<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temuan Ratusan Senjata Api Hingga Narkoba di Sekolah Swasta Ternyata dari Sengketa</title><description>Kliennya sama sekali tidak mengetahui keberadaan senjata, narkoba dan CD porno tersebut. Pasalnya, kata dia, barang bukti itu tersimpan sejak sekolah dipimpin oleh pengurus yayasan yang lama.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/07/338/3234774/temuan-ratusan-senjata-api-hingga-narkoba-di-sekolah-swasta-ternyata-dari-sengketa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/07/338/3234774/temuan-ratusan-senjata-api-hingga-narkoba-di-sekolah-swasta-ternyata-dari-sengketa"/><item><title>Temuan Ratusan Senjata Api Hingga Narkoba di Sekolah Swasta Ternyata dari Sengketa</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/07/338/3234774/temuan-ratusan-senjata-api-hingga-narkoba-di-sekolah-swasta-ternyata-dari-sengketa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/07/338/3234774/temuan-ratusan-senjata-api-hingga-narkoba-di-sekolah-swasta-ternyata-dari-sengketa</guid><pubDate>Jum'at 07 Agustus 2026 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/07/338/3234774/viral-YWuK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Temuan Ratusan Senjata Api Hingga Narkoba di Sekolah Swasta Ternyata dari Sengketa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/07/338/3234774/viral-YWuK_large.jpg</image><title>Temuan Ratusan Senjata Api Hingga Narkoba di Sekolah Swasta Ternyata dari Sengketa</title></images><description>JAKARTA - Penemuan ratusan senjata api, narkoba hingga puluhan CD porno di salah satu ruangan, terungkap setelah adanya sengketa dengan pimpinan yayasan terdahulu berinisial IWD. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk,&amp;rdquo; ujar Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Hermawanto, saat ditemui di sekolah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua, lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan,&amp;quot; lanjut Hermawanto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kliennya sebelumnya memecat telah IWD dari pucuk pimpinan yayasan setelah menjabat 15 tahun lamanya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu, kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hermawanto menjelaskan, sengketa itu didasari atas adanya indikasi penyalahgunaan dana yayasan dalam membeli tanah pada 2013. Uang pembelian tanah tersebut diambil dari dana yayasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan. Dan tahu istrinya itu adalah anggota pembina,&amp;quot; kata Hermawanto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menegaskan,&amp;nbsp;kliennya sama sekali tidak mengetahui keberadaan senjata, narkoba dan CD porno tersebut. Pasalnya, kata dia, barang bukti itu tersimpan sejak sekolah dipimpin oleh pengurus yayasan yang lama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat. Dan sekarang pengurus baru, makanya kami tidak tahu apa-apa,&amp;quot; ucap Hermawanto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akses terhadap ruangan pun kunci dibawa oleh mereka semua. Dan sekarang karena ada beberapa yang ter-police line, maka itu kewenangan kepolisian untuk membukanya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penemuan ratusan senjata api, narkoba hingga puluhan CD porno di salah satu ruangan, terungkap setelah adanya sengketa dengan pimpinan yayasan terdahulu berinisial IWD. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk,&amp;rdquo; ujar Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Hermawanto, saat ditemui di sekolah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua, lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan,&amp;quot; lanjut Hermawanto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kliennya sebelumnya memecat telah IWD dari pucuk pimpinan yayasan setelah menjabat 15 tahun lamanya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu, kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hermawanto menjelaskan, sengketa itu didasari atas adanya indikasi penyalahgunaan dana yayasan dalam membeli tanah pada 2013. Uang pembelian tanah tersebut diambil dari dana yayasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan. Dan tahu istrinya itu adalah anggota pembina,&amp;quot; kata Hermawanto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menegaskan,&amp;nbsp;kliennya sama sekali tidak mengetahui keberadaan senjata, narkoba dan CD porno tersebut. Pasalnya, kata dia, barang bukti itu tersimpan sejak sekolah dipimpin oleh pengurus yayasan yang lama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat. Dan sekarang pengurus baru, makanya kami tidak tahu apa-apa,&amp;quot; ucap Hermawanto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akses terhadap ruangan pun kunci dibawa oleh mereka semua. Dan sekarang karena ada beberapa yang ter-police line, maka itu kewenangan kepolisian untuk membukanya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
