<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Usia 55 Tahun, Jurnalis iNews Raih Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum</title><description>Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ballroom Hotel Resinda Karawang saat satu per satu lulusan dipanggil menuju panggung. Di antara ratusan toga hitam yang memenuhi ruangan, nama Rudi Setiawan, S.H., CPM, terdengar disambut kebanggaan karena dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/29/340/3232916/di-usia-55-tahun-jurnalis-inews-raih-wisudawan-terbaik-fakultas-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/29/340/3232916/di-usia-55-tahun-jurnalis-inews-raih-wisudawan-terbaik-fakultas-hukum"/><item><title>Di Usia 55 Tahun, Jurnalis iNews Raih Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/29/340/3232916/di-usia-55-tahun-jurnalis-inews-raih-wisudawan-terbaik-fakultas-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/29/340/3232916/di-usia-55-tahun-jurnalis-inews-raih-wisudawan-terbaik-fakultas-hukum</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2026 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dwinarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/29/340/3232916/jurnalis-51JN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurnalis iNews lulusan terbaik Fakultas Hukum di usia 55 tahun (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/29/340/3232916/jurnalis-51JN_large.jpg</image><title>Jurnalis iNews lulusan terbaik Fakultas Hukum di usia 55 tahun (Foto: Dok)</title></images><description>KARAWANG - Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ballroom Hotel Resinda Karawang saat satu per satu lulusan dipanggil menuju panggung. Di antara ratusan toga hitam yang memenuhi ruangan, nama Rudi Setiawan, S.H., CPM, terdengar disambut kebanggaan karena dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pencapaian itu terasa semakin istimewa mengingat Rudi merupakan jurnalis iNews TV yang berhasil meraih prestasi akademik di usia 55 tahun. Sementara itu, prosesi Wisuda Program Sarjana ke-12 UBP Karawang berlangsung pada 27&amp;ndash;28 Juli 2026 dengan latar panggung megah berwarna biru yang mempertegas momen penuh makna tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suasana aula tampak hangat sejak awal prosesi berlangsung. Rudi melangkah mantap mengenakan toga hitam lengkap dengan selempang biru muda dan kalung medali, lalu menerima piagam penghargaan dari pimpinan universitas di hadapan para tamu undangan.&#13;
&#13;
Di sisi panggung, senyum bangga keluarga tak pernah lepas mengiringi setiap detik prosesi. Setelah turun dari panggung, pelukan dan ucapan selamat mengalir, mengabadikan perjuangan panjang yang akhirnya berbuah manis. Di balik penghargaan itu, Rudi mengaku sama sekali tidak menargetkan menjadi lulusan terbaik. Baginya, kuliah merupakan ikhtiar untuk memperluas wawasan, bukan sekadar mengejar angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Meski demikian, kerja kerasnya mengantarkan nilai akademik yang sangat membanggakan dengan IPK 3,88.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;Target saya bukan menjadi yang terbaik, tetapi ingin terus belajar. Saya menyadari profesi saya sebagai jurnalis membutuhkan pemahaman hukum yang terus berkembang, apalagi dengan adanya pembaruan KUHP dan KUHAP,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Perjalanan menuju gelar Sarjana Hukum bukan tanpa rintangan. Setiap hari, Rudi harus membagi waktu antara pekerjaan sebagai jurnalis, tanggung jawab terhadap keluarga, dan aktivitas perkuliahan yang menuntut konsistensi tinggi. Selain itu, tantangan ekonomi juga harus dihadapi karena biaya pendidikan berjalan beriringan dengan kebutuhan rumah tangga. &amp;quot;Saya bekerja, kuliah, dan tetap mengurus keluarga. Kondisi ekonomi memang menjadi tantangan, tetapi saya berusaha konsisten. Tugas selalu saya kerjakan tepat waktu dan saya tidak pernah meninggalkan perkuliahan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Kedisiplinan menjadi kebiasaan yang terus dijaga selama menempuh pendidikan. Kehadirannya hampir tidak pernah absen, bahkan ia sering tiba di ruang kuliah lebih awal dibandingkan dosen. Kebiasaan sederhana itu kemudian menjadi fondasi yang memperkuat prestasi akademiknya hingga akhir masa studi. Berkat ketekunan tersebut, berbagai mata kuliah yang dianggap sulit tetap mampu diselesaikan dengan hasil memuaskan.&#13;
&#13;
