<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kedubes AS Desak Warga Amerika untuk Bersiap Tinggalkan Timur Tengah</title><description>Kedubes AS memperingatkan bahwa ada potensi besar eskalas konflik antara Washington dengan Teheran. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233799/kedubes-as-desak-warga-amerika-untuk-bersiap-tinggalkan-timur-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233799/kedubes-as-desak-warga-amerika-untuk-bersiap-tinggalkan-timur-tengah"/><item><title>Kedubes AS Desak Warga Amerika untuk Bersiap Tinggalkan Timur Tengah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233799/kedubes-as-desak-warga-amerika-untuk-bersiap-tinggalkan-timur-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233799/kedubes-as-desak-warga-amerika-untuk-bersiap-tinggalkan-timur-tengah</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2026 02:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/02/18/3233799/ilustrasi-GoaU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/02/18/3233799/ilustrasi-GoaU_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>WASHINGTON - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di beberapa ibu kota Timur Tengah memperingatkan warga Amerika untuk mewaspadai &amp;quot;eskalasi yang tak terduga&amp;quot; dalam konflik regional dan mendesak mereka untuk bersiap meninggalkan wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Amerika di wilayah tersebut harus mempertimbangkan untuk pergi, atau bersiap untuk pergi jika terjadi eskalasi,&amp;quot; kata sebuah peringatan keamanan, yang versinya diunggah di media sosial oleh misi AS di Amman, Yerusalem Barat, dan Baghdad.&#13;
&#13;
Pesan-pesan tersebut mendesak warga untuk memeriksa detail penerbangan dan mengikuti saran keselamatan dari otoritas setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan,&amp;quot; kata peringatan tersebut sebagaimana dilansir Anadolu.&#13;
&#13;
Warga Amerika di Yordania diberitahu untuk tidak mengunjungi pangkalan militer AS di sana, yang baru-baru ini diserang rudal Iran, dan di Israel mereka didesak untuk mencari lokasi tempat perlindungan bom terdekat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rezim Iran tidak dapat diprediksi, seperti yang terlihat dari keputusan-keputusan terbarunya untuk menyerang wilayah-wilayah di kawasan itu tanpa peringatan atau provokasi, serta memperluas serangan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak menjadi sasaran (seperti Mesir),&amp;quot; demikian bunyi unggahan di situs web Kedutaan Besar AS di Yerusalem Barat.&#13;
&#13;
Pada Rabu (29/7/2026), sebuah drone menyerang kapal gas milik AS yang berlabuh di pelabuhan Mesir, menyebabkan kebakaran. Mesir sedang menyelidiki tetapi belum menuduh kelompok mana pun yang melancarkan serangan tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, militer Iran menuduh Washington &amp;quot;meningkatkan ketegangan&amp;quot; di kawasan itu, dan memperingatkan: &amp;quot;Negara mana pun yang berfungsi sebagai perisai pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresif akan dilalap api perang.&amp;quot;&#13;
&#13;
Minggu ini, Iran dan AS kembali terlibat baku tembak semalaman setelah jeda pertempuran selama beberapa hari, meskipun tidak ada serangan yang dilaporkan semalaman dari Jumat (31/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026).&#13;
&#13;
Perang Timur Tengah pecah pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang telah membalas dengan serangan rudal dan drone di seluruh wilayah tersebut.&#13;
</description><content:encoded>WASHINGTON - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di beberapa ibu kota Timur Tengah memperingatkan warga Amerika untuk mewaspadai &amp;quot;eskalasi yang tak terduga&amp;quot; dalam konflik regional dan mendesak mereka untuk bersiap meninggalkan wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Amerika di wilayah tersebut harus mempertimbangkan untuk pergi, atau bersiap untuk pergi jika terjadi eskalasi,&amp;quot; kata sebuah peringatan keamanan, yang versinya diunggah di media sosial oleh misi AS di Amman, Yerusalem Barat, dan Baghdad.&#13;
&#13;
Pesan-pesan tersebut mendesak warga untuk memeriksa detail penerbangan dan mengikuti saran keselamatan dari otoritas setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan,&amp;quot; kata peringatan tersebut sebagaimana dilansir Anadolu.&#13;
&#13;
Warga Amerika di Yordania diberitahu untuk tidak mengunjungi pangkalan militer AS di sana, yang baru-baru ini diserang rudal Iran, dan di Israel mereka didesak untuk mencari lokasi tempat perlindungan bom terdekat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rezim Iran tidak dapat diprediksi, seperti yang terlihat dari keputusan-keputusan terbarunya untuk menyerang wilayah-wilayah di kawasan itu tanpa peringatan atau provokasi, serta memperluas serangan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak menjadi sasaran (seperti Mesir),&amp;quot; demikian bunyi unggahan di situs web Kedutaan Besar AS di Yerusalem Barat.&#13;
&#13;
Pada Rabu (29/7/2026), sebuah drone menyerang kapal gas milik AS yang berlabuh di pelabuhan Mesir, menyebabkan kebakaran. Mesir sedang menyelidiki tetapi belum menuduh kelompok mana pun yang melancarkan serangan tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, militer Iran menuduh Washington &amp;quot;meningkatkan ketegangan&amp;quot; di kawasan itu, dan memperingatkan: &amp;quot;Negara mana pun yang berfungsi sebagai perisai pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresif akan dilalap api perang.&amp;quot;&#13;
&#13;
Minggu ini, Iran dan AS kembali terlibat baku tembak semalaman setelah jeda pertempuran selama beberapa hari, meskipun tidak ada serangan yang dilaporkan semalaman dari Jumat (31/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026).&#13;
&#13;
Perang Timur Tengah pecah pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang telah membalas dengan serangan rudal dan drone di seluruh wilayah tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
