<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang HUT Ke-81 RI, Menkomdigi: Waspada Sebaran Hoaks Provokasi Melonjak!</title><description>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi meningkatnya penyebaran informasi bohong atau hoaks menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/04/337/3233953/jelang-hut-ke-81-ri-menkomdigi-waspada-sebaran-hoaks-provokasi-melonjak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/04/337/3233953/jelang-hut-ke-81-ri-menkomdigi-waspada-sebaran-hoaks-provokasi-melonjak"/><item><title>Jelang HUT Ke-81 RI, Menkomdigi: Waspada Sebaran Hoaks Provokasi Melonjak!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/04/337/3233953/jelang-hut-ke-81-ri-menkomdigi-waspada-sebaran-hoaks-provokasi-melonjak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/04/337/3233953/jelang-hut-ke-81-ri-menkomdigi-waspada-sebaran-hoaks-provokasi-melonjak</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2026 00:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/03/337/3233953/komdigi-54ae_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Rohmad Wibowo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/03/337/3233953/komdigi-54ae_large.jpg</image><title>Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Rohmad Wibowo)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi meningkatnya penyebaran informasi bohong atau hoaks menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.&#13;
&#13;
Komdigi mencermati adanya peningkatan produksi konten provokatif yang berisiko mengganggu situasi kondusif di tengah masyarakat sepanjang Agustus ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kerangka edukasi publik, kami perlu mengingatkan masyarakat. Kita mencermati menjelang Hari Kemerdekaan bahwa banyak sekali konten hoaks yang diproduksi untuk melakukan provokasi terhadap kondisi yang baik saat ini,&amp;quot; ujar Meutya saat ditemui di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meutya membeberkan berbagai modus manipulasi informasi yang kerap mengecoh publik, mulai dari rekayasa peristiwa hingga penggunaan rekaman lama maupun rekaman dari luar negeri.&#13;
&#13;
Atas dasar itu, pers juga diminta bergerak cepat menyajikan berita faktual guna menepis narasi disinformasi di ruang digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teman-teman (awak media massa) harus melihat videonya, ada yang betul-betul hoaks atau kejadiannya tidak ada, ada hoaks gabungan memakai gambar lama, dan ada yang menggabungkan kejadian negara lain seolah di Indonesia. Kami ingin teman-teman media meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang disinformasi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, dia mendesak para pembuat konten provokatif menghentikan penyebaran berita palsu yang sengaja memicu kecemasan di tengah masyarakat. Praktik penyebaran hoaks tersebut dinilai mencederai nilai-nilai demokrasi serta mengikis semangat gotong royong bangsa dalam menyambut hari kemerdekaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memohon kepada yang ingin memprovokasi, kasihan masyarakat karena informasi palsu berdampak pada keputusan harian orang per orang, ada yang takut keluar atau khawatir saat bekerja,&amp;quot; ujar Meutya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi meningkatnya penyebaran informasi bohong atau hoaks menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.&#13;
&#13;
Komdigi mencermati adanya peningkatan produksi konten provokatif yang berisiko mengganggu situasi kondusif di tengah masyarakat sepanjang Agustus ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kerangka edukasi publik, kami perlu mengingatkan masyarakat. Kita mencermati menjelang Hari Kemerdekaan bahwa banyak sekali konten hoaks yang diproduksi untuk melakukan provokasi terhadap kondisi yang baik saat ini,&amp;quot; ujar Meutya saat ditemui di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (3/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meutya membeberkan berbagai modus manipulasi informasi yang kerap mengecoh publik, mulai dari rekayasa peristiwa hingga penggunaan rekaman lama maupun rekaman dari luar negeri.&#13;
&#13;
Atas dasar itu, pers juga diminta bergerak cepat menyajikan berita faktual guna menepis narasi disinformasi di ruang digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teman-teman (awak media massa) harus melihat videonya, ada yang betul-betul hoaks atau kejadiannya tidak ada, ada hoaks gabungan memakai gambar lama, dan ada yang menggabungkan kejadian negara lain seolah di Indonesia. Kami ingin teman-teman media meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang disinformasi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, dia mendesak para pembuat konten provokatif menghentikan penyebaran berita palsu yang sengaja memicu kecemasan di tengah masyarakat. Praktik penyebaran hoaks tersebut dinilai mencederai nilai-nilai demokrasi serta mengikis semangat gotong royong bangsa dalam menyambut hari kemerdekaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memohon kepada yang ingin memprovokasi, kasihan masyarakat karena informasi palsu berdampak pada keputusan harian orang per orang, ada yang takut keluar atau khawatir saat bekerja,&amp;quot; ujar Meutya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
