<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaga Asa Anak-Anak Lombok Barat, Dr Syam Gagas Gerakan Ayo Sekolah</title><description>Di sebuah ruang kelas sederhana di pesisir Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, puluhan anak nelayan belajar, bernyanyi, dan merangkai cita-cita mereka. Di tengah kehidupan yang lekat dengan ombak dan perahu, mereka menyimpan mimpi besar untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/340/3233922/jaga-asa-anak-anak-lombok-barat-dr-syam-gagas-gerakan-ayo-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/03/340/3233922/jaga-asa-anak-anak-lombok-barat-dr-syam-gagas-gerakan-ayo-sekolah"/><item><title>Jaga Asa Anak-Anak Lombok Barat, Dr Syam Gagas Gerakan Ayo Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/03/340/3233922/jaga-asa-anak-anak-lombok-barat-dr-syam-gagas-gerakan-ayo-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/03/340/3233922/jaga-asa-anak-anak-lombok-barat-dr-syam-gagas-gerakan-ayo-sekolah</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2026 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/03/340/3233922/perindo-xn1F_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg"> Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Lombok Barat, Syamsuriansyah (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/03/340/3233922/perindo-xn1F_large.jpeg</image><title> Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Lombok Barat, Syamsuriansyah (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
LOMBOK BARAT - Di sebuah ruang kelas sederhana di pesisir Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, puluhan anak nelayan belajar, bernyanyi, dan merangkai cita-cita mereka. Di tengah kehidupan yang lekat dengan ombak dan perahu, mereka menyimpan mimpi besar untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.&#13;
&#13;
Pemandangan itu ditemui Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Lombok Barat, Syamsuriansyah, saat mengunjungi PAUD Nelayan pada akhir pekan lalu. Sekolah tersebut dinamai PAUD Nelayan karena seluruh peserta didiknya merupakan anak-anak dari keluarga nelayan di Desa Kuranji.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya terharu melihat semangat anak-anak di sana. Meski berasal dari keluarga nelayan, mereka memiliki cita-cita yang luar biasa,&amp;quot; ujar Syamsuriansyah, yang akrab disapa Dr. Syam, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kunjungan itu, Dr. Syam tampak duduk lesehan bersama para siswa. Ia bercengkerama, mengajak mereka berbincang santai, sekaligus menanyakan cita-cita yang ingin diraih. Momen tersebut menggambarkan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, anak-anak pesisir tetap memiliki harapan besar untuk masa depan.&#13;
&#13;
Kunjungan itu merupakan bagian dari Gerakan Ayo Sekolah (GAS) dan program Dr. Syam Mengajar yang diinisiasinya untuk mendorong anak-anak tetap mengenyam pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah di Lombok Barat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di hadapan siswa, guru, dan orang tua, Dr. Syam menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk mengubah masa depan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tidak boleh terhalang oleh keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui gerakan ini, kami ingin memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat belajar dan tidak putus sekolah di kemudian hari,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya angka anak tidak sekolah di Lombok Barat yang mencapai 7.349 jiwa berdasarkan data Kementerian Pendidikan. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.&#13;
&#13;
Dr. Syam menilai pendidikan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama melalui peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk terus datang ke sekolah serta bersama-sama menekan angka putus sekolah di Lombok Barat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program Dr. Syam Mengajar telah berjalan sejak awal Juli 2026 dengan mengunjungi sejumlah sekolah di Lombok Barat. Selain memberikan motivasi kepada siswa, program tersebut juga mengajak orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga mimpi anak-anak agar tidak terhenti di tengah jalan.&#13;
&#13;
Menurut Dr. Syam, pendidikan bukan sekadar proses belajar di dalam kelas, melainkan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya, termasuk anak-anak nelayan yang tumbuh di kawasan pesisir.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
LOMBOK BARAT - Di sebuah ruang kelas sederhana di pesisir Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, puluhan anak nelayan belajar, bernyanyi, dan merangkai cita-cita mereka. Di tengah kehidupan yang lekat dengan ombak dan perahu, mereka menyimpan mimpi besar untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.&#13;
&#13;
Pemandangan itu ditemui Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Lombok Barat, Syamsuriansyah, saat mengunjungi PAUD Nelayan pada akhir pekan lalu. Sekolah tersebut dinamai PAUD Nelayan karena seluruh peserta didiknya merupakan anak-anak dari keluarga nelayan di Desa Kuranji.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya terharu melihat semangat anak-anak di sana. Meski berasal dari keluarga nelayan, mereka memiliki cita-cita yang luar biasa,&amp;quot; ujar Syamsuriansyah, yang akrab disapa Dr. Syam, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kunjungan itu, Dr. Syam tampak duduk lesehan bersama para siswa. Ia bercengkerama, mengajak mereka berbincang santai, sekaligus menanyakan cita-cita yang ingin diraih. Momen tersebut menggambarkan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, anak-anak pesisir tetap memiliki harapan besar untuk masa depan.&#13;
&#13;
Kunjungan itu merupakan bagian dari Gerakan Ayo Sekolah (GAS) dan program Dr. Syam Mengajar yang diinisiasinya untuk mendorong anak-anak tetap mengenyam pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah di Lombok Barat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di hadapan siswa, guru, dan orang tua, Dr. Syam menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk mengubah masa depan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tidak boleh terhalang oleh keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui gerakan ini, kami ingin memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat belajar dan tidak putus sekolah di kemudian hari,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya angka anak tidak sekolah di Lombok Barat yang mencapai 7.349 jiwa berdasarkan data Kementerian Pendidikan. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.&#13;
&#13;
Dr. Syam menilai pendidikan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama melalui peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk terus datang ke sekolah serta bersama-sama menekan angka putus sekolah di Lombok Barat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program Dr. Syam Mengajar telah berjalan sejak awal Juli 2026 dengan mengunjungi sejumlah sekolah di Lombok Barat. Selain memberikan motivasi kepada siswa, program tersebut juga mengajak orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga mimpi anak-anak agar tidak terhenti di tengah jalan.&#13;
&#13;
Menurut Dr. Syam, pendidikan bukan sekadar proses belajar di dalam kelas, melainkan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya, termasuk anak-anak nelayan yang tumbuh di kawasan pesisir.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
