<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Pucuk Senpi hingga CD Porno Ditemukan di Ruang Eks Ketua Yayasan Sekolah</title><description>Sebanyak 995 pucuk senjata api ditemukan di sebuah ruangan milik kepala yayasan di salah satu sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/06/338/3234565/ratusan-pucuk-senpi-hingga-cd-porno-ditemukan-di-ruang-eks-ketua-yayasan-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/06/338/3234565/ratusan-pucuk-senpi-hingga-cd-porno-ditemukan-di-ruang-eks-ketua-yayasan-sekolah"/><item><title>Ratusan Pucuk Senpi hingga CD Porno Ditemukan di Ruang Eks Ketua Yayasan Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/06/338/3234565/ratusan-pucuk-senpi-hingga-cd-porno-ditemukan-di-ruang-eks-ketua-yayasan-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/06/338/3234565/ratusan-pucuk-senpi-hingga-cd-porno-ditemukan-di-ruang-eks-ketua-yayasan-sekolah</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2026 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/06/338/3234565/senpi-M2oW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Senpi yang ditemukan di ruangan eks ketua yayasan sekolah (foto: dok istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/06/338/3234565/senpi-M2oW_large.jpg</image><title>Senpi yang ditemukan di ruangan eks ketua yayasan sekolah (foto: dok istimewa)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sebanyak 995 pucuk senjata api ditemukan di sebuah ruangan milik kepala yayasan di salah satu sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).&#13;
&#13;
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan penemuan itu terjadi saat pihaknya membuka pintu ruangan yang telah lama terkunci dengan pendampingan kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pada tanggal 10 dan 11 Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk amunisi dan beberapa aksesori senjata lainnya,&amp;quot; kata Hermawanto kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain senjata api, pihaknya juga menemukan barang lain yang diduga narkoba dan CD porno.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian tadi malam, hari Rabu, kami kembali menemukan beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan CD porno,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, seluruh barang tersebut ditemukan di ruangan bekas Ketua Yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada 18 April 2026. Seluruh kunci ruangan, kata dia, sebelumnya dibawa oleh yang bersangkutan sehingga pihak sekolah tidak memiliki akses.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap kepolisian sangat serius, transparan, dan profesional memproses perkara ini karena berkaitan dengan senjata dan juga keamanan nasional,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hermawanto juga mengungkapkan masih ada satu ruangan lain yang menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang ditemukan di sana,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Di tempat yang sama, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan awalnya pihak sekolah hanya hendak membuka ruangan tersebut untuk kepentingan operasional guru.&#13;
&#13;
Namun, saat pintu dibuka bersama polisi, mereka kembali menemukan barang-barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian ada laras senjata kaliber 5,56, kemudian ada senjata genggam kaliber .40 dan 9 milimeter, ada magazine jenis Glock, ada Walther, ada magazine M4 lengkap, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang,&amp;quot; kata Untung.&#13;
&#13;
Untung mengaku heran alat pembuat amunisi tersebut bisa berada di lingkungan sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sebanyak 995 pucuk senjata api ditemukan di sebuah ruangan milik kepala yayasan di salah satu sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).&#13;
&#13;
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan penemuan itu terjadi saat pihaknya membuka pintu ruangan yang telah lama terkunci dengan pendampingan kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pada tanggal 10 dan 11 Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk amunisi dan beberapa aksesori senjata lainnya,&amp;quot; kata Hermawanto kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain senjata api, pihaknya juga menemukan barang lain yang diduga narkoba dan CD porno.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian tadi malam, hari Rabu, kami kembali menemukan beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan CD porno,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, seluruh barang tersebut ditemukan di ruangan bekas Ketua Yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada 18 April 2026. Seluruh kunci ruangan, kata dia, sebelumnya dibawa oleh yang bersangkutan sehingga pihak sekolah tidak memiliki akses.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap kepolisian sangat serius, transparan, dan profesional memproses perkara ini karena berkaitan dengan senjata dan juga keamanan nasional,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hermawanto juga mengungkapkan masih ada satu ruangan lain yang menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang ditemukan di sana,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Di tempat yang sama, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan awalnya pihak sekolah hanya hendak membuka ruangan tersebut untuk kepentingan operasional guru.&#13;
&#13;
Namun, saat pintu dibuka bersama polisi, mereka kembali menemukan barang-barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian ada laras senjata kaliber 5,56, kemudian ada senjata genggam kaliber .40 dan 9 milimeter, ada magazine jenis Glock, ada Walther, ada magazine M4 lengkap, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang,&amp;quot; kata Untung.&#13;
&#13;
Untung mengaku heran alat pembuat amunisi tersebut bisa berada di lingkungan sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
