<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejagung: Febrie Adriansyah Masih Bertugas&amp;nbsp;dan Terima Gaji, Proses Etik Tunggu Perkara Pidana Inkrah!</title><description>&amp;lt;!--pagebreak--&amp;gt;&#13;
&#13;
Rudi melanjutkan, penetapan tersangka yang dilakukan Polri tanpa didahului oleh pemeriksaan saksi. Untuk itu, ia berkata, terbitnya sprindik baru ini untuk memenuhi proses hukum acara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3232088/kejagung-febrie-adriansyah-masih-bertugas-nbsp-dan-terima-gaji-proses-etik-tunggu-perkara-pidana-inkrah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3232088/kejagung-febrie-adriansyah-masih-bertugas-nbsp-dan-terima-gaji-proses-etik-tunggu-perkara-pidana-inkrah"/><item><title>Kejagung: Febrie Adriansyah Masih Bertugas&amp;nbsp;dan Terima Gaji, Proses Etik Tunggu Perkara Pidana Inkrah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3232088/kejagung-febrie-adriansyah-masih-bertugas-nbsp-dan-terima-gaji-proses-etik-tunggu-perkara-pidana-inkrah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/24/337/3232088/kejagung-febrie-adriansyah-masih-bertugas-nbsp-dan-terima-gaji-proses-etik-tunggu-perkara-pidana-inkrah</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2026 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/24/337/3232088/kejagung-Hye8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Febrie Adriansyah Masih Bertugas&amp;nbsp;dan Terima Gaji/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/24/337/3232088/kejagung-Hye8_large.jpg</image><title> Febrie Adriansyah Masih Bertugas&amp;nbsp;dan Terima Gaji/ist</title></images><description>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan memproses kasus dugaan pelanggaran etik mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun jika sudah ada putusan inkrah terhadap perkara pidana.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Rudi Margono saat disinggung perihal kans memproses dugaan pelanggaran etik Febrie.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, iya (proses etik setelah perkara pidana inkrah),&amp;quot; ungkap Rudi saat ditemui di Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).&#13;
&#13;
Kendati demikian, Rudi menyampaikan, Febrie Adriansyah&amp;nbsp;masih bertugas di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Dia juga membenarkan bahwa Febrie masih menerima hak sebagai aparatur sipil negara, termasuk gaji, karena proses hukumnya masih berjalan. &amp;quot;Iya (masih terima gaji), belum ada putusan (inkrah), kan?&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, Kejaksaan telah menerbitkan empar surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Tiga sprindik berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Asabri, Krakatau Steel, dan pengadaan batu bara PLTU yang sempat menyebabkan pemadaman listrik atau blackout.&#13;
&#13;
Penyidik yang tergabung dalam Tim 9 menerbitkan Sprindik Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tanggal 20 Juli 2026. Sprindik itu terbit pasca penyerahan penanganan perkara beserta barang bukti emas 74 kg dan valuta asing senilai ratusan miliar rupiah dari Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa terbit Sprindik baru? Itu untuk memastikan barang-barang bukti yang telah digeledah ditemukan oleh teman-teman Kortas dan Polda akan menjadi pertimbangan tersendiri sehingga terbitlah Sprindik TPPU. Nah ini penting,&amp;quot; terang Rudi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rudi melanjutkan, penetapan tersangka yang dilakukan Polri tanpa didahului oleh pemeriksaan saksi. Untuk itu, ia berkata, terbitnya sprindik baru ini untuk memenuhi proses hukum acara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kita pastikan sesuai dengan putusan MK 21 2014 harus diperiksa lebih dulu. Demikian juga praktik peradilan, setelah KUHAP yang ada, ternyata ada putusan praperadilan di Kupang bahwa siapapun harus diperiksa dan tiba-tiba ditentukan statusnya yang berbeda maka penetapannya tidak sah,&amp;quot; tutup Rudi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan memproses kasus dugaan pelanggaran etik mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun jika sudah ada putusan inkrah terhadap perkara pidana.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Rudi Margono saat disinggung perihal kans memproses dugaan pelanggaran etik Febrie.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, iya (proses etik setelah perkara pidana inkrah),&amp;quot; ungkap Rudi saat ditemui di Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).&#13;
&#13;
Kendati demikian, Rudi menyampaikan, Febrie Adriansyah&amp;nbsp;masih bertugas di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Dia juga membenarkan bahwa Febrie masih menerima hak sebagai aparatur sipil negara, termasuk gaji, karena proses hukumnya masih berjalan. &amp;quot;Iya (masih terima gaji), belum ada putusan (inkrah), kan?&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, Kejaksaan telah menerbitkan empar surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Tiga sprindik berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Asabri, Krakatau Steel, dan pengadaan batu bara PLTU yang sempat menyebabkan pemadaman listrik atau blackout.&#13;
&#13;
Penyidik yang tergabung dalam Tim 9 menerbitkan Sprindik Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tanggal 20 Juli 2026. Sprindik itu terbit pasca penyerahan penanganan perkara beserta barang bukti emas 74 kg dan valuta asing senilai ratusan miliar rupiah dari Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa terbit Sprindik baru? Itu untuk memastikan barang-barang bukti yang telah digeledah ditemukan oleh teman-teman Kortas dan Polda akan menjadi pertimbangan tersendiri sehingga terbitlah Sprindik TPPU. Nah ini penting,&amp;quot; terang Rudi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rudi melanjutkan, penetapan tersangka yang dilakukan Polri tanpa didahului oleh pemeriksaan saksi. Untuk itu, ia berkata, terbitnya sprindik baru ini untuk memenuhi proses hukum acara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kita pastikan sesuai dengan putusan MK 21 2014 harus diperiksa lebih dulu. Demikian juga praktik peradilan, setelah KUHAP yang ada, ternyata ada putusan praperadilan di Kupang bahwa siapapun harus diperiksa dan tiba-tiba ditentukan statusnya yang berbeda maka penetapannya tidak sah,&amp;quot; tutup Rudi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