Rudi mengaku memperoleh bekal ilmu yang sangat luas selama belajar di Fakultas Hukum UBP Karawang. Pemahaman mengenai hukum pidana, hukum perdata, hukum Islam, hukum dagang, hingga hukum internasional dinilainya menjadi modal penting dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah membimbingnya selama kuliah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya yang awalnya tidak memahami banyak tentang hukum, kini memiliki bekal ilmu yang sangat bermanfaat. Terima kasih kepada seluruh dosen UBP Karawang yang telah memberikan ilmu dengan penuh dedikasi,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Keberhasilan tersebut juga tidak membuatnya berhenti belajar. Rudi justru telah menyiapkan target berikutnya dengan melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Menurutnya, pemahaman hukum akan memperkaya perspektif dalam mengulas berbagai persoalan hukum dan kebijakan publik sebagai seorang jurnalis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Profesi saya sebagai jurnalis menuntut saya untuk terus belajar. Ilmu hukum sangat penting agar saya memiliki perspektif yang lebih luas dalam melihat persoalan-persoalan hukum dan kebijakan publik. Karena itu, saya berencana melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika),&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Waktu istirahat yang berkurang menjadi konsekuensi dari keputusan kuliah sambil bekerja penuh waktu. Berbagai tugas, persiapan ujian, dan jadwal liputan harus dijalani tanpa mengurangi tanggung jawab di masing-masing bidang. Namun, Rudi percaya setiap pengorbanan akan sebanding dengan hasil yang diraih apabila dijalani dengan disiplin. &amp;quot;Kuncinya adalah disiplin membagi waktu. Ketika bekerja saya fokus bekerja, ketika kuliah saya fokus belajar. Dukungan keluarga, teman-teman, dan para dosen menjadi kekuatan besar yang membuat saya mampu menyelesaikan studi dengan baik,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Bagi Rudi, pendidikan merupakan investasi yang nilainya tidak pernah habis. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan meskipun telah bekerja atau merasa usia tidak lagi muda. &amp;quot;Jangan pernah merasa terlambat untuk kuliah atau mengejar cita-cita. Selama ada kemauan, selalu ada jalan. Semoga apa yang saya raih hari ini bisa menjadi motivasi bagi siapa pun agar terus belajar dan mengembangkan diri,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Momen wisuda itu bukan sekadar seremoni pergantian status menjadi sarjana. Di balik senyum yang mengembang, jabat tangan di atas panggung, serta kebersamaan keluarga yang mengabadikan setiap detik melalui foto, tersimpan kisah tentang ketekunan yang tidak mengenal batas usia. Kisah Rudi Setiawan membuktikan bahwa profesi, kesibukan, maupun usia bukan penghalang untuk terus menuntut ilmu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Pada akhirnya, gelar Sarjana Hukum yang kini disandang menjadi penanda bahwa belajar adalah perjalanan sepanjang hayat yang selalu membuka ruang untuk memberi manfaat lebih besar kepada masyarakat.&#13;
</description><content:encoded>KARAWANG - Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ballroom Hotel Resinda Karawang saat satu per satu lulusan dipanggil menuju panggung. Di antara ratusan toga hitam yang memenuhi ruangan, nama Rudi Setiawan, S.H., CPM, terdengar disambut kebanggaan karena dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pencapaian itu terasa semakin istimewa mengingat Rudi merupakan jurnalis iNews TV yang berhasil meraih prestasi akademik di usia 55 tahun. Sementara itu, prosesi Wisuda Program Sarjana ke-12 UBP Karawang berlangsung pada 27&amp;ndash;28 Juli 2026 dengan latar panggung megah berwarna biru yang mempertegas momen penuh makna tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suasana aula tampak hangat sejak awal prosesi berlangsung. Rudi melangkah mantap mengenakan toga hitam lengkap dengan selempang biru muda dan kalung medali, lalu menerima piagam penghargaan dari pimpinan universitas di hadapan para tamu undangan.&#13;
&#13;
