<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Perang AS-Iran Bertambah, Pentagon Catat 653 Tentara Terluka</title><description>Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperbarui basis data korban perang, pada Kamis 30 Juli 2026, dengan mencatat tambahan 11 personel militer yang terluka dalam konflik dengan Iran. Dengan pembaruan tersebut, jumlah tentara AS yang mengalami luka kini mencapai 653 orang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/01/18/3233549/korban-perang-as-iran-bertambah-pentagon-catat-653-tentara-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/01/18/3233549/korban-perang-as-iran-bertambah-pentagon-catat-653-tentara-terluka"/><item><title>Korban Perang AS-Iran Bertambah, Pentagon Catat 653 Tentara Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/01/18/3233549/korban-perang-as-iran-bertambah-pentagon-catat-653-tentara-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/01/18/3233549/korban-perang-as-iran-bertambah-pentagon-catat-653-tentara-terluka</guid><pubDate>Sabtu 01 Agustus 2026 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/01/18/3233549/tentara_as-uLak_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara AS (foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/01/18/3233549/tentara_as-uLak_large.jpg</image><title>Tentara AS (foto: AP)</title></images><description>&#13;
&#13;
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperbarui basis data korban perang, pada Kamis 30 Juli 2026, dengan mencatat tambahan 11 personel militer yang terluka dalam konflik dengan Iran. Dengan pembaruan tersebut, jumlah tentara AS yang mengalami luka kini mencapai 653 orang.&#13;
&#13;
Belum diketahui secara pasti kapan 11 korban tambahan tersebut masuk ke dalam sistem pelaporan. Karena itu, para personel yang tercatat belum tentu mengalami cedera dalam dua hari terakhir.&#13;
&#13;
Selain ratusan korban luka, tercatat sebanyak 18 tentara AS tewas dalam pertempuran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah mengetahui laporan mengenai tewasnya seorang anak perempuan Iran berusia dua tahun bersama kedua orang tuanya. Militer AS mengatakan laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti pasukan Iran yang telah meluncurkan ribuan rudal dan drone yang menargetkan orang-orang tak berdosa di seluruh Timur Tengah dan menewaskan lebih dari 50.000 warga negara mereka sendiri awal tahun ini,&amp;quot; kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins dilansir ABC News, Sabtu (1/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Amerika Serikat sengaja menargetkan kawasan permukiman warga sipil. Ia menyebut serangan tersebut menyebabkan tewasnya sepasang suami istri beserta anak mereka yang baru berusia dua tahun pada awal pekan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amerika Serikat menodai tangannya dengan kejahatan baru setiap hari; serangan teroris terhadap rumah-rumah penduduk sipil di Pulau Qeshm merupakan kelanjutan dari kekejaman di Minab dan Lamerd,&amp;quot; kata Ghalibaf dalam sebuah pernyataan.&#13;
&#13;
Ghalibaf juga menuding Washington membalas kekalahan di medan perang dengan menyerang warga sipil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Orang Amerika sudah terbiasa menebus tamparan yang mereka terima di medan perang dengan menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah. Mereka akan membayar harganya,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperbarui basis data korban perang, pada Kamis 30 Juli 2026, dengan mencatat tambahan 11 personel militer yang terluka dalam konflik dengan Iran. Dengan pembaruan tersebut, jumlah tentara AS yang mengalami luka kini mencapai 653 orang.&#13;
&#13;
Belum diketahui secara pasti kapan 11 korban tambahan tersebut masuk ke dalam sistem pelaporan. Karena itu, para personel yang tercatat belum tentu mengalami cedera dalam dua hari terakhir.&#13;
&#13;
Selain ratusan korban luka, tercatat sebanyak 18 tentara AS tewas dalam pertempuran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah mengetahui laporan mengenai tewasnya seorang anak perempuan Iran berusia dua tahun bersama kedua orang tuanya. Militer AS mengatakan laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti pasukan Iran yang telah meluncurkan ribuan rudal dan drone yang menargetkan orang-orang tak berdosa di seluruh Timur Tengah dan menewaskan lebih dari 50.000 warga negara mereka sendiri awal tahun ini,&amp;quot; kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins dilansir ABC News, Sabtu (1/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Amerika Serikat sengaja menargetkan kawasan permukiman warga sipil. Ia menyebut serangan tersebut menyebabkan tewasnya sepasang suami istri beserta anak mereka yang baru berusia dua tahun pada awal pekan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amerika Serikat menodai tangannya dengan kejahatan baru setiap hari; serangan teroris terhadap rumah-rumah penduduk sipil di Pulau Qeshm merupakan kelanjutan dari kekejaman di Minab dan Lamerd,&amp;quot; kata Ghalibaf dalam sebuah pernyataan.&#13;
&#13;
Ghalibaf juga menuding Washington membalas kekalahan di medan perang dengan menyerang warga sipil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Orang Amerika sudah terbiasa menebus tamparan yang mereka terima di medan perang dengan menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah. Mereka akan membayar harganya,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
