersebut dipicu gangguan atmosfer regional dan bukan merupakan tanda berakhirnya musim kemarau.&#13;
&#13;
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan hujan lebat yang terjadi di Bogor dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang masih aktif melintasi wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa hujan deras di Bogor terjadi akibat adanya gangguan atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang memicu pertumbuhan awan hujan meski wilayah Jawa Barat sedang berada dalam musim kemarau. Fenomena ini bersifat sesaat dan tidak menandakan berakhirnya musim kemarau,&amp;quot; kata Guswanto, dikutip Senin (20/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG mencatat seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. Pada periode ini, rata-rata curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian atau setiap 10 hari.&#13;
&#13;
Meski demikian, Guswanto menjelaskan dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aktivitas MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih aktif melintasi wilayah Indonesia. Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan meski secara umum udara kering mendominasi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, BMKG mencatat fenomena El Nino masih bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Nino 3.4 sebesar +1,25. Kondisi tersebut memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, hujan lokal tetap bisa terjadi karena dinamika atmosfer regional,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, hujan yang mengguyur wilayah Cibinong berlangsung sekitar 1,5 jam setelah kawasan tersebut mengalami hari-hari tanpa hujan. Kehadiran hujan disambut baik masyarakat karena membantu mengurangi dampak kekeringan dan krisis air bersih.&#13;
&#13;
Namun, BMKG menegaskan hujan yang terjadi tidak menandakan berakhirnya musim kemarau. Potensi hujan dengan sifat sporadis masih dapat terjadi hingga akhir Juli.&#13;
&#13;
&amp;quot;Potensi hujan sporadis masih bisa terjadi di Jawa Barat hingga akhir Juli, namun secara umum curah hujan tetap rendah. Warga tetap perlu waspada terhadap kekeringan karena distribusi air bersih masih menjadi kebutuhan utama di 13 kecamatan terdampak,&amp;quot; pungkas Guswanto.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, di antaranya Cibinong, pada Sabtu 18 Juli 2026 malam, setelah beberapa hari wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena tersebut dipicu gangguan atmosfer regional dan bukan merupakan tanda berakhirnya musim kemarau.&#13;
&#13;
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan hujan lebat yang terjadi di Bogor dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang masih aktif melintasi wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa hujan deras di Bogor terjadi akibat adanya gangguan atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang memicu pertumbuhan awan hujan meski wilayah Jawa Barat sedang berada dalam musim kemarau. Fenomena ini bersifat sesaat dan tidak menandakan berakhirnya musim kemarau,&amp;quot; kata Guswanto, dikutip Senin (20/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG mencatat seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. Pada periode ini, rata-rata curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian atau setiap 10 hari.&#13;
&#13;
Meski demikian, Guswanto menjelaskan dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aktivitas MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih aktif melintasi wilayah Indonesia. Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan meski secara umum udara kering mendominasi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, BMKG mencatat fenomena El Nino masih bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Nino 3.4 sebesar +1,25. Kondisi tersebut memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, hujan lokal tetap bisa terjadi karena dinamika atmosfer regional,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, hujan yang mengguyur wilayah Cibinong berlangsung sekitar 1,5 jam setelah kawasan tersebut mengalami hari-hari tanpa hujan. Kehadiran hujan disambut baik masyarakat karena membantu mengurangi dampak kekeringan dan krisis air bersih.&#13;
&#13;
Namun, BMKG menegaskan hujan yang terjadi tidak menandakan berakhirnya musim kemarau. Potensi hujan dengan sifat sporadis masih dapat terjadi hingga akhir Juli.&#13;
&#13;
&amp;quot;Potensi hujan sporadis masih bisa terjadi di Jawa Barat hingga akhir Juli, namun secara umum curah hujan tetap rendah. Warga tetap perlu waspada terhadap kekeringan karena distribusi air bersih masih menjadi kebutuhan utama di 13 kecamatan terdampak,&amp;quot; pungkas Guswanto.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
