<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikembangkan Bersama Indonesia, Jet Tempur KF-21 Boramae Korsel Siap Beroperasi September</title><description>Jet tempur KF-21 mulai dikembangkan pada 2015 untuk menggantikan armada jet tempur F-4 dan F-5 Korsel yang sudah lawas. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/30/18/3233015/dikembangkan-bersama-indonesia-jet-tempur-kf-21-boramae-korsel-siap-beroperasi-september</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/07/30/18/3233015/dikembangkan-bersama-indonesia-jet-tempur-kf-21-boramae-korsel-siap-beroperasi-september"/><item><title>Dikembangkan Bersama Indonesia, Jet Tempur KF-21 Boramae Korsel Siap Beroperasi September</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/07/30/18/3233015/dikembangkan-bersama-indonesia-jet-tempur-kf-21-boramae-korsel-siap-beroperasi-september</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/07/30/18/3233015/dikembangkan-bersama-indonesia-jet-tempur-kf-21-boramae-korsel-siap-beroperasi-september</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2026 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/29/18/3233015/kf_21_boramae-h7oP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jet tempur KF-21. (Foto: War Wings Daily)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/29/18/3233015/kf_21_boramae-h7oP_large.jpg</image><title>Jet tempur KF-21. (Foto: War Wings Daily)</title></images><description>SEOUL - Korea Selatan secara resmi telah menyelesaikan pengembangan pesawat tempur buatan dalam negeri pertamanya, KF-21 Boramae. Ini menandai tonggak penting dalam upaya negara tersebut untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri dan memodernisasi angkatan udaranya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) yang dikelola negara mengatakan pada Rabu (29/7/2026) bahwa proyek senilai KRW 8,8 triliun (Rp102 triliun) telah berhasil diselesaikan, membuka jalan bagi pengiriman pesawat operasional pertama ke Angkatan Udara Republik Korea pada September.&#13;
&#13;
Program KF-21, yang diluncurkan pada tahun 2015, dirancang untuk menggantikan armada pesawat tempur F-4 Phantom dan F-5 Tiger buatan Amerika Serikat (AS) milik Korea Selatan yang sudah tua.&#13;
&#13;
Prototipe pertama diresmikan pada tahun 2021, dan pesawat tersebut lulus tinjauan kesesuaian tempur akhir pada bulan Mei setelah memenuhi semua persyaratan kinerja operasional. Sejak itu, pesawat tempur tersebut telah menyelesaikan lebih dari 1.600 uji terbang tanpa satu pun kecelakaan, menurut DAPA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberhasilan KF-21 adalah pencapaian luar biasa yang dimungkinkan berkat kerja keras para teknisi, dan juga dukungan masyarakat yang percaya pada kekuatan kemampuan teknis kita,&amp;quot; kata Menteri DAPA Lee Yong-cheol, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Produksi Massal Siap Dimulai&#13;
&#13;
DAPA berencana untuk mengirimkan pesawat tempur KF-21 pertama ke angkatan udara pada bulan September, dengan 40 pesawat dijadwalkan untuk dikerahkan pada tahun 2028.&#13;
&#13;
Badan tersebut juga bertujuan untuk memproduksi 80 KF-21 yang telah ditingkatkan pada tahun 2032, sehingga total armada menjadi 120 pesawat seiring dengan percepatan upaya Korea Selatan untuk mengerahkan kekuatan tempur modern yang diproduksi di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Indonesia Tetap Menjadi Mitra Pengembangan&#13;
&#13;
Indonesia telah bergabung dengan program KF-21 sebagai mitra pengembangan, setuju untuk berbagi biaya proyek sebagai imbalan atas transfer teknologi, pesawat prototipe, dan manfaat industri lainnya.&#13;
&#13;
Penyelesaian program ini diharapkan dapat memperkuat ambisi Korea Selatan untuk menjadi eksportir pertahanan global sekaligus mengurangi ketergantungannya pada pesawat tempur impor.&#13;
</description><content:encoded>SEOUL - Korea Selatan secara resmi telah menyelesaikan pengembangan pesawat tempur buatan dalam negeri pertamanya, KF-21 Boramae. Ini menandai tonggak penting dalam upaya negara tersebut untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri dan memodernisasi angkatan udaranya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) yang dikelola negara mengatakan pada Rabu (29/7/2026) bahwa proyek senilai KRW 8,8 triliun (Rp102 triliun) telah berhasil diselesaikan, membuka jalan bagi pengiriman pesawat operasional pertama ke Angkatan Udara Republik Korea pada September.&#13;
&#13;
Program KF-21, yang diluncurkan pada tahun 2015, dirancang untuk menggantikan armada pesawat tempur F-4 Phantom dan F-5 Tiger buatan Amerika Serikat (AS) milik Korea Selatan yang sudah tua.&#13;
&#13;
Prototipe pertama diresmikan pada tahun 2021, dan pesawat tersebut lulus tinjauan kesesuaian tempur akhir pada bulan Mei setelah memenuhi semua persyaratan kinerja operasional. Sejak itu, pesawat tempur tersebut telah menyelesaikan lebih dari 1.600 uji terbang tanpa satu pun kecelakaan, menurut DAPA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberhasilan KF-21 adalah pencapaian luar biasa yang dimungkinkan berkat kerja keras para teknisi, dan juga dukungan masyarakat yang percaya pada kekuatan kemampuan teknis kita,&amp;quot; kata Menteri DAPA Lee Yong-cheol, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Produksi Massal Siap Dimulai&#13;
&#13;
DAPA berencana untuk mengirimkan pesawat tempur KF-21 pertama ke angkatan udara pada bulan September, dengan 40 pesawat dijadwalkan untuk dikerahkan pada tahun 2028.&#13;
&#13;
Badan tersebut juga bertujuan untuk memproduksi 80 KF-21 yang telah ditingkatkan pada tahun 2032, sehingga total armada menjadi 120 pesawat seiring dengan percepatan upaya Korea Selatan untuk mengerahkan kekuatan tempur modern yang diproduksi di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Indonesia Tetap Menjadi Mitra Pengembangan&#13;
&#13;
Indonesia telah bergabung dengan program KF-21 sebagai mitra pengembangan, setuju untuk berbagi biaya proyek sebagai imbalan atas transfer teknologi, pesawat prototipe, dan manfaat industri lainnya.&#13;
&#13;
Penyelesaian program ini diharapkan dapat memperkuat ambisi Korea Selatan untuk menjadi eksportir pertahanan global sekaligus mengurangi ketergantungannya pada pesawat tempur impor.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
