<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Haru Anak Buruh Serabutan Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana</title><description>Momen haru mewarnai Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Salah satunya datang dari keluarga Wagiyantoro, seorang buruh serabutan yang sesekali bekerja sebagai kuli bangunan, yang mengantarkan putranya menjadi perwira TNI.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231560/kisah-haru-anak-buruh-serabutan-dilantik-prabowo-jadi-perwira-tni-di-istana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231560/kisah-haru-anak-buruh-serabutan-dilantik-prabowo-jadi-perwira-tni-di-istana"/><item><title>Kisah Haru Anak Buruh Serabutan Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231560/kisah-haru-anak-buruh-serabutan-dilantik-prabowo-jadi-perwira-tni-di-istana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/22/337/3231560/kisah-haru-anak-buruh-serabutan-dilantik-prabowo-jadi-perwira-tni-di-istana</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2026 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/22/337/3231560/rizky-9laR_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rizky, anak buruh serabutan dilantik jadi Perwira TNI (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/22/337/3231560/rizky-9laR_large.jpeg</image><title>Rizky, anak buruh serabutan dilantik jadi Perwira TNI (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Momen haru mewarnai Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Salah satunya datang dari keluarga Wagiyantoro, seorang buruh serabutan yang sesekali bekerja sebagai kuli bangunan, yang mengantarkan putranya menjadi perwira TNI.&#13;
&#13;
Dengan penuh rasa syukur, Wagiyantoro mengaku tak pernah membayangkan putranya, Rizky, dapat mencapai titik tersebut. Pria asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu mengatakan dirinya hanya bekerja serabutan demi menghidupi keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nama saya Wagiyantoro, saya berasal dari Kota Cepu, Kabupaten Blora. Ini anak saya. Saya hanya berprofesi sebagai buruh serabutan, kadang kuli bangunan. Alhamdulillah rezeki anak saya bisa jadi perwira hari ini,&amp;quot; ujarnya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wagiyantoro menceritakan, perjalanan putranya menjadi perwira dimulai sejak Rizky duduk di bangku SMP. Saat itu, Rizky berhasil lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara. Setelah lulus, ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer (Akmil) dan kembali dinyatakan diterima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini dimulai sejak dia SMP, dia ikut tes masuk SMA Taruna Nusantara, alhamdulillah terkabul doa kami. Selanjutnya dia sendiri yang memilih masuk Akmil dan alhamdulillah juga diterima,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di balik keberhasilan tersebut, Wagiyantoro menilai sosok yang paling berjasa adalah istrinya. Menurutnya, sang istri selalu mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada Rizky hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di Akmil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan dari semua ini ada sosok satu orang yang sangat luar biasa, yaitu istri saya, ibunya. Dia adalah sosok luar biasa yang membantu perjalanan dia, serta semuanya juga dari bantuan orang-orang yang bertangan baik yang dikirim oleh Allah kepada saya lewat jalan mereka. Semoga hanya Allah yang bisa membalasnya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Rizky mengaku tak pernah merasa rendah diri dengan profesi ayahnya sebagai buruh serabutan dan kuli bangunan. Baginya, pekerjaan orang tua harus dihormati dan justru menjadi motivasi untuk terus berjuang meraih cita-cita.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bangga. Apa pun, saya tidak pernah melihat pekerjaan orang tua saya apa, dan itu hanya pekerjaan orang tua saya. Selanjutnya saya akan melanjutkan perjuangan dari orang tua saya untuk mengejar kebanggaan sejauh mungkin dan untuk membanggakan kedua orang tua saya dengan kaki tangan saya sendiri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rizky juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah membesarkan dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang hingga akhirnya berdiri sebagai seorang perwira TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terima kasih kepada kedua orang tua saya karena telah membantu merawat saya dan membesarkan saya dengan penuh rasa kasih sayang, sehingga saya dapat berdiri di titik ini. Ke depannya saya akan senantiasa mengabdi kepada negara dan bangsa, tidak luput pula kepada orang tua, dan saya akan tetap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Rizky pun membagikan nasihat yang selalu dipegang selama menjalani pendidikan sebagai taruna. Menurutnya, seseorang tidak boleh dikuasai rasa minder maupun gengsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nasihat utama yang saya pegang teguh selama menjadi taruna sampai sekarang adalah tidak usah menuruti rasa minder ataupun gengsi. Karena kalau kita menuruti hal tersebut, maka tidak akan ada habisnya,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Momen haru mewarnai Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Salah satunya datang dari keluarga Wagiyantoro, seorang buruh serabutan yang sesekali bekerja sebagai kuli bangunan, yang mengantarkan putranya menjadi perwira TNI.&#13;
&#13;
Dengan penuh rasa syukur, Wagiyantoro mengaku tak pernah membayangkan putranya, Rizky, dapat mencapai titik tersebut. Pria asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu mengatakan dirinya hanya bekerja serabutan demi menghidupi keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nama saya Wagiyantoro, saya berasal dari Kota Cepu, Kabupaten Blora. Ini anak saya. Saya hanya berprofesi sebagai buruh serabutan, kadang kuli bangunan. Alhamdulillah rezeki anak saya bisa jadi perwira hari ini,&amp;quot; ujarnya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wagiyantoro menceritakan, perjalanan putranya menjadi perwira dimulai sejak Rizky duduk di bangku SMP. Saat itu, Rizky berhasil lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara. Setelah lulus, ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer (Akmil) dan kembali dinyatakan diterima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini dimulai sejak dia SMP, dia ikut tes masuk SMA Taruna Nusantara, alhamdulillah terkabul doa kami. Selanjutnya dia sendiri yang memilih masuk Akmil dan alhamdulillah juga diterima,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di balik keberhasilan tersebut, Wagiyantoro menilai sosok yang paling berjasa adalah istrinya. Menurutnya, sang istri selalu mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada Rizky hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di Akmil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan dari semua ini ada sosok satu orang yang sangat luar biasa, yaitu istri saya, ibunya. Dia adalah sosok luar biasa yang membantu perjalanan dia, serta semuanya juga dari bantuan orang-orang yang bertangan baik yang dikirim oleh Allah kepada saya lewat jalan mereka. Semoga hanya Allah yang bisa membalasnya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Rizky mengaku tak pernah merasa rendah diri dengan profesi ayahnya sebagai buruh serabutan dan kuli bangunan. Baginya, pekerjaan orang tua harus dihormati dan justru menjadi motivasi untuk terus berjuang meraih cita-cita.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bangga. Apa pun, saya tidak pernah melihat pekerjaan orang tua saya apa, dan itu hanya pekerjaan orang tua saya. Selanjutnya saya akan melanjutkan perjuangan dari orang tua saya untuk mengejar kebanggaan sejauh mungkin dan untuk membanggakan kedua orang tua saya dengan kaki tangan saya sendiri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rizky juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah membesarkan dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang hingga akhirnya berdiri sebagai seorang perwira TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terima kasih kepada kedua orang tua saya karena telah membantu merawat saya dan membesarkan saya dengan penuh rasa kasih sayang, sehingga saya dapat berdiri di titik ini. Ke depannya saya akan senantiasa mengabdi kepada negara dan bangsa, tidak luput pula kepada orang tua, dan saya akan tetap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Rizky pun membagikan nasihat yang selalu dipegang selama menjalani pendidikan sebagai taruna. Menurutnya, seseorang tidak boleh dikuasai rasa minder maupun gengsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nasihat utama yang saya pegang teguh selama menjadi taruna sampai sekarang adalah tidak usah menuruti rasa minder ataupun gengsi. Karena kalau kita menuruti hal tersebut, maka tidak akan ada habisnya,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
