<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Klaim Tetap Siaga Tempur Sambil Kejar Kesepakatan Hormuz</title><description>Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan militer AS tetap berada dalam kondisi siaga penuh meski Presiden Donald Trump memilih menunda rencana serangan besar terhadap Iran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233833/as-klaim-tetap-siaga-tempur-sambil-kejar-kesepakatan-hormuz</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233833/as-klaim-tetap-siaga-tempur-sambil-kejar-kesepakatan-hormuz"/><item><title>AS Klaim Tetap Siaga Tempur Sambil Kejar Kesepakatan Hormuz</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233833/as-klaim-tetap-siaga-tempur-sambil-kejar-kesepakatan-hormuz</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/03/18/3233833/as-klaim-tetap-siaga-tempur-sambil-kejar-kesepakatan-hormuz</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2026 09:54 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/03/18/3233833/menhan-9zkg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/03/18/3233833/menhan-9zkg_large.jpg</image><title>Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (foto: AP)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan militer AS tetap berada dalam kondisi siaga penuh meski Presiden Donald Trump memilih menunda rencana serangan besar terhadap Iran.&#13;
&#13;
Melalui unggahan di platform X, Hegseth mengulang pernyataan Trump bahwa Pentagon telah siap melancarkan serangan terhadap Iran pada &amp;quot;tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II&amp;quot;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Militer AS tetap berada dalam posisi &amp;quot;siap tempur&amp;quot; dan siap bertindak kapan saja,&amp;quot; tulis Pete, dilansir dari Aljazeera, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut muncul di tengah perubahan sikap Presiden Trump dalam 24 jam terakhir. Setelah sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap infrastruktur Iran, Trump kini menyatakan hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran.&#13;
&#13;
Sejumlah perkembangan diplomatik turut mengiringi perubahan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi diketahui melakukan komunikasi dengan kepala militer Pakistan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, serta Menteri Luar Negeri Irak. Langkah itu memunculkan indikasi bahwa proses diplomasi sedang berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyebut para mediator bahkan telah bersiap terbang ke Teheran untuk kembali menggelar putaran perundingan tidak langsung.&#13;
&#13;
Proses negosiasi itu disebut berakar dari pembahasan yang telah dilakukan Iran dan Oman dalam beberapa hari terakhir. Meski kedua pihak masih memiliki perbedaan pandangan mengenai bentuk akhir kesepakatan, sejumlah pejabat Iran menyatakan adanya kemajuan.&#13;
&#13;
Araghchi bersama juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, menyampaikan bahwa proses menuju kesepakatan terus berkembang dan diharapkan telah memasuki tahap akhir.&#13;
&#13;
Namun demikian, rincian kesepakatan masih belum diungkap ke publik. Sejumlah aspek penting, termasuk mekanisme pelaksanaan dan ketentuan teknis lainnya, masih dirahasiakan sehingga belum diketahui secara pasti.&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One bahwa telah tercapai kesepakatan terkait Selat Hormuz. Ia juga menyebut akan ada kesepakatan mengenai denuklirisasi Iran, dengan negosiasi antara Washington dan Teheran dijadwalkan dimulai pada Senin sore.&#13;
&#13;
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Jumat. Keputusan itu, menurutnya, diambil setelah adanya permintaan dari &amp;quot;tiga kelompok utama&amp;quot;, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar, yang mendorong agar Amerika Serikat menunda aksi militer dan lebih mengedepankan jalur diplomasi untuk mencapai kesepakatan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan militer AS tetap berada dalam kondisi siaga penuh meski Presiden Donald Trump memilih menunda rencana serangan besar terhadap Iran.&#13;
&#13;
Melalui unggahan di platform X, Hegseth mengulang pernyataan Trump bahwa Pentagon telah siap melancarkan serangan terhadap Iran pada &amp;quot;tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II&amp;quot;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Militer AS tetap berada dalam posisi &amp;quot;siap tempur&amp;quot; dan siap bertindak kapan saja,&amp;quot; tulis Pete, dilansir dari Aljazeera, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut muncul di tengah perubahan sikap Presiden Trump dalam 24 jam terakhir. Setelah sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap infrastruktur Iran, Trump kini menyatakan hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran.&#13;
&#13;
Sejumlah perkembangan diplomatik turut mengiringi perubahan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi diketahui melakukan komunikasi dengan kepala militer Pakistan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, serta Menteri Luar Negeri Irak. Langkah itu memunculkan indikasi bahwa proses diplomasi sedang berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyebut para mediator bahkan telah bersiap terbang ke Teheran untuk kembali menggelar putaran perundingan tidak langsung.&#13;
&#13;
Proses negosiasi itu disebut berakar dari pembahasan yang telah dilakukan Iran dan Oman dalam beberapa hari terakhir. Meski kedua pihak masih memiliki perbedaan pandangan mengenai bentuk akhir kesepakatan, sejumlah pejabat Iran menyatakan adanya kemajuan.&#13;
&#13;
Araghchi bersama juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, menyampaikan bahwa proses menuju kesepakatan terus berkembang dan diharapkan telah memasuki tahap akhir.&#13;
&#13;
Namun demikian, rincian kesepakatan masih belum diungkap ke publik. Sejumlah aspek penting, termasuk mekanisme pelaksanaan dan ketentuan teknis lainnya, masih dirahasiakan sehingga belum diketahui secara pasti.&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One bahwa telah tercapai kesepakatan terkait Selat Hormuz. Ia juga menyebut akan ada kesepakatan mengenai denuklirisasi Iran, dengan negosiasi antara Washington dan Teheran dijadwalkan dimulai pada Senin sore.&#13;
&#13;
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Jumat. Keputusan itu, menurutnya, diambil setelah adanya permintaan dari &amp;quot;tiga kelompok utama&amp;quot;, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar, yang mendorong agar Amerika Serikat menunda aksi militer dan lebih mengedepankan jalur diplomasi untuk mencapai kesepakatan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
