<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Ungkap Banyak Konten Demo Agustus Ternyata Hoaks</title><description>Informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kepanikan, rasa takut, hingga memengaruhi aktivitas masyarakat meskipun kondisi di lapangan belum tentu sesuai dengan narasi yang beredar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/07/337/3234686/pemerintah-ungkap-banyak-konten-demo-agustus-ternyata-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/07/337/3234686/pemerintah-ungkap-banyak-konten-demo-agustus-ternyata-hoaks"/><item><title>Pemerintah Ungkap Banyak Konten Demo Agustus Ternyata Hoaks</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/07/337/3234686/pemerintah-ungkap-banyak-konten-demo-agustus-ternyata-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/07/337/3234686/pemerintah-ungkap-banyak-konten-demo-agustus-ternyata-hoaks</guid><pubDate>Jum'at 07 Agustus 2026 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/07/337/3234686/viral-14cf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi AI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/07/337/3234686/viral-14cf_large.jpg</image><title>Ilustrasi AI</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pasalnya, menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus, media sosial dipenuhi beragam unggahan mengenai aksi demonstrasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan saya ingin pada kesempatan ini kami bersepakat untuk menyampaikan kepada masyarakat supaya tidak terganggu dengan masalah itu. Kami menanganinya semua,&amp;quot; &amp;nbsp;ujar Menko Polkam, Djamari Chaniago, dikutip Jumat (7/8/2026).&#13;
&#13;
Djamari juga menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai unggahan di media sosial. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan pada kesempatan yang baik ini juga saya katakan bahwa kondisi masyarakat kita juga tidak seperti apa yang disampaikan, yang disebarkan melalui media sosial itu,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa banyak video yang beredar menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia merupakan rekaman lama, hasil editan, atau menggunakan konteks yang berbeda dari kejadian sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia,&amp;quot; ujar Meutya.&#13;
&#13;
Dia mengingatkan, bahwa penyebaran informasi palsu bukan sekadar persoalan di ruang digital, tetapi dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kepanikan, rasa takut, hingga memengaruhi aktivitas masyarakat meskipun kondisi di lapangan belum tentu sesuai dengan narasi yang beredar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyebaran informasi palsu bukan hanya persoalan konten digital. Karena informasi hoaks itu berdampak pada keputusan orang per orang dari hari ke hari,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan video atau informasi mengenai demonstrasi yang belum dipastikan kebenarannya. Sebelum membagikan suatu konten, pastikan terlebih dahulu sumber informasi, waktu kejadian, dan konteksnya melalui kanal resmi pemerintah maupun media yang kredibel.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pasalnya, menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus, media sosial dipenuhi beragam unggahan mengenai aksi demonstrasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan saya ingin pada kesempatan ini kami bersepakat untuk menyampaikan kepada masyarakat supaya tidak terganggu dengan masalah itu. Kami menanganinya semua,&amp;quot; &amp;nbsp;ujar Menko Polkam, Djamari Chaniago, dikutip Jumat (7/8/2026).&#13;
&#13;
Djamari juga menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai unggahan di media sosial. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan pada kesempatan yang baik ini juga saya katakan bahwa kondisi masyarakat kita juga tidak seperti apa yang disampaikan, yang disebarkan melalui media sosial itu,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa banyak video yang beredar menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia merupakan rekaman lama, hasil editan, atau menggunakan konteks yang berbeda dari kejadian sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia,&amp;quot; ujar Meutya.&#13;
&#13;
Dia mengingatkan, bahwa penyebaran informasi palsu bukan sekadar persoalan di ruang digital, tetapi dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kepanikan, rasa takut, hingga memengaruhi aktivitas masyarakat meskipun kondisi di lapangan belum tentu sesuai dengan narasi yang beredar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyebaran informasi palsu bukan hanya persoalan konten digital. Karena informasi hoaks itu berdampak pada keputusan orang per orang dari hari ke hari,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan video atau informasi mengenai demonstrasi yang belum dipastikan kebenarannya. Sebelum membagikan suatu konten, pastikan terlebih dahulu sumber informasi, waktu kejadian, dan konteksnya melalui kanal resmi pemerintah maupun media yang kredibel.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
