<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNN Musnahkan 3 Ton Narkotika, Bongkar Jaringan Internasional hingga Laboratorium Gelap Narkoba</title><description>Pemusnahan narkotika ini merupakan rangkaian dari Hari Anti Narkotika Internasional 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3231970/bnn-musnahkan-3-ton-narkotika-bongkar-jaringan-internasional-hingga-laboratorium-gelap-narkoba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3231970/bnn-musnahkan-3-ton-narkotika-bongkar-jaringan-internasional-hingga-laboratorium-gelap-narkoba"/><item><title>BNN Musnahkan 3 Ton Narkotika, Bongkar Jaringan Internasional hingga Laboratorium Gelap Narkoba</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3231970/bnn-musnahkan-3-ton-narkotika-bongkar-jaringan-internasional-hingga-laboratorium-gelap-narkoba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3231970/bnn-musnahkan-3-ton-narkotika-bongkar-jaringan-internasional-hingga-laboratorium-gelap-narkoba</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2026 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/23/337/3231970/ilustrasi-fGFY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/23/337/3231970/ilustrasi-fGFY_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar pemusnahan narkotika dalam berbagai jenis di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Narkotika yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari pengungkapan sejumlah kasus, termasuk jaringan internasional dan laboratorium gelap (clandestine lab).&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada hari ini, BNN melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika yang merupakan hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap di wilayah Bali, Gresik Jawa Timur, dan DKI Jakarta,&amp;quot; kata Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sebagian barang bukti disisihkan untuk kepentingan pembuktian perkara, pemeriksaan uji laboratorium, dan kepentingan penyidikan, sedangkan sisanya dimusnahkan.&#13;
&#13;
Lebih rinci, BNN berhasil menyita narkotika jenis sabu dengan berat awal sebanyak 8.962,32 gram. Sebanyak 90,24 gram disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium dan yang dimusnahkan seberat 8.872,08 gram. Selanjutnya, narkotika jenis hashish yang dimusnahkan seberat 2.996 gram setelah diambil 10 gram untuk pemeriksaan laboratorium.&#13;
&#13;
Kemudian, narkotika jenis bunga ganja Thailand disita dengan total berat kotor 3.370.000 gram (3,37 ton) atau berat bersih sebesar 3.097.081,2 gram.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan telah disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium sebanyak 9.396 gram, maka yang dimusnahkan sebanyak 3.087.685,2 gram,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Selain itu, terdapat cairan prekursor dengan total berat awal sebanyak 890 mL. Setelah disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium sebanyak 30 mL, cairan prekursor yang dimusnahkan adalah sebanyak 860 mL.&#13;
&#13;
Aswin menyampaikan bahwa berbagai barang bukti narkotika yang dimusnahkan hari ini berasal dari pengungkapan lima kasus tindak pidana. Pertama, pengungkapan narkotika jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan hashish tersembunyi di dinding koper. BNN kemudian melaksanakan controlled delivery hingga ke Bali dan berhasil menangkap tiga warga negara Rusia yang berperan sebagai kurir dan pengendali jaringan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kasus kedua adalah pengungkapan clandestine lab atau laboratorium gelap narkotika di Padang, Sumatera Barat. Berawal dari laporan masyarakat, BNN menangkap seorang tersangka dan menemukan lokasi yang digunakan untuk memproduksi metamfetamin beserta prekursor, bahan kimia, dan peralatan laboratorium.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengungkapan clandestine lab narkotika di wilayah Padang berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap narkotika di Jalan Bukit Ngalo, Indarung, Kota Padang. Tim BNN kemudian melakukan penyelidikan pada tanggal 23 Juni 2026,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kasus ketiga adalah penyelundupan bunga ganja Thailand, yang berawal dari informasi masyarakat mengenai truk pengangkut ganja. BNN kemudian melakukan penyelidikan terhadap gudang perusahaan ekspedisi di Gresik, Jawa Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas menemukan ratusan koper dan matras lateks berisi bunga ganja serta mengamankan empat tersangka. Total berat kotor barang bukti yang disita mencapai 3.370.000 gram