<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Modus Licik Pilot Malaysia Selundupkan Ekstasi ke Indonesia, Kelabui Tes Narkoba dengan Urine Bersih</title><description>Kepala Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, petugas menemukan sebotol urine saat memeriksa barang bawaan tersangka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233899/modus-licik-pilot-malaysia-selundupkan-ekstasi-ke-indonesia-kelabui-tes-narkoba-dengan-urine-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233899/modus-licik-pilot-malaysia-selundupkan-ekstasi-ke-indonesia-kelabui-tes-narkoba-dengan-urine-bersih"/><item><title>Modus Licik Pilot Malaysia Selundupkan Ekstasi ke Indonesia, Kelabui Tes Narkoba dengan Urine Bersih</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233899/modus-licik-pilot-malaysia-selundupkan-ekstasi-ke-indonesia-kelabui-tes-narkoba-dengan-urine-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233899/modus-licik-pilot-malaysia-selundupkan-ekstasi-ke-indonesia-kelabui-tes-narkoba-dengan-urine-bersih</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2026 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/03/337/3233899/viral-sQ1B_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilot Malaysia yang Diamankan/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/03/337/3233899/viral-sQ1B_large.jpg</image><title>Pilot Malaysia yang Diamankan/ist</title></images><description>JAKARTA - Pilot asal Malaysia, Modh Saufi bin Othman (39), ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta atas dugaan penyelundupan narkoba. Pelaku menyiapkan urine &amp;ldquo;bersih&amp;rdquo; untuk mengelabui tes narkoba saat menjalankan aksinya sebagai kurir narkotika ke Indonesia.&#13;
&#13;
Kepala Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, petugas menemukan sebotol urine saat memeriksa barang bawaan tersangka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi pada saat diperiksa itu kami nemuin dia itu bawa botol, isinya urine. Waktu kita tanya, urine yang &amp;ldquo;bersih&amp;rdquo; tanda kutip ya, yang sebelum dia makai. Jadi memang ini sudah pemain gitu kan,&amp;rdquo; kata Hengky kepada wartawan, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Temuan tersebut menunjukkan tersangka telah memahami pola pemeriksaan yang biasa dilakukan maskapai maupun otoritas bandara. Karena itu, ia diduga telah menyiapkan cara untuk menghindari hasil positif apabila sewaktu-waktu menjalani tes narkoba.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia tahu misalnya nanti ada sidak oleh maskapai, Sidak oleh misalnya otoritas bandara, nah dia pakai urine itu nanti rencana dia,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pilot asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (MSO) ternyata sudah dua kali membawa barang haram narkotika masuk ke Indonesia. Pelaku dibayar ratusan juta rupiah terkait dengan hal tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, MSO ditangkap oleh tim gabungan saat sedang membawa narkoba berupa sabu dan ekstasi untuk yang ketiga kalinya.&#13;
&#13;
Eko mengatakan dari hasil pemeriksaan urine, pelaku Saufi juga terbukti positif mengkonsumsi sabu, ekstasi dan kokain.&#13;
&#13;
Pelaku mengaku mendapat perintah dari seorang bandar asal negeri Jiran untuk membawa barang haram narkoba itu ke Jakarta dan dijanjikan upah sebesar 50 Ribu Ringgit Malaysia atau setara Rp220 juta.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pilot asal Malaysia, Modh Saufi bin Othman (39), ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta atas dugaan penyelundupan narkoba. Pelaku menyiapkan urine &amp;ldquo;bersih&amp;rdquo; untuk mengelabui tes narkoba saat menjalankan aksinya sebagai kurir narkotika ke Indonesia.&#13;
&#13;
Kepala Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, petugas menemukan sebotol urine saat memeriksa barang bawaan tersangka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi pada saat diperiksa itu kami nemuin dia itu bawa botol, isinya urine. Waktu kita tanya, urine yang &amp;ldquo;bersih&amp;rdquo; tanda kutip ya, yang sebelum dia makai. Jadi memang ini sudah pemain gitu kan,&amp;rdquo; kata Hengky kepada wartawan, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Temuan tersebut menunjukkan tersangka telah memahami pola pemeriksaan yang biasa dilakukan maskapai maupun otoritas bandara. Karena itu, ia diduga telah menyiapkan cara untuk menghindari hasil positif apabila sewaktu-waktu menjalani tes narkoba.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia tahu misalnya nanti ada sidak oleh maskapai, Sidak oleh misalnya otoritas bandara, nah dia pakai urine itu nanti rencana dia,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pilot asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (MSO) ternyata sudah dua kali membawa barang haram narkotika masuk ke Indonesia. Pelaku dibayar ratusan juta rupiah terkait dengan hal tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, MSO ditangkap oleh tim gabungan saat sedang membawa narkoba berupa sabu dan ekstasi untuk yang ketiga kalinya.&#13;
&#13;
Eko mengatakan dari hasil pemeriksaan urine, pelaku Saufi juga terbukti positif mengkonsumsi sabu, ekstasi dan kokain.&#13;
&#13;
Pelaku mengaku mendapat perintah dari seorang bandar asal negeri Jiran untuk membawa barang haram narkoba itu ke Jakarta dan dijanjikan upah sebesar 50 Ribu Ringgit Malaysia atau setara Rp220 juta.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
