<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemarau Panjang Ancam Jakarta, Pramono Minta Warga Jangan Asal Buang Puntung Rokok</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku telah mendapat laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memprediksi kemarau berkepanjangan. Cuaca ekstrem itu berpotensi mengakibatkan kekeringan hingga potensi kebakaran di wilayah padat penduduk.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/21/338/3231341/kemarau-panjang-ancam-jakarta-pramono-minta-warga-jangan-asal-buang-puntung-rokok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/21/338/3231341/kemarau-panjang-ancam-jakarta-pramono-minta-warga-jangan-asal-buang-puntung-rokok"/><item><title>Kemarau Panjang Ancam Jakarta, Pramono Minta Warga Jangan Asal Buang Puntung Rokok</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/21/338/3231341/kemarau-panjang-ancam-jakarta-pramono-minta-warga-jangan-asal-buang-puntung-rokok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/21/338/3231341/kemarau-panjang-ancam-jakarta-pramono-minta-warga-jangan-asal-buang-puntung-rokok</guid><pubDate>Selasa 21 Juli 2026 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/21/338/3231341/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-JjVf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/21/338/3231341/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-JjVf_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku telah mendapat laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memprediksi kemarau berkepanjangan. Cuaca ekstrem itu berpotensi mengakibatkan kekeringan hingga potensi kebakaran di wilayah padat penduduk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena panjang dan kering kemungkinan untuk terjadinya kebakaran dan sebagainya, potensinya lebih besar,&amp;quot; kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).&#13;
&#13;
Pramono mengaku pihaknya melalui BPBD DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran. Ia menyebut setiap rukun warga (RW) di Jakarta kini telah dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan bila terjadi kebakaran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami juga sudah melakukan sosialisasi termasuk setiap RW harus ada APAR-nya satu, dan itu kalau Jakarta kan gerakan ini sudah diadakan, itu untuk preventifnya,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain dukungan dari Pemprov DKI, Pramono juga meminta warga untuk ikut bersama mencegah terjadinya kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana ke depannya? Ya kami meminta betul warga juga ikut terlibat menjaga bersama-sama terutama untuk daerah-daerah yang sensitif yang padat penduduk seperti di Tambora, Cakung, dan sebagainya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono mengingatkan, warga untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, serta penggunaan instalasi kelistrikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan kemudian misalnya, buang orang habis merokok membuang puntung sembarangan yang bisa mengakibatkan kebakaran atau korsleting, jadi ini mari kita jaga bersama-sama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku telah mendapat laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memprediksi kemarau berkepanjangan. Cuaca ekstrem itu berpotensi mengakibatkan kekeringan hingga potensi kebakaran di wilayah padat penduduk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena panjang dan kering kemungkinan untuk terjadinya kebakaran dan sebagainya, potensinya lebih besar,&amp;quot; kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).&#13;
&#13;
Pramono mengaku pihaknya melalui BPBD DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran. Ia menyebut setiap rukun warga (RW) di Jakarta kini telah dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan bila terjadi kebakaran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami juga sudah melakukan sosialisasi termasuk setiap RW harus ada APAR-nya satu, dan itu kalau Jakarta kan gerakan ini sudah diadakan, itu untuk preventifnya,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain dukungan dari Pemprov DKI, Pramono juga meminta warga untuk ikut bersama mencegah terjadinya kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana ke depannya? Ya kami meminta betul warga juga ikut terlibat menjaga bersama-sama terutama untuk daerah-daerah yang sensitif yang padat penduduk seperti di Tambora, Cakung, dan sebagainya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono mengingatkan, warga untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, serta penggunaan instalasi kelistrikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan kemudian misalnya, buang orang habis merokok membuang puntung sembarangan yang bisa mengakibatkan kebakaran atau korsleting, jadi ini mari kita jaga bersama-sama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
