<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPRD DKI: Jadi Ancaman, TPS Liar Harus Ditangani Serius!</title><description>Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar Alhabsyi menegaskan, insiden kebakaran tumpukan sampah yang menyebabkan gugurnya petugas pemadam kebakaran menjadi pengingat bahwa persoalan sampah harus ditangani secara lebih serius.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/05/338/3234285/dprd-dki-jadi-ancaman-tps-liar-harus-ditangani-serius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/05/338/3234285/dprd-dki-jadi-ancaman-tps-liar-harus-ditangani-serius"/><item><title>DPRD DKI: Jadi Ancaman, TPS Liar Harus Ditangani Serius!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/05/338/3234285/dprd-dki-jadi-ancaman-tps-liar-harus-ditangani-serius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/05/338/3234285/dprd-dki-jadi-ancaman-tps-liar-harus-ditangani-serius</guid><pubDate>Rabu 05 Agustus 2026 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/05/338/3234285/dprd_dki-5P2e_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nabilah Alhabsyi (Foto: Ist/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/05/338/3234285/dprd_dki-5P2e_large.jpg</image><title>Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nabilah Alhabsyi (Foto: Ist/Okezone) </title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar Alhabsyi menegaskan, insiden kebakaran tumpukan sampah yang menyebabkan gugurnya petugas pemadam kebakaran menjadi pengingat bahwa persoalan sampah harus ditangani secara lebih serius.&#13;
&#13;
Kejadian itu mencerminkan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jakarta telah menjadi persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada lingkungan. Namun, juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia pun menyampaikan duka cita atas meninggalnya petugas pemadam kebakaran yang menjalankan tugas kemanusiaan. Ia pun meminta agar kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terutama dalam mengatasi maraknya TPS liar yang muncul di berbagai wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya petugas pemadam yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius. Sampah yang dibiarkan menumpuk di TPS liar bukan hanya mengotori kota, tetapi dapat berubah menjadi ancaman yang merenggut nyawa,&amp;quot; ujarnya, dikutip Rabu (5/8/2026).&#13;
&#13;
Nabilah menilai keberadaan TPS liar menunjukkan masih adanya persoalan dalam pengawasan serta sistem pengelolaan sampah di tingkat wilayah. Tumpukan sampah yang tidak terkendali, kata dia, dapat memicu berbagai risiko, mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga bahaya kebakaran yang dapat membahayakan warga maupun petugas di lapangan.&#13;
&#13;
Penanganan TPS liar tidak bisa hanya dilakukan melalui aksi pembersihan setelah lokasi dipenuhi sampah. Menurutnya, diperlukan langkah berkelanjutan berupa penguatan aturan, pengawasan yang lebih ketat, serta mekanisme penindakan terhadap pihak-pihak yang menjadikan lokasi tertentu sebagai tempat pembuangan ilegal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama masyarakat masih membuang sampah berulang. Penanganan sampah harus dimulai dari hulu, diperkuat di tingkat wilayah, dan diiringi penegakan aturan yang konsisten,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Selain penataan sistem pengelolaan sampah, Nabilah juga meminta perhatian terhadap perlindungan bagi petugas pemadam kebakaran dan petugas kebersihan yang kerap berada di garis depan ketika menghadapi kondisi berbahaya. Ia menilai aspek keselamatan kerja harus menjadi bagian penting dalam setiap penanganan persoalan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai pengorbanan para petugas hanya kita kenang sebagai musibah. Kehadiran negara harus terlihat melalui penguatan regulasi, pengawasan yang lebih tegas, dan sistem pengelolaan sampah yang benar-benar mampu melindungi masyarakat maupun para petugas di lapangan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Nabilah juga mendorong agar setiap kecamatan memiliki sistem pemantauan dini untuk mencegah munculnya TPS liar baru. Upaya tersebut perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai tempat yang telah disediakan.&#13;
&#13;
Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan dasar seperti pengelolaan sampah. Ia menilai keselamatan warga harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan tata kelola lingkungan, bukan hanya berdasarkan jumlah sampah yang berhasil diangkut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar Alhabsyi menegaskan, insiden kebakaran tumpukan sampah yang menyebabkan gugurnya petugas pemadam kebakaran menjadi pengingat bahwa persoalan sampah harus ditangani secara lebih serius.&#13;
&#13;
Kejadian itu mencerminkan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jakarta telah menjadi persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada lingkungan. Namun, juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia pun menyampaikan duka cita atas meninggalnya petugas pemadam kebakaran yang menjalankan tugas kemanusiaan. Ia pun meminta agar kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terutama dalam mengatasi maraknya TPS liar yang muncul di berbagai wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya petugas pemadam yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius. Sampah yang dibiarkan menumpuk di TPS liar bukan hanya mengotori kota, tetapi dapat berubah menjadi ancaman yang merenggut nyawa,&amp;quot; ujarnya, dikutip Rabu (5/8/2026).&#13;
&#13;
Nabilah menilai keberadaan TPS liar menunjukkan masih adanya persoalan dalam pengawasan serta sistem pengelolaan sampah di tingkat wilayah. Tumpukan sampah yang tidak terkendali, kata dia, dapat memicu berbagai risiko, mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga bahaya kebakaran yang dapat membahayakan warga maupun petugas di lapangan.&#13;
&#13;
Penanganan TPS liar tidak bisa hanya dilakukan melalui aksi pembersihan setelah lokasi dipenuhi sampah. Menurutnya, diperlukan langkah berkelanjutan berupa penguatan aturan, pengawasan yang lebih ketat, serta mekanisme penindakan terhadap pihak-pihak yang menjadikan lokasi tertentu sebagai tempat pembuangan ilegal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama masyarakat masih membuang sampah berulang. Penanganan sampah harus dimulai dari hulu, diperkuat di tingkat wilayah, dan diiringi penegakan aturan yang konsisten,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Selain penataan sistem pengelolaan sampah, Nabilah juga meminta perhatian terhadap perlindungan bagi petugas pemadam kebakaran dan petugas kebersihan yang kerap berada di garis depan ketika menghadapi kondisi berbahaya. Ia menilai aspek keselamatan kerja harus menjadi bagian penting dalam setiap penanganan persoalan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai pengorbanan para petugas hanya kita kenang sebagai musibah. Kehadiran negara harus terlihat melalui penguatan regulasi, pengawasan yang lebih tegas, dan sistem pengelolaan sampah yang benar-benar mampu melindungi masyarakat maupun para petugas di lapangan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Nabilah juga mendorong agar setiap kecamatan memiliki sistem pemantauan dini untuk mencegah munculnya TPS liar baru. Upaya tersebut perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai tempat yang telah disediakan.&#13;
&#13;
Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan dasar seperti pengelolaan sampah. Ia menilai keselamatan warga harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan tata kelola lingkungan, bukan hanya berdasarkan jumlah sampah yang berhasil diangkut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
