<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI Siap Bantu Penanganan Sampah Sesuai Perintah Presiden</title><description>Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI, Polri, seluruh kementerian, dan pemerintah daerah untuk turun tangan secara langsung menangani persoalan sampah di seluruh Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan Indonesia bersih sebelum 2029.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231545/panglima-tni-siap-bantu-penanganan-sampah-sesuai-perintah-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231545/panglima-tni-siap-bantu-penanganan-sampah-sesuai-perintah-presiden"/><item><title>Panglima TNI Siap Bantu Penanganan Sampah Sesuai Perintah Presiden</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231545/panglima-tni-siap-bantu-penanganan-sampah-sesuai-perintah-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231545/panglima-tni-siap-bantu-penanganan-sampah-sesuai-perintah-presiden</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2026 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/22/337/3231545/presiden_prabowo_subianto-wpdC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/22/337/3231545/presiden_prabowo_subianto-wpdC_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI, Polri, seluruh kementerian, dan pemerintah daerah untuk turun tangan secara langsung menangani persoalan sampah di seluruh Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan Indonesia bersih sebelum 2029.&#13;
&#13;
Instruksi itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Terintegrasi Program Ketahanan Pangan bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau fasilitas pengolahan sampah MOTAH (Mesin Olah Runtah) didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Prabowo melihat langsung proses pengolahan limbah sekaligus menerima penjelasan dari personel TNI mengenai teknologi tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
MOTAH merupakan teknologi insinerator karya anak bangsa yang mampu mengolah hingga satu ton sampah per jam tanpa menggunakan bahan bakar maupun listrik. Abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku batako dan paving block, sedangkan residu organik diolah menjadi media tanam.&#13;
&#13;
Sistem ini telah diterapkan di 64 kabupaten dan kota melalui fasilitas pengolahan terpadu berkapasitas hingga 100 ton. Selain mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA), teknologi tersebut juga telah memenuhi standar uji emisi Kementerian Lingkungan Hidup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menindaklanjuti arahan Presiden, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk berperan aktif dalam penanganan sampah melalui gerakan kebersihan dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini menyelaraskan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan &amp;#39;perang terhadap sampah&amp;#39; demi mencapai target Indonesia bersih sebelum tahun 2029,&amp;quot; ujar Agus.&#13;
&#13;
Prabowo juga menegaskan pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh sebelum 2029 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025&amp;ndash;2029.&#13;
&#13;
Panen Raya Digelar Serentak di 43 Titik&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku bangga terhadap petani, nelayan, TNI, dan Polri yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini saya bahagia. Saya bangga jadi Presiden Republik Indonesia. Saya bangga dengan petani-petani Indonesia!&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bangga dengan petani! Saya bangga dengan TNI! Saya bangga dengan Polri!&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Presiden juga mengapresiasi pelaksanaan Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Sementara itu, Panglima TNI mengatakan keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kemandirian pangan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat,&amp;quot; ujar Agus.&#13;
&#13;
Menurut Agus, TNI AU mendampingi pengembangan tebu, TNI AL fokus pada kedelai, sedangkan TNI AD bertanggung jawab mendampingi produksi padi di berbagai wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Pada musim panen 2026, pendampingan TNI AU dilakukan di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang berkontribusi sekitar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional.&#13;
&#13;
Di Lanud Abdulrachman Saleh, luas lahan tebu yang dipanen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi produksi 72.045 ton.&#13;
&#13;
Pada sektor kedelai, TNI AL mendampingi budidaya di lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton. Selain itu, hingga Juni 2026 telah dibuka lahan baru seluas 3.110 hektare yang diperkirakan menghasilkan sekitar 5.287 ton kedelai.&#13;
&#13;
Sementara pada sektor padi, TNI AD mendampingi panen seluas 479.610 hektare selama Juli 2026. Secara kumulatif, pendampingan sejak Januari hingga Juni 2026 telah mencakup 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target produksi nasional tahun 2026.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI, Polri, seluruh kementerian, dan pemerintah daerah untuk turun tangan secara langsung menangani persoalan sampah di seluruh Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan Indonesia bersih sebelum 2029.&#13;
&#13;
Instruksi itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Terintegrasi Program Ketahanan Pangan bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau fasilitas pengolahan sampah MOTAH (Mesin Olah Runtah) didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Prabowo melihat langsung proses pengolahan limbah sekaligus menerima penjelasan dari personel TNI mengenai teknologi tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
MOTAH merupakan teknologi insinerator karya anak bangsa yang mampu mengolah hingga satu ton sampah per jam tanpa menggunakan bahan bakar maupun listrik. Abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku batako dan paving block, sedangkan residu organik diolah menjadi media tanam.&#13;
&#13;
Sistem ini telah diterapkan di 64 kabupaten dan kota melalui fasilitas pengolahan terpadu berkapasitas hingga 100 ton. Selain mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA), teknologi tersebut juga telah memenuhi standar uji emisi Kementerian Lingkungan Hidup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menindaklanjuti arahan Presiden, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk berperan aktif dalam penanganan sampah melalui gerakan kebersihan dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini menyelaraskan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan &amp;#39;perang terhadap sampah&amp;#39; demi mencapai target Indonesia bersih sebelum tahun 2029,&amp;quot; ujar Agus.&#13;
&#13;
Prabowo juga menegaskan pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh sebelum 2029 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025&amp;ndash;2029.&#13;
&#13;
Panen Raya Digelar Serentak di 43 Titik&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku bangga terhadap petani, nelayan, TNI, dan Polri yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini saya bahagia. Saya bangga jadi Presiden Republik Indonesia. Saya bangga dengan petani-petani Indonesia!&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bangga dengan petani! Saya bangga dengan TNI! Saya bangga dengan Polri!&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Presiden juga mengapresiasi pelaksanaan Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Sementara itu, Panglima TNI mengatakan keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kemandirian pangan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat,&amp;quot; ujar Agus.&#13;
&#13;
Menurut Agus, TNI AU mendampingi pengembangan tebu, TNI AL fokus pada kedelai, sedangkan TNI AD bertanggung jawab mendampingi produksi padi di berbagai wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Pada musim panen 2026, pendampingan TNI AU dilakukan di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang berkontribusi sekitar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional.&#13;
&#13;
Di Lanud Abdulrachman Saleh, luas lahan tebu yang dipanen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi produksi 72.045 ton.&#13;
&#13;
Pada sektor kedelai, TNI AL mendampingi budidaya di lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton. Selain itu, hingga Juni 2026 telah dibuka lahan baru seluas 3.110 hektare yang diperkirakan menghasilkan sekitar 5.287 ton kedelai.&#13;
&#13;
Sementara pada sektor padi, TNI AD mendampingi panen seluas 479.610 hektare selama Juli 2026. Secara kumulatif, pendampingan sejak Januari hingga Juni 2026 telah mencakup 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target produksi nasional tahun 2026.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
