<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang</title><description>Feri tersebut hampir berusia seabad, dibangun ada tahun 1939. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/21/18/3231271/feri-tua-membawa-133-orang-terbalik-di-pantai-atlantik-66-orang-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/21/18/3231271/feri-tua-membawa-133-orang-terbalik-di-pantai-atlantik-66-orang-masih-hilang"/><item><title>Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/21/18/3231271/feri-tua-membawa-133-orang-terbalik-di-pantai-atlantik-66-orang-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/21/18/3231271/feri-tua-membawa-133-orang-terbalik-di-pantai-atlantik-66-orang-masih-hilang</guid><pubDate>Selasa 21 Juli 2026 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/20/18/3231271/ilustrasi-XDGc_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/20/18/3231271/ilustrasi-XDGc_large.jpeg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>GEORGETOWN - Sebuah feri tua yang membawa lebih dari 100 orang terbalik di lepas pantai Guyana, dengan 67 orang diselamatkan dan tim penyelamat sedang mencari sisanya, kata para pejabat pada Minggu (19/7/2026).&#13;
&#13;
Feri MV Barima meninggalkan negara kecil di sudut timur laut Amerika Selatan itu pada Sabtu (18/7/2026) sore dengan 133 orang di dalamnya untuk perjalanan dari ibu kota, Georgetown, ke kota Port Kaituma. Port Kaituma terletak di pedalaman wilayah Essequibo yang kaya minyak, dan feri tersebut berlayar di sepanjang pantai Atlantik sebelum menuju ke hulu sungai untuk mencapai tujuannya di hutan.&#13;
&#13;
Tanda-tanda awal menunjukkan bahwa kapal terbalik setelah dihantam gelombang besar, kata Menteri Pekerjaan Umum Juan Edghill di Facebook.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencarian dan Penyelamatan Maju. 67 orang, termasuk 15 anak-anak telah diselamatkan sejauh ini,&amp;quot; katanya, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Kecelakaan ini merupakan trauma besar bagi Guyana, negara berpenduduk sekitar satu juta jiwa.&#13;
&#13;
Pihak berwenang mencantumkan 66 orang lainnya sebagai korban hilang, bukan meninggal.&#13;
&#13;
Korban Selamat Feri Berjam-jam Terombang-ambing di Laut&#13;
&#13;
Wayne Kitson, seorang pemuda berusia 18 tahun yang termasuk di antara mereka yang diselamatkan, mengatakan tragedi itu terjadi saat para penumpang sedang tidur pada Sabtu malam.&#13;
&#13;
Kitson mengatakan kepada Kiskadee Watch, sebuah media berita Guyana, bahwa ia khawatir istri dan putrinya meninggal dalam kecelakaan tersebut. Kitson menderita luka ringan di lengan, kaki, dan lehernya, dan mengatakan ia menghabiskan enam jam di air sampai ia diselamatkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Operasi penyelamatan berlanjut pada Minggu ketika kapal-kapal milik pribadi bergabung dengan tim pemerintah dalam mencari korban selamat.&#13;
&#13;
Kapal itu dilengkapi dengan 250 jaket penyelamat, dua sekoci penyelamat, dan enam rakit karet, kata Edghill. Kapal itu membawa 116 penumpang dan 17 awak.&#13;
&#13;
Kapal memulai perjalanannya pada pertengahan sore dan panggilan darurat diterima sekitar delapan jam kemudian, kata Edghill. Feri itu dibangun pada 1939, menurut situs web pelayaran VesselFinder.&#13;
&#13;
Destinasinya, Essequibo, dengan luas 160.000 kilometer persegi (61.800 mil persegi), adalah daerah yang kaya akan minyak dan berada di jantung sengketa teritorial dengan Venezuela.&#13;
</description><content:encoded>GEORGETOWN - Sebuah feri tua yang membawa lebih dari 100 orang terbalik di lepas pantai Guyana, dengan 67 orang diselamatkan dan tim penyelamat sedang mencari sisanya, kata para pejabat pada Minggu (19/7/2026).&#13;
&#13;
Feri MV Barima meninggalkan negara kecil di sudut timur laut Amerika Selatan itu pada Sabtu (18/7/2026) sore dengan 133 orang di dalamnya untuk perjalanan dari ibu kota, Georgetown, ke kota Port Kaituma. Port Kaituma terletak di pedalaman wilayah Essequibo yang kaya minyak, dan feri tersebut berlayar di sepanjang pantai Atlantik sebelum menuju ke hulu sungai untuk mencapai tujuannya di hutan.&#13;
&#13;
Tanda-tanda awal menunjukkan bahwa kapal terbalik setelah dihantam gelombang besar, kata Menteri Pekerjaan Umum Juan Edghill di Facebook.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencarian dan Penyelamatan Maju. 67 orang, termasuk 15 anak-anak telah diselamatkan sejauh ini,&amp;quot; katanya, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Kecelakaan ini merupakan trauma besar bagi Guyana, negara berpenduduk sekitar satu juta jiwa.&#13;
&#13;
Pihak berwenang mencantumkan 66 orang lainnya sebagai korban hilang, bukan meninggal.&#13;
&#13;
Korban Selamat Feri Berjam-jam Terombang-ambing di Laut&#13;
&#13;
Wayne Kitson, seorang pemuda berusia 18 tahun yang termasuk di antara mereka yang diselamatkan, mengatakan tragedi itu terjadi saat para penumpang sedang tidur pada Sabtu malam.&#13;
&#13;
Kitson mengatakan kepada Kiskadee Watch, sebuah media berita Guyana, bahwa ia khawatir istri dan putrinya meninggal dalam kecelakaan tersebut. Kitson menderita luka ringan di lengan, kaki, dan lehernya, dan mengatakan ia menghabiskan enam jam di air sampai ia diselamatkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Operasi penyelamatan berlanjut pada Minggu ketika kapal-kapal milik pribadi bergabung dengan tim pemerintah dalam mencari korban selamat.&#13;
&#13;
Kapal itu dilengkapi dengan 250 jaket penyelamat, dua sekoci penyelamat, dan enam rakit karet, kata Edghill. Kapal itu membawa 116 penumpang dan 17 awak.&#13;
&#13;
Kapal memulai perjalanannya pada pertengahan sore dan panggilan darurat diterima sekitar delapan jam kemudian, kata Edghill. Feri itu dibangun pada 1939, menurut situs web pelayaran VesselFinder.&#13;
&#13;
Destinasinya, Essequibo, dengan luas 160.000 kilometer persegi (61.800 mil persegi), adalah daerah yang kaya akan minyak dan berada di jantung sengketa teritorial dengan Venezuela.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