Di sisi panggung, senyum bangga keluarga tak pernah lepas mengiringi setiap detik prosesi. Setelah turun dari panggung, pelukan dan ucapan selamat mengalir, mengabadikan perjuangan panjang yang akhirnya berbuah manis. Di balik penghargaan itu, Rudi mengaku sama sekali tidak menargetkan menjadi lulusan terbaik. Baginya, kuliah merupakan ikhtiar untuk memperluas wawasan, bukan sekadar mengejar angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Meski demikian, kerja kerasnya mengantarkan nilai akademik yang sangat membanggakan dengan IPK 3,88.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;Target saya bukan menjadi yang terbaik, tetapi ingin terus belajar. Saya menyadari profesi saya sebagai jurnalis membutuhkan pemahaman hukum yang terus berkembang, apalagi dengan adanya pembaruan KUHP dan KUHAP,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Perjalanan menuju gelar Sarjana Hukum bukan tanpa rintangan. Setiap hari, Rudi harus membagi waktu antara pekerjaan sebagai jurnalis, tanggung jawab terhadap keluarga, dan aktivitas perkuliahan yang menuntut konsistensi tinggi. Selain itu, tantangan ekonomi juga harus dihadapi karena biaya pendidikan berjalan beriringan dengan kebutuhan rumah tangga. &amp;quot;Saya bekerja, kuliah, dan tetap mengurus keluarga. Kondisi ekonomi memang menjadi tantangan, tetapi saya berusaha konsisten. Tugas selalu saya kerjakan tepat waktu dan saya tidak pernah meninggalkan perkuliahan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Kedisiplinan menjadi kebiasaan yang terus dijaga selama menempuh pendidikan. Kehadirannya hampir tidak pernah absen, bahkan ia sering tiba di ruang kuliah lebih awal dibandingkan dosen. Kebiasaan sederhana itu kemudian menjadi fondasi yang memperkuat prestasi akademiknya hingga akhir masa studi. Berkat ketekunan tersebut, berbagai mata kuliah yang dianggap sulit tetap mampu diselesaikan dengan hasil memuaskan.&#13;
&#13;
Rudi mengaku memperoleh bekal ilmu yang sangat luas selama belajar di Fakultas Hukum UBP Karawang. Pemahaman mengenai hukum pidana, hukum perdata, hukum Islam, hukum dagang, hingga hukum internasional dinilainya menjadi modal penting dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah membimbingnya selama kuliah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya yang awalnya tidak memahami banyak tentang hukum, kini memiliki bekal ilmu yang sangat bermanfaat. Terima kasih kepada seluruh dosen UBP Karawang yang telah memberikan ilmu dengan penuh dedikasi,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Keberhasilan tersebut juga tidak membuatnya berhenti belajar. Rudi justru telah menyiapkan target berikutnya dengan melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Menurutnya, pemahaman hukum akan memperkaya perspektif dalam mengulas berbagai persoalan hukum dan kebijakan publik sebagai seorang jurnalis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Profesi saya sebagai jurnalis menuntut saya untuk terus belajar. Ilmu hukum sangat penting agar saya memiliki perspektif yang lebih luas dalam melihat persoalan-persoalan hukum dan kebijakan publik. Karena itu, saya berencana melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika),&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Waktu istirahat yang berkurang menjadi konsekuensi dari keputusan kuliah sambil bekerja penuh waktu. Berbagai tugas, persiapan ujian, dan jadwal liputan harus dijalani tanpa mengurangi tanggung jawab di masing-masing bidang. Namun, Rudi percaya setiap pengorbanan akan sebanding dengan hasil yang diraih apabila dijalani dengan disiplin. &amp;quot;Kuncinya adalah disiplin membagi waktu. Ketika bekerja saya fokus bekerja, ketika kuliah saya fokus belajar. Dukungan keluarga, teman-teman, dan para dosen menjadi kekuatan besar yang membuat saya mampu menyelesaikan studi dengan baik,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Bagi Rudi, pendidikan merupakan investasi yang nilainya tidak pernah habis. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan meskipun telah bekerja atau merasa usia tidak lagi muda. &amp;quot;Jangan pernah merasa terlambat untuk kuliah atau mengejar cita-cita. Selama ada kemauan, selalu ada jalan. Semoga apa yang saya raih hari ini bisa menjadi motivasi bagi siapa pun agar terus belajar dan mengembangkan diri,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Momen wisuda itu bukan sekadar seremoni pergantian status menjadi sarjana. Di balik senyum yang mengembang, jabat tangan di atas panggung, serta kebersamaan keluarga yang mengabadikan setiap detik melalui foto, tersimpan kisah tentang ketekunan yang tidak mengenal batas usia. Kisah Rudi Setiawan membuktikan bahwa profesi, kesibukan, maupun usia bukan penghalang untuk terus menuntut ilmu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Pada akhirnya, gelar Sarjana Hukum yang kini disandang menjadi penanda bahwa belajar adalah perjalanan sepanjang hayat yang selalu membuka ruang untuk memberi manfaat lebih besar kepada masyarakat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
