<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Kawah hingga 100 Meter Pagi Ini</title><description>Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut 0??&quot;III. PVMBG melaporkan adanya hembusan asap dari kawah aktif.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/26/340/3232334/waspada-gunung-anak-krakatau-keluarkan-asap-kawah-hingga-100-meter-pagi-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/26/340/3232334/waspada-gunung-anak-krakatau-keluarkan-asap-kawah-hingga-100-meter-pagi-ini"/><item><title>Waspada! Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Kawah hingga 100 Meter Pagi Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/26/340/3232334/waspada-gunung-anak-krakatau-keluarkan-asap-kawah-hingga-100-meter-pagi-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/26/340/3232334/waspada-gunung-anak-krakatau-keluarkan-asap-kawah-hingga-100-meter-pagi-ini</guid><pubDate>Minggu 26 Juli 2026 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/26/340/3232334/viral-sFrE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Kawah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/26/340/3232334/viral-sFrE_large.jpg</image><title> Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Kawah</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, masih menunjukkan aktivitas vulkanik dengan status Level III (Siaga).&#13;
&#13;
Dalam periode pengamatan Minggu (26/7/2026) asap kawah terpantau membumbung hingga 100 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dirilis PVMBG, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berkisar 28,3&amp;ndash;30,4 derajat Celsius dengan kelembaban 73&amp;ndash;80 persen.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut 0&amp;ndash;III. PVMBG melaporkan adanya hembusan asap dari kawah aktif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-100 m di atas puncak kawah,&amp;quot; demikian dikutip dari laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Dari hasil pemantauan kegempaan, petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau mencatat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 12&amp;ndash;13 milimeter dan durasi 25&amp;ndash;30 detik. Selain itu, tremor menerus (microtremor) masih terekam dengan amplitudo 1&amp;ndash;20 milimeter, dengan amplitudo dominan 5 milimeter.&#13;
&#13;
Sementara itu, kondisi ombak laut di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan dalam keadaan tenang. Hingga saat ini, PVMBG masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati kawasan gunung demi menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,&amp;quot; tegas PVMBG dalam rekomendasinya.&#13;
&#13;
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta selalu mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disampaikan melalui Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Api.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, masih menunjukkan aktivitas vulkanik dengan status Level III (Siaga).&#13;
&#13;
Dalam periode pengamatan Minggu (26/7/2026) asap kawah terpantau membumbung hingga 100 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dirilis PVMBG, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berkisar 28,3&amp;ndash;30,4 derajat Celsius dengan kelembaban 73&amp;ndash;80 persen.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut 0&amp;ndash;III. PVMBG melaporkan adanya hembusan asap dari kawah aktif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-100 m di atas puncak kawah,&amp;quot; demikian dikutip dari laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Dari hasil pemantauan kegempaan, petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau mencatat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 12&amp;ndash;13 milimeter dan durasi 25&amp;ndash;30 detik. Selain itu, tremor menerus (microtremor) masih terekam dengan amplitudo 1&amp;ndash;20 milimeter, dengan amplitudo dominan 5 milimeter.&#13;
&#13;
Sementara itu, kondisi ombak laut di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan dalam keadaan tenang. Hingga saat ini, PVMBG masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati kawasan gunung demi menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,&amp;quot; tegas PVMBG dalam rekomendasinya.&#13;
&#13;
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta selalu mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disampaikan melalui Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Api.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
