<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>14 Orang Masih Hilang, Ini Alasan Kabasarnas Setop Operasi SAR KM Nurul Salsa</title><description>Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii mengungkapkan, penghentian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan merupakan keputusan bersama dengan pihak keluarga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/28/337/3232821/14-orang-masih-hilang-ini-alasan-kabasarnas-setop-operasi-sar-km-nurul-salsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/28/337/3232821/14-orang-masih-hilang-ini-alasan-kabasarnas-setop-operasi-sar-km-nurul-salsa"/><item><title>14 Orang Masih Hilang, Ini Alasan Kabasarnas Setop Operasi SAR KM Nurul Salsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/28/337/3232821/14-orang-masih-hilang-ini-alasan-kabasarnas-setop-operasi-sar-km-nurul-salsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/28/337/3232821/14-orang-masih-hilang-ini-alasan-kabasarnas-setop-operasi-sar-km-nurul-salsa</guid><pubDate>Selasa 28 Juli 2026 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/28/337/3232821/basarnas-ytBH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii (Foto: Riyan Rizki/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/28/337/3232821/basarnas-ytBH_large.jpg</image><title>Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii (Foto: Riyan Rizki/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii mengungkapkan, penghentian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan merupakan keputusan bersama dengan pihak keluarga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oh ya, terkait dengan operasi kapal yang ada di Makassar. Ya dengan kemampuan kita bersama potensi, beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang,&amp;rdquo; kata Syafii di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan itu pun keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syafii menjelaskan, operasi SAR akan dilanjutkan apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. &amp;ldquo;Namun kalau ada tanda-tanda tentunya kita akan membuka operasi lagi untuk melaksanakan operasi lanjutan,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, keputusan penghentian operasi tersebut diambil dan diputuskan bersama pihak keluarga korban. &amp;ldquo;Tidak, justru kemarin keputusan diambil bersama juga pihak keluarga,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, operasi SAR KM Nurul Salsa ditutup pada 24 Juli lalu setelah 10 hari pencarian. Hingga hari ke-10 pencarian, tim SAR telah mengevakuasi 62 korban yang terdiri atas 58 orang selamat dan empat korban meninggal dunia. Sementara itu, masih ada 14 penumpang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii mengungkapkan, penghentian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan merupakan keputusan bersama dengan pihak keluarga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oh ya, terkait dengan operasi kapal yang ada di Makassar. Ya dengan kemampuan kita bersama potensi, beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang,&amp;rdquo; kata Syafii di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan itu pun keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syafii menjelaskan, operasi SAR akan dilanjutkan apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. &amp;ldquo;Namun kalau ada tanda-tanda tentunya kita akan membuka operasi lagi untuk melaksanakan operasi lanjutan,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, keputusan penghentian operasi tersebut diambil dan diputuskan bersama pihak keluarga korban. &amp;ldquo;Tidak, justru kemarin keputusan diambil bersama juga pihak keluarga,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, operasi SAR KM Nurul Salsa ditutup pada 24 Juli lalu setelah 10 hari pencarian. Hingga hari ke-10 pencarian, tim SAR telah mengevakuasi 62 korban yang terdiri atas 58 orang selamat dan empat korban meninggal dunia. Sementara itu, masih ada 14 penumpang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
