<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Salam Dorong NU Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat</title><description>Gus Salam yang juga cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri, ini menegaskan rangkaian kunjungan yang dilakukannya bukan didorong kepentingan pribadi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233924/gus-salam-dorong-nu-perkuat-kemandirian-ekonomi-umat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233924/gus-salam-dorong-nu-perkuat-kemandirian-ekonomi-umat"/><item><title>Gus Salam Dorong NU Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233924/gus-salam-dorong-nu-perkuat-kemandirian-ekonomi-umat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/03/337/3233924/gus-salam-dorong-nu-perkuat-kemandirian-ekonomi-umat</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2026 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/03/337/3233924/pbnu-Y4Rj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Salam Dorong NU Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/03/337/3233924/pbnu-Y4Rj_large.jpg</image><title>Gus Salam Dorong NU Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat</title></images><description>JAKARTA - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Mamba&amp;#39;ul Ma&amp;#39;arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam, bersilaturahmi bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok Tengah.&#13;
&#13;
Gus Salam yang juga cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri, ini menegaskan rangkaian kunjungan yang dilakukannya bukan didorong kepentingan pribadi, melainkan menjalankan arahan guru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karenanya, saya adalah santri sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah dan nasehat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke35, nanti, saya tetap sam&amp;rsquo;an wa tho&amp;rsquo;atan,&amp;rdquo; ujar Gus Salam, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Gus Salam, ikhtiarnya telah ia lakukan di 27 provinsi. Dalam silaturahmi berdialog menyerap aspirasi, sekaligus membangun kepercayaan dengan PWNU-PCNU, fungsionaris dan tokoh-tokoh NU.&#13;
&#13;
Namun jika dia ditakdirkan menjadi pimpinan PBNU, kelak. Sesungguhnya, dirinya bukanlah pemimpin, tapi santri yang meladeni (mengurus) NU.&#13;
&#13;
Pemimpin NU tetaplah Hadratussyeikh Mbah Hasyim As&amp;rsquo;ari, Mbah Wahab, Mbah Bishri dan Para Pendahulu NU. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Kesimpulannya, karena ini dawuhnya kiyai, kita berusaha semaksimal mungkin,&amp;rdquo;sebutnya.&#13;
&#13;
Di hadapan pengurus PWNU-PCNU se-NTB, Gus Salam memberi sorotan pada gagasan peran dan tanggung jawab NU berdasar potensi dan peluang di daerah. Salah satunya sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;NU harus mendorong, bahkan memfasilitasi keberdayaan ekonomi warga NU di sektor pariwisata. Wisata halal tentunya, namun berkualitas dan inklusif. Karena potensi ekonomi pariwisata di NTB sangat besar,&amp;rdquo; ujar Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk menjaga agama, urusan dunia menjadi kewajiban umat agar mandiri secara ekonomi. Supaya mereka bisa menopang tegaknya agama melalui fungsi kehadiran jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, mantan katib PWNU Jawa Timur, Kiai Syamsuddin, yang turut hadir dalam silaturahmi PWNU-PCNU se-NTB, menyatakan, Gus Salam tetap konsisten dalam penyampaian visi dan misinya sesuai arahan dan nasehat masyayikh dan sesepuh NU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengembalikan kepribadian NU pada semangat perjuangan dalam pergerakan, berperadaban pesantren dan berkhidmah untuk kesejahteraan umat, lahir-batin,&amp;rdquo; kata Ra Uud, panggilan Kiai Syamsuddin.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Mamba&amp;#39;ul Ma&amp;#39;arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam, bersilaturahmi bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok Tengah.&#13;
&#13;
Gus Salam yang juga cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri, ini menegaskan rangkaian kunjungan yang dilakukannya bukan didorong kepentingan pribadi, melainkan menjalankan arahan guru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karenanya, saya adalah santri sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah dan nasehat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke35, nanti, saya tetap sam&amp;rsquo;an wa tho&amp;rsquo;atan,&amp;rdquo; ujar Gus Salam, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Gus Salam, ikhtiarnya telah ia lakukan di 27 provinsi. Dalam silaturahmi berdialog menyerap aspirasi, sekaligus membangun kepercayaan dengan PWNU-PCNU, fungsionaris dan tokoh-tokoh NU.&#13;
&#13;
Namun jika dia ditakdirkan menjadi pimpinan PBNU, kelak. Sesungguhnya, dirinya bukanlah pemimpin, tapi santri yang meladeni (mengurus) NU.&#13;
&#13;
Pemimpin NU tetaplah Hadratussyeikh Mbah Hasyim As&amp;rsquo;ari, Mbah Wahab, Mbah Bishri dan Para Pendahulu NU. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Kesimpulannya, karena ini dawuhnya kiyai, kita berusaha semaksimal mungkin,&amp;rdquo;sebutnya.&#13;
&#13;
Di hadapan pengurus PWNU-PCNU se-NTB, Gus Salam memberi sorotan pada gagasan peran dan tanggung jawab NU berdasar potensi dan peluang di daerah. Salah satunya sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;NU harus mendorong, bahkan memfasilitasi keberdayaan ekonomi warga NU di sektor pariwisata. Wisata halal tentunya, namun berkualitas dan inklusif. Karena potensi ekonomi pariwisata di NTB sangat besar,&amp;rdquo; ujar Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk menjaga agama, urusan dunia menjadi kewajiban umat agar mandiri secara ekonomi. Supaya mereka bisa menopang tegaknya agama melalui fungsi kehadiran jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, mantan katib PWNU Jawa Timur, Kiai Syamsuddin, yang turut hadir dalam silaturahmi PWNU-PCNU se-NTB, menyatakan, Gus Salam tetap konsisten dalam penyampaian visi dan misinya sesuai arahan dan nasehat masyayikh dan sesepuh NU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengembalikan kepribadian NU pada semangat perjuangan dalam pergerakan, berperadaban pesantren dan berkhidmah untuk kesejahteraan umat, lahir-batin,&amp;rdquo; kata Ra Uud, panggilan Kiai Syamsuddin.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
