<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Ibu Malut Erupsi, Semburkan Abu 1.525 di Atas Permukaan Laut</title><description>Masyarakat di sekita disarankan menggunakan masker pelindung hidung dan kacamata. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/02/340/3233798/gunung-ibu-malut-erupsi-semburkan-abu-1-525-di-atas-permukaan-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/02/340/3233798/gunung-ibu-malut-erupsi-semburkan-abu-1-525-di-atas-permukaan-laut"/><item><title>Gunung Ibu Malut Erupsi, Semburkan Abu 1.525 di Atas Permukaan Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/02/340/3233798/gunung-ibu-malut-erupsi-semburkan-abu-1-525-di-atas-permukaan-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/02/340/3233798/gunung-ibu-malut-erupsi-semburkan-abu-1-525-di-atas-permukaan-laut</guid><pubDate>Minggu 02 Agustus 2026 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/02/340/3233798/gunung_ibu-BkcG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ibu erupsi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/02/340/3233798/gunung_ibu-BkcG_large.jpg</image><title>Gunung Ibu erupsi. </title></images><description>JAKARTA - PVMBG melaporkan bahwa Gunung Ibu, Maluku Utara (Malut) mengalami erupsi pada Minggu, (2/8/2026) sekira pukul 22.05 WIT.&#13;
&#13;
Dalam laporannya, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 meter di atas puncak atau 1.525.0 m di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut,&amp;quot; sebagaimana informasi KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Ibu.&#13;
&#13;
Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28.0 mm dan durasi 45.0 detik. Saat ini Gunung Ibu berada pada status Level II (Waspada) dengan rekomendasi.&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PVMBG melaporkan bahwa Gunung Ibu, Maluku Utara (Malut) mengalami erupsi pada Minggu, (2/8/2026) sekira pukul 22.05 WIT.&#13;
&#13;
Dalam laporannya, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 meter di atas puncak atau 1.525.0 m di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut,&amp;quot; sebagaimana informasi KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Ibu.&#13;
&#13;
Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28.0 mm dan durasi 45.0 detik. Saat ini Gunung Ibu berada pada status Level II (Waspada) dengan rekomendasi.&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