atau 3,37 ton bunga ganja,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Keempat, BNN juga mengungkap peredaran narkotika melalui jalur laut setelah menerima informasi mengenai pengiriman sabu dari Batam menuju Jakarta menggunakan Kapal Motor (KM) Kelud. Petugas menangkap empat kurir yang menyembunyikan sabu sebanyak 3.972 gram di dalam sepatu dan lapisan pakaian di Terminal Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kelima, jaringan peredaran jenis sabu di Provinsi Jawa Timur. Berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap narkotika jenis sabu di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar pemusnahan narkotika dalam berbagai jenis di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Narkotika yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari pengungkapan sejumlah kasus, termasuk jaringan internasional dan laboratorium gelap (clandestine lab).&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada hari ini, BNN melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika yang merupakan hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap di wilayah Bali, Gresik Jawa Timur, dan DKI Jakarta,&amp;quot; kata Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sebagian barang bukti disisihkan untuk kepentingan pembuktian perkara, pemeriksaan uji laboratorium, dan kepentingan penyidikan, sedangkan sisanya dimusnahkan.&#13;
&#13;
Lebih rinci, BNN berhasil menyita narkotika jenis sabu dengan berat awal sebanyak 8.962,32 gram. Sebanyak 90,24 gram disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium dan yang dimusnahkan seberat 8.872,08 gram. Selanjutnya, narkotika jenis hashish yang dimusnahkan seberat 2.996 gram setelah diambil 10 gram untuk pemeriksaan laboratorium.&#13;
&#13;
Kemudian, narkotika jenis bunga ganja Thailand disita dengan total berat kotor 3.370.000 gram (3,37 ton) atau berat bersih sebesar 3.097.081,2 gram.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan telah disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium sebanyak 9.396 gram, maka yang dimusnahkan sebanyak 3.087.685,2 gram,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Selain itu, terdapat cairan prekursor dengan total berat awal sebanyak 890 mL. Setelah disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium sebanyak 30 mL, cairan prekursor yang dimusnahkan adalah sebanyak 860 mL.&#13;
&#13;
Aswin menyampaikan bahwa berbagai barang bukti narkotika yang dimusnahkan hari ini berasal dari pengungkapan lima kasus tindak pidana. Pertama, pengungkapan narkotika jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan hashish tersembunyi di dinding koper. BNN kemudian melaksanakan controlled delivery hingga ke Bali dan berhasil menangkap tiga warga negara Rusia yang berperan sebagai kurir dan pengendali jaringan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kasus kedua adalah pengungkapan clandestine lab atau laboratorium gelap narkotika di Padang, Sumatera Barat. Berawal dari laporan masyarakat, BNN menangkap seorang tersangka dan menemukan lokasi yang digunakan untuk memproduksi metamfetamin beserta prekursor, bahan kimia, dan peralatan laboratorium.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengungkapan clandestine lab narkotika di wilayah Padang berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap narkotika di Jalan Bukit Ngalo, Indarung, Kota Padang. Tim BNN kemudian melakukan penyelidikan pada tanggal 23 Juni 2026,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kasus ketiga adalah penyelundupan bunga ganja Thailand, yang berawal dari informasi masyarakat mengenai truk pengangkut ganja. BNN kemudian melakukan penyelidikan terhadap gudang perusahaan ekspedisi di Gresik, Jawa Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas menemukan ratusan koper dan matras lateks berisi bunga ganja serta mengamankan empat tersangka. Total berat kotor barang bukti yang disita mencapai 3.370.000 gram atau 3,37 ton bunga ganja,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Keempat, BNN juga mengungkap peredaran narkotika melalui jalur laut setelah menerima informasi mengenai pengiriman sabu dari Batam menuju Jakarta menggunakan Kapal Motor (KM) Kelud. Petugas menangkap empat kurir yang menyembunyikan sabu sebanyak 3.972 gram di dalam sepatu dan lapisan pakaian di Terminal Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kelima, jaringan peredaran jenis sabu di Provinsi Jawa Timur. Berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap narkotika jenis sabu di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
