<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dimediasi Polri-Kemnaker, 134 Pekerja PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar</title><description>Desk Ketenagakerjaan Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), berhasil memediasi sengketa pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Amos Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/23/337/3231851/dimediasi-polri-kemnaker-134-pekerja-pt-amos-terima-pesangon-rp12-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/23/337/3231851/dimediasi-polri-kemnaker-134-pekerja-pt-amos-terima-pesangon-rp12-7-miliar"/><item><title>Dimediasi Polri-Kemnaker, 134 Pekerja PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/23/337/3231851/dimediasi-polri-kemnaker-134-pekerja-pt-amos-terima-pesangon-rp12-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/23/337/3231851/dimediasi-polri-kemnaker-134-pekerja-pt-amos-terima-pesangon-rp12-7-miliar</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2026 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/23/337/3231851/phk-eVZn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PHK (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/23/337/3231851/phk-eVZn_large.jpg</image><title>PHK (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Desk Ketenagakerjaan Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), berhasil memediasi sengketa pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Amos Indonesia.&#13;
&#13;
Hasil mediasi tersebut menyepakati pemberian pesangon kepada 134 mantan pekerja dengan total nilai mencapai Rp12,7 miliar.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor mengatakan, penyelesaian sengketa itu dicapai melalui serangkaian mediasi yang melibatkan pemerintah, manajemen perusahaan, dan serikat pekerja selama kurang lebih tiga pekan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah berhasil memediasi antara PT Amos Indonesia dengan serikat pekerja hampir lebih kurang 134 orang,&amp;quot; kata Afriansyah dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Afriansyah menjelaskan, persoalan bermula pada Maret 2026 ketika PT Amos Indonesia melakukan PHK terhadap 134 pekerja. Serikat pekerja menilai kebijakan tersebut tidak adil sehingga menggelar aksi di Kementerian Ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Kemnaker bersama Desk Ketenagakerjaan Polri menggelar sejumlah pertemuan mediasi hingga akhirnya tercapai kesepakatan mengenai besaran pesangon.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah sudah disepakati pesangon yang diberikan untuk 134 orang yang ter-PHK,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Total pesangon yang disepakati mencapai Rp12,7 miliar dengan nominal yang berbeda-beda sesuai masa kerja masing-masing pekerja.&#13;
&#13;
Meski PHK tetap dilaksanakan, Afriansyah menegaskan, para pekerja menerima hasil perundingan yang difasilitasi Kemnaker dan Desk Ketenagakerjaan Polri.&#13;
&#13;
Ia juga mengapresiasi peran Polri dalam mengawal proses mediasi hingga tercapai kesepakatan yang diterima kedua belah pihak.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kepala Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri, Brigjen Muhammad Irhamni mengatakan penyelesaian sengketa tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar perkara hubungan industrial yang telah berlarut-larut dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.&#13;
&#13;
Menurut Irhamni, kolaborasi antara Polri, Kemnaker, manajemen PT Amos Indonesia, dan para pekerja menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kesepakatan ini menjadi win-win solution bagi kedua belah pihak, baik pengusaha maupun rekan-rekan pekerja,&amp;quot; ujar Irhamni.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, para pekerja memperoleh hak pesangon atas PHK yang dialami, sementara perusahaan mendapatkan kepastian hukum sehingga dapat terus menjalankan usahanya di Indonesia.&#13;
&#13;
Irhamni berharap sinergi antara Desk Ketenagakerjaan Polri dan Kementerian Ketenagakerjaan terus diperkuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial di berbagai daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dari Mabes Polri sampai Polda dan Polres, harapannya jika ada permasalahan terkait hubungan industrial dapat dilaporkan kepada kami, baik di Mabes Polri, Polda, maupun Polres,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga tidak perlu melakukan kegiatan orasi di muka umum ataupun demonstrasi, tetapi cukup kami mediasi,&amp;quot; tutup Irhamni.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Desk Ketenagakerjaan Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), berhasil memediasi sengketa pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Amos Indonesia.&#13;
&#13;
Hasil mediasi tersebut menyepakati pemberian pesangon kepada 134 mantan pekerja dengan total nilai mencapai Rp12,7 miliar.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor mengatakan, penyelesaian sengketa itu dicapai melalui serangkaian mediasi yang melibatkan pemerintah, manajemen perusahaan, dan serikat pekerja selama kurang lebih tiga pekan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah berhasil memediasi antara PT Amos Indonesia dengan serikat pekerja hampir lebih kurang 134 orang,&amp;quot; kata Afriansyah dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Afriansyah menjelaskan, persoalan bermula pada Maret 2026 ketika PT Amos Indonesia melakukan PHK terhadap 134 pekerja. Serikat pekerja menilai kebijakan tersebut tidak adil sehingga menggelar aksi di Kementerian Ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Kemnaker bersama Desk Ketenagakerjaan Polri menggelar sejumlah pertemuan mediasi hingga akhirnya tercapai kesepakatan mengenai besaran pesangon.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah sudah disepakati pesangon yang diberikan untuk 134 orang yang ter-PHK,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Total pesangon yang disepakati mencapai Rp12,7 miliar dengan nominal yang berbeda-beda sesuai masa kerja masing-masing pekerja.&#13;
&#13;
Meski PHK tetap dilaksanakan, Afriansyah menegaskan, para pekerja menerima hasil perundingan yang difasilitasi Kemnaker dan Desk Ketenagakerjaan Polri.&#13;
&#13;
Ia juga mengapresiasi peran Polri dalam mengawal proses mediasi hingga tercapai kesepakatan yang diterima kedua belah pihak.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kepala Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri, Brigjen Muhammad Irhamni mengatakan penyelesaian sengketa tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar perkara hubungan industrial yang telah berlarut-larut dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.&#13;
&#13;
Menurut Irhamni, kolaborasi antara Polri, Kemnaker, manajemen PT Amos Indonesia, dan para pekerja menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kesepakatan ini menjadi win-win solution bagi kedua belah pihak, baik pengusaha maupun rekan-rekan pekerja,&amp;quot; ujar Irhamni.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, para pekerja memperoleh hak pesangon atas PHK yang dialami, sementara perusahaan mendapatkan kepastian hukum sehingga dapat terus menjalankan usahanya di Indonesia.&#13;
&#13;
Irhamni berharap sinergi antara Desk Ketenagakerjaan Polri dan Kementerian Ketenagakerjaan terus diperkuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial di berbagai daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dari Mabes Polri sampai Polda dan Polres, harapannya jika ada permasalahan terkait hubungan industrial dapat dilaporkan kepada kami, baik di Mabes Polri, Polda, maupun Polres,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga tidak perlu melakukan kegiatan orasi di muka umum ataupun demonstrasi, tetapi cukup kami mediasi,&amp;quot; tutup Irhamni.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
